First Things, FIRST!

Halo salam kenal saya @viniwidivici, dan selamat datang di blog pribadi saya. Kenapa header page ini "First Things, First!" karena ada hal-hal utama yang harus diutamakan. Hal-hal disini bersangkutan dengan apa-apa yang ada di blog ini, mulai dari tulisan, gambar dan hal lainnya yang akan saya sampaikan.

I use this blog as a medium to poured my mind, discuss everything, write something important which quickly forgotten, and share information. So in this blog it could contain my personal writings, people's writings that I re-blog, news clipping, important information that I think matters for everyone to know, music, video, photo, and others.

Mengutip dari biodatanya @eae18 (Lanang Sawah/ Edy A. Effendi)

     "Jika kau bukan anak raja dan juga bukan anak ulama besar, maka menulislah."
                                                                                                             -Al Ghazali 

Setuju dengan quote tersebut. Simple nya saya tidak ingin mati dalam ketiadaan dan terlupakan. At least I want to live in any of my writing, in every knowledge that I could share, and in the memories of dear ones. I want the world to remember me. Like my blog tag-line.

"Because life is readable, writable, and memorable. Reading so you know the world, and writing so the world knows you."

Saya hanya manusia biasa tetapi saya tidak ingin menjadi manusia biasa. Karenanya lah setidak-tidaknya saya ingin berbagi, sesedikit apapun saya harus bermanfaat, dan cara termudah untuk bermanfaat bagi saya saat ini adalah dengan berbagi informasi lewat blog ini. Seperti kata @aagym (Abdullah Gymnastiar),

"Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, Mulai saat ini juga."

Dan ini salah satu alasan saya yang lainnya untuk menulis, saya kutip dari blog Goenawan Mohamad founder of majalah berita Tempo;


Selain untuk kepentingan sendiri, dalam arti mendokumentasikan karya dengan cara yang mudah diakses, situs web ini merupakan bagian dari upaya GM untuk membayar utang kepada internet – entah kapan lunasnya. Mengapa dia sampai merasa berutang?
Ini alasan saya: “Pada suatu hari, saya ingin mengutip sebuah sajak Toto Sudarto Bachtiar yang terbit di tahun 1955. Buku puisi itu sudah tak ada lagi di almari saya. Saya coba cari di internet – dan ternyata saya berhasil mendapatkannya di sana!
Saya tepekur. Seseorang telah memasang sajak-sajak Toto Sudarto Bachtiar di dunia maya. Saya tak tahu siapa dia. Tapi saya telah berutang budi kepadanya, kagum kepada niat dan kerjanya. Sejak itu saya ingin melakukan yang sama. Kalau saya pasang tulisan di internet, saya akan memudahkan orang untuk mendapatkannya – dan siapa tahu akan ada seseorang yang terbantu.”


Selamat membaca,




Kind words can be short and easy to speak, but their echos are truly endless.


No comments: