Tuesday, January 27, 2015

Citizen Vs Netizen

Definisi Citizen:
(noun)
a legally recognized subject or national of a state or commonwealth, either native or naturalized. "a Polish citizen"
synonyms: national, subject, passport holder, native
Atau dalam bahasa simple nya adalah warga negara, warga kota, penduduk kota, atau penghuni kota.

Definisi Netizen:
Definitions of netizen
(noun)
a user of the Internet, especially a habitual or avid one.
"Because server logs at destination sites show only the IP address of the proxy server, and not the end user, some hackers and privacy-conscious netizens catalog open proxies and use them to anonymize their surfing."
Atau dalam bahasa simple nya adalah pengguna internet. Atau bahasa dramanya adalah warga internet atau penduduk internet.
Dalam aplikasi di kehidupan, sebagai citizen kita adalah penduduk dunia nyata yang dipertemukan dalam keluarga, lingkaran pertemanan, rekan kerja, kolega bisnis, komunitas, dan lain-lain.
Sedangkan sebagai netizen, kita adalah penduduk dunia maya yang dipertemukan di dalam berbagai domain name, database, dan server. Penduduk dunia maya bertemu dalam sebuah platform yang dalam dunia IT disebut Social Networking Sites atau Social Networking System (SNS).

Banyak keuntungan yang didapat oleh citizen dan netizen dari SNS ini. SNS menjadi perpanjangan dari citizen di dunia maya. Bagi para pekerja bisa menjadi wadah untuk diskusi, wadah untuk ngobrol bersama sahabat, atau temu kangen bersama keluarga. Dan yang lain yang tentunya bermanfaat untuk mempermudah kehidupan.

Tapi fokus saya adalah pada kekurangan dari berkembangnya SNS ini, atau apa bisa saya bilang bukan SNS yang mempunyai kekurangan, tapi pengguna yang kurang mampu memposisikan diri sebagai netizen. Adapun kekurangannya saya kutip dari Thought Catalog karena dirasa dapat merangkum semuanya:

Stop obsessing over social media.

The likes. The filters. The quotes that may or may not have been posted about you. We’re all guilty of it. We look for acceptance through likes and posts. What we wind up doing is obsessing over other people and the lives that they’re living or the lives that we think they’re living. We compare ourselves to what and how we see others doing. By playing in this constant social competition we lose our freedom in doing things for ourselves and instead we wind up doing things so that others can see us. We stop living in the moment and start letting pictures depict who we are. Social media is so ingrained in our culture that it becomes almost impossible to take a much-needed break from it. We have this constant fear that we’ll miss out on what’s going on online when we really should fear missing out on what’s going on offline and in the real world.
Beberapa hari yang lalu saya melerai anak SD yang berkelahi,
  "Kalian kenapa ribut?" saya bertanya kepada mereka
  "Aku kalah main CoC (Clash of Clans) terus dia ngolok mulu"
  "Zaman abang dulu kalo berantem yaa berantem, main yaa main, kalo ga suka sekalian aja main bola gebok (bola lempar)"


Bagaimana sosmed merusak citizen.

Pada dasarnya sifat manusia memang ingin dilihat, diakui, ditanya, dijadikan idola, etcetera. Namun kehidupan pasti mempunyai dua sisi, beruntung bila seseorang mampu melihat keduanya, disayangkan bila tidak. Yang ada apapun yang dilakukan baik atau buruk pasti ada pros and cons. Tapi menjadi netizen sejatinya dan semestinya kita menyatakan diri kita sebagai citizen yang baik. Karena bagi penjahat, dunia maya adalah dead-end, dilihat dan terhubung dengan dunia. Semakin banyak akun kita di dunia maya, semakin pula lah harus bijak dalam menggunakannya, dan diatur pula dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Sosmed buat saya sendiri adalah media untuk update informasi dan hiburan. Tapi entah kenapa saya merasa posting kali ini begitu serius. Ahh sudahlah~

Bonus pict:






No comments: