Monday, December 12, 2011

Bakar Diri, Solusikah?


Sondang Hutagalung, pelaku aksi Bakar diri kini berbaring di ruang Born Unit RSCM, Jakarta. Kamis (8/12/2011) Sondang Hutagalung nekat melakukan aksi bakar diri di Jalan Merdeka Barat, tepat di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (07/11/2011)
Saat upacara penghormatan kepada Sondang Hutagalung, Ketua Dewan Penyantun Universitas Bung Karno (UBK), Rizal Ramli, mengungkapkan Sondang memang mahasiswa cerdas dengan IPK 3,7.

"Sondang yang berasal dari keluarga sederhana, merupakan mahasiswa berprestasi. Ayahnya seorang sopir taksi, namun mampu meraih IPK 3,7," ujar Rizal, Minggu (11/12/2011) di UBK.
Rizal menuturkan apa yang dilakukan Sondang merupakanh sejarah baru di Indonesia. Dimana ada yang mengorbankan nyawanya demi tercapainya cita-cita perubahan di Indonesia. "Saya mewakili Dewan Penyantun dan keluarga besar UBK, sangat bangga mempunyai mahasiswa dengan semangat patriot luar biasa. Inilah Bung Karno muda," ucapnya.
Ditambahkannya, Sondang mendapat predikat patriot perubahan dari UBK. Menurutnya Sondang melakukan aksi bakar diri karena sesuai dorongan hati, saat kata-kata sudah tak lagi bisa menyentuh hati nurani para penguasa. "Jangan lupakan pengorbanan Sondang untuk Indonesia yang lebih jaya. Dia memilih jalan itu (bakar diri), karena kata-kata tak lagi didengarkan," imbuhnya. (Tribun News)
Sebelumnya gw turut bela-sungkawa atas kepergian Sondang.:berdukas Diatas adalah salah satu kutipan dari salah satu media massa yang cukup kompeten dan dapat dipercaya berita2nya.
Pada tau kan berita tentang bakar diri sondang ini?


Yaa, Sondang adalah salah satu mahasiswa yang bisa dibilang cerdas dengan IPK 3.7 dari Universitas Bung Karno. Denger2 sih si doi aktivis yang doyan dan mungkin udah jadi hobi untuk menyuarakan keluhan dan suara rakyat. 
Sondang selama ini dikenal aktif di organisasi pergerakan mahasiswa. Dia menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi Himpunan Aksi Mahasiswa Marhaenis Untuk Rakyat Indonesia (Hammurabi). Dia juga bergabung dengan komunitas aktivis 'Sahabat Munir'. Sondang dikenal sebagai sosok aktivis yang kerap terlibat dalam berbagai upaya advokasi pelanggaran HAM. (VIVAnews)
Dia membakar diri karena denger2 lagi dia sudah lelah dengan pemerintah yang belum bisa menyempurnakan kepemerintahannya. Dia selalu berada di barisan terdepan bila ada orasi mahasiswa yang digelar dan langsung di bawah koordinasi dia sendiri.

Sebenernya sih kemaren2 gw biasa aja sama berita ini, ga mau ambil pusing karena toh udah kejadian juga. Tapi yang gw benci dari sebuah berita dari sebuah media masa adalah After-Effect nya *apalagi banyak media massanya*. Well if it produced something great, we should appreciate it! Masalahnya yang gw bingung setelah kejadian ini, banyak banget hal2 yang Iritated bermunculan dan tersibak layaknya rok seragam para pelajar wanita di Jepang. :malu:

Satu dari sekian banyak hal itu adalah ada yang bilang kalo hal yang dilakukan doi ini adalah hal yang sangat Patriotisme. Menyuarakan suara rakyat yang sudah tak lagi didengar dengan membakar diri. Heroik adalah kata2 yang terucap oleh salah satu temen satu organisasinya. Dari pihak pemerintah ada yang bilang bahwa doi frustasi dan membakar diri. Dan ada lagi yang mempunyai asumsi lain yang gw ga tau apa itu.

Sebelumnya gw minta maaf karena tak sepantasnya membicarakan seseorang yang sudah wafat. Tapi gw pengen membicarakan kasus ini dari sudut pandang gw dan mungkin ini bisa jadi alternatif perspektif buat temen2 yang lain even you're an activist or not.

Gw nonton di tv One, salah satu temen yang satu organisasi dengan si doi bilang bahwa si doi selalu bilang, "akan memperjuangkan keadilan, dan bila harus mati dia rela". Nah, bagian inilah bagian yang paling absurd  buat gw pribadi. Ntar kalo sudah mati gimana cara membela dan memperjuangkan keadilannya?

Perlu kalian garis bawahi yaa bahwa ini bukan zaman bung Karno lagi yang harus bertempur hingga titik darah penghabisan untuk mendapatkan kemerdekaan. Atau juga, ini bukan perbatasan antara Yahudi dan Palestina yang marak akan peperangan yang emang membutuhkan pengorbanan untuk sebuah kata keadilan dan atau kemerdekaan. :armys

Kita sebagai mahasiswa yang terpelajar, apalagi kalo aktif di organisasi mestinya ngerti bagaimana harus bertindak melawan ketidakadilan yang dilakukan segelintir tikus2 di pemerintahan. Masalahnya, pola pikir mahasiswa yang 12 tahun duduk di bangku sekolah dan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi sudah sangat constraint atau dibatasi oleh paramater/ indikator yang mereka dapat saat duduk di bangku sekolah, bila satu atau dua indikator terdapat kesalahan maka semena-mena ingin menyuarakan pendapat tanpa thing first. 

Gw sendiri bukan aktifis makanya gw pengen memberikan pandangan di luar ke-aktifis-an itu. Hey kalian yang selalu berdemo2 ria.. Emank bener mahasiswa adalah kendali sosial masyarakat kepada pemerintah saat pemerintah tidak menjalankan kewajibannya secara benar. Bener.. Bahkan kalo ada orasi mahasiswa gitu sebenernya gw malah dukung. Tapi yang terjadi sekarang malah terlalu banyak orasi. Mahasiswa terlalu banyak menuntut ketimbang menciptakan perubahan.

Mannn........ Rakyat kecil mah ga peduli sama kalian2 yang mati2an mengaspirasikan keluhan kalian. Justru malah mereka keganggu sama kerusuhan yang kalian ciptakan dengan atau tanpa sengaja walau awalnya hanya niat orasi. Bahkan kalo sampai ada yang bakar diri gini kalian cuma hanya akan menjadi buah bibir yang sementara. Emang sekarang media pada heboh pada memberitakan, tapi toh nanti akan dilupakan orang2 juga dan termakan zaman masbroh! Ga ada gunanya bakar diri.

Why y'all bring charges and prosecute for changes instead making that changes itself?! Gw ga tau dah bener apa ga tuh bahasa inggrisnya. Tapi yaa kenapa? Kenapa? Kalian sadar ga sih, masyarakat malah akan jauh lebih bangga dengan kalian para mahasiswa jika peduli pada sesama ketimbang peduli pada pemerintah. Lakukan perubahan kecil! Seorang mahasiswa yang menolong pedagang kaki lima berjualan dengan kemampuan manajemennya dengan menciptakan strategi dan promosi lebih berkelas buat gw ketimbang orasi cape2, suara habis, keringatan, dan belum tentu ditanggepin.


Kalo kalian menuntut keadilan di dunia maka tidak akan kalian dapatkan. Dunia bukanlah tempat bagi keadilan berada. Justice is not belong here man! Kalian akan mendapatkan keadilan nanti saat di akhirat. 

Buat kalian para aktifis, buat gw sendiri sih menciptakan perubahan itu bukan dengan bertahun2 kuliah dan aktif di organisasi. Melainkan menyelesaikan kuliah dengan cepat dan mendapatkan pengalaman di organisasi. Better faster meen! 

Dunia menanti perubahan yang bisa kalian berikan, bukan teriakan. Semoga tidak ada lagi mahasiswa yang membakar diri. Ingat, Tuhan menciptakanmu untuk beribadah kepadanya dan menjadi sebaik2nya khalifah atau seseorang yang dapat mengurus bumi ini serta menikmati hidup! Bukan untuk mengakhiri hidup. Bunuh diri adalah dosa besar broh! Ingat itu!

Jangan menuntut perubahan, tapi CIPTAKAN PERUBAHAN!! :iloveindonesias



2 comments:

nisanisa said...

setubuh..
bunuh diri itu dosa.

angga aja said...

betul bnagt dont try at home ya hhehehe