Monday, February 2, 2015

Penyakit Perut Akut - Medication Tips

Hallo masnya dan mbaknya sekalian. Ketemu lagi bersama saya Leonidas. It's pretty fun lately to be nick-named as Leonidas since this is SPARTAAAA...!! Nyehehe.

Kebetulan (since there's no accidentally in life) saya punya penyakit karena kebiasaan yang buruk sewaktu SMP. Dikarenakan waktu SMP saya bantet banget jadi males makan, hahaha. Awalnya cuman berawal dari maag, paling parah infeksi lambung plus gerd saat kuliah tingkat kedua. Dikarenakan hari itu saya sedang puasa sunnah, tapi karena ada rapat organisasi sampai jam 10an saya jadi lupa makan sampai ada seorang teman yang ngajak makan. 
   "Ahh kelar juga, makan dimana kita jang?"
Jedaaaaaarrr!!! Barulah ingat kalo buka puasa pun belum. Dari pas sadar itu barulah badan rasa ga enak, makan pun ga ada rasa nya. Jadi intinya kalo kalian lupa sama sesuatu hal yang krusial udah lupain aja. Hahaha, sesat.. Maksudnya jangan sampe satu hal bener2 occupied big space in mind gitu. Jangan sampe mikirin sesuatu yang ga baik berlebihan, overthink.

Nah kali ini saya mau berbagi info bagi brownies yang punya penyakit yang sama dengan saya. Untuk pengidap penyakit maag mungkin tidak susah mencari obat maag karena walaupun tidak banyak, ada beberapa brand obat maag yang sering nampang di TV, seperti Promaag dan Sanmaag. Tapi kedua obat ini adalah obat komersil bukan generik, jadi harganya relatif mahal apalagi bagi penderita maag yang berkebutuhan khusus. Perlu diketahui bahwa obat generik juga mempunyai khasiat yang bagus, kenapa murah, karena obat ini mendapatkan subsidi pemerintah.

Perhatian:
  • Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis, karena saya bukan dokter. Jika Anda perlu bantuan, treatment, pengobatan, dan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
  • Untuk komposisi obat, farmakologi, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, peringatan dan perhatian, serta interaksi obat, dapat merujuk kepada situs farmasi online yang lebih kompeten.
  • Saya hanya akan memberi masukan sejauh kecocokan, manfaat, dan nilai opportunity dari obat2 tsb. Artikel ini semata2 hanya saya gunakan untuk berbagi informasi.

Nah, ini obat maag alternatif yang saya gunakan dan saya rekomendasikan. Bisa saya rekomendasikan karena mendapat saran pengobatan dari kakak saya yang juga seorang dokter. 

Dexanta - for Gastric Acid.
Untuk obat maag saya biasa menggunakan Dexanta. Dexanta ini merupakan obat generik, sangat bagus selain murah juga botolnya plastik, jadi sangatlah portable. Bisa dibawa kemana2 dan ga takut pecah. Kebetulan saya selalu sedia obat ini di tas jaga2 kalau sewaktu2 kumat.

Berguna untuk mengurangi gejala2 yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung. Gejala2 lain seperti gastritis, tukak lambung, tukak usus dua belas jari dengan gejala2 seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung.

Rasanya cukup enak, tapi siapa yang ingin sakit. Hehehe.
Obat alternatif bagi promaag dan sanmaag yang cukup mahal. Dan untuk meredakan asam lambung, lebih baik menggunakan yang syrup ketimbang yang tablet.


Omeprazole and Ranitidin - for GERD Treatment and Medications

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gejala kronis kerusakan mukosa yang disebabkan oleh asam lambung yang datang dari perut ke kerongkongan. Simple nya ada katup pemisah antara lambung dan kerongkongan dan yang melindungi kerongkongan dari meluapnya asam lambung. Kealfaan fungsi katup ini menyebabkan asam lambung dapat dengan mudah meluap ke kerongkongan, menyebabkan keadaan mual yang sangat dahsyat.
 
Obat utama yang digunakan untuk GERD adalah proton-pump inhibitors, H2 receptor blockers dan antasida (seperti dexanta dan sanmaag) dengan atau tanpa asam alginat. Untuk pengidap GERD, obat ini biasa digunakan untuk perawatan medis dengan penggunaan selama 30-40 hari non-stop. Bisa sekali atau dua kali pemakaian dalam sehari berdasar anjuran tenaga medis. Diminum malam sebelum tidur dan atau pagi hari satu jam sebelum mulai untuk memakan sesuatu.

Sedangkan untuk penanganan asam lambung yang berlebihan sehingga membuat mual, bisa menggunakan Ranitidin satu jam sebelum makan. Ada alternatif yang lebih baik untuk penyembuhan GERD, antara lain dengan obat Pansoprazole (injeksi) dan Sucralfat (minum), namun penggunaan obat ini harus dengan pengawasan tenaga medis. Dan obat injeksi tentunya tidak murah tapi efek sudah pasti lebih dahsyat.

Cotrimoxazole - for Gastric Bacterial Infection
Nah ini bagian terparah dari penyakit perut akut ini, infeksi lambung. Setelah lambung dihajar oleh asam lambung yang membludak, dinding lambung, tukak lambung, dan pangkal usus mungkin iritasi karena tergerus panasnya asam lambung. Iritasi ini bisa meradang parah bila ada bakteri yang menginfeksi. Dalam keadaan seperti ini biasanya obat injeksi lebih diutamakan karena efeknya yang langsung mengalir lewat darah. Biasanya asam lambung diredakan dengan pansoprazole (injeksi) dan lalu diberikan cotrimoxazole sebagai antibiotik dari bakteri tersebut.

Ada dua dosis untuk antibiotik ini, 480mg (generik) dan 960mg. Untuk aturan minum, hanya 2x1 untuk dosis yang 960mg. Nah gawatnya untuk yang dosis 480mg harus menelan dobel untuk takaran dosis yang sama, jadi sehari minum 4 tablet. Dan tabletnya seriusan besar, lietrally BESAR. Setiap minum tablet yang kedua selalu nyangkut di leher, karena kelenturan tenggorokan sudah berkurang mungkin.

Untuk sekarang mungkin tiga obat dewa ini yang bisa saya share ke brownies yaa. Oia, biasanya untuk beberapa penderita maag diikuti pula dengan diarrhea, bisa mengkonsumsi obat Loperamide dengan dosis dua tablet untuk diare pertama, bila masih berlanjut, konsumsi satu tablet setiap satu jam setelahnya jika diperlukan. Langsung mampet. Hehehe..

Update akan tetap berlanjut. Semoga berguna yaa..