Thursday, September 29, 2011

Review (Awam) New Blackberry Bold 9900: Dakota


Jadi ceritanya gw lagi need and wants hape baru kan ya dengan berbagai macam alasan. Gw review sana-sini tapi biasanya ujung2nya gaa jadi beli. Nah temen gw baru dapet Blackberry Bold yang baru, seri 9900, kode: Dakota.
Udah aja jadinya gw minta si doi buat jelasin ke gw tentang kekurangan dan kelebihan si Dakota inih dan akhirnya kami nge-review bareng.

OK. Pertama2 disclaimer: gw review ini sebagai orang awam, bukan gadget freak. Jadi ya tentunya reviewnya gak bisa dibandingin juga sama reviewnya Roy Suryo (emang elu mau juga baca reviewnya dia? :p) Yah, pokoknya perspektif orang awam lah. Jadi kalo mau review professional ya mohon cari sendiri. Kalo ada data teknis yang gw tau, akan gw sertakan sebisa mungkin.
Here we go:
Kesan pertama: Layaknya kenalan sama cewek, kesan pertama fisik itu penting. Gimana dengan Dakota? Biasa aja. Dakota miriiiiip banget sama Bold pertama (9000). Kalau hanya sekilas melihat muka depannya, orang bisa mikir itu Bold 9000 yang lama, sampai ngeliat kalo yang ini pakenya trackpad. Ini foto ‘cantik’ yg gw ambil dari internet (kiri).






Tetapi kalo kita mulai grepe-grepe Dakota, baru ngeliat keunggulan dia. Yang pertama, dia tipis banget, jauh lebih tipis dari Onyx. Kalo mata gw gak salah liat, ketebalannya mungkin hampir separuhnya Onyx, minimal 2/3 nya kali. Ini temen gw motret ketebalannya. Yang di kanan Dakota, di kiri Onyx (dan dua2nya hape temen, bagi satu sii :matabelo: ):


Secara besar penampang, Dakota lebih besar dari Onyx. Kayaknya sih sama dengan Bold yang 9000. Walaupun kesannya memakan tempat lebih di kantong pria (kalo tas cewek gak efek kali), tetapi ada keuntungannya: keypad dan layar lebih besar. Seinget gw banyak orang seneng Bold 9000 karena katanya ngetiknya enak dengan keypad besar. Nah, sekarang keypad besar itu sudah kembali. Dan emang enak buat yang jempolnya agak gede :thumbup:.


Jadi kesimpulan, secara ‘tampang’ sekilas, Dakota memang bukan model yang mencuri perhatian (kecuali yang pake emang Briptu Eka Frestya). Baru kerasa bagusnya kalo disentuh dan dipegang (Dakotanya, bukan Briptu Eka!!), karena dimensi langsingnya oke. Buat yang merasa ‘tampang’ hape harus cantik, kayaknya sih Dakota bukan model yang pas (menurut gw, Torch putih itu BB paling kece so far. Oh, mungkin akan ditandingi Torch 9810 yang baru. Keren deh, ada sentuhan MacBooknya, metal2 gitu). Oh iya, konon penutup batre belakang Dakota adalah carbon fiber, gak tau bener apa nggak, dan gak penting menurut gw. Next:
Sistem Touch & Type
Sistem bisa touch & type sebenernya udah ada di Torch, jadi bukan hal yang baru. Yang unik mungkin karena ini bukan sliding, jadi awalnya rasanya lucu: Ada keypad full tapi screen di atasnya bisa touch. Tapi surprisingly, gw dengan mudah beradaptasi. Bahkan gw merasa touch screen ini membantu banget, karena kalau ada menu berbentuk pilihan, kita tinggal menyentuh langsung pilihan kita di layar (tidak perlu ‘scrolling’ pakai trackpad). Personally, gw merasa penggunaan menjadi lebih cepat dengan sistem touch & type bareng ini.
OS 7
Sekilas, tampilan menu dan OS-nya berasa sama dengan Torch. Agak mirip Android, menu bisa diumpetin di bawah, tinggal pake jempol digeser ke atas (tapi tolong jangan dibandingin sama droid, beda pasar kalee!). Menu ada beberapa kolom : Yang tengah menu ‘all’, di kanannya ada ‘Favorites’, kanannya ada ‘Media’, terus ada ‘Downloads’ (aplikasi downloadan ada di sini), terus ada ‘frequent’ (yang sering digunakan). Terus apa bedanya dengan Torch? Dakota OS-nya SMOOTH BANGET. Gw pernah nyoba Torch dan gerakan menu masih gak smooth (berebet2 ngepet gitu), apalagi dibanding iPhone. Bahkan gw merasa smoothness dari menu Dakota sudah comparable dengan iPhone. Mungkin ya.



Jeroan (prosesor dan graphics)
Kayaknya sih, OSnya bisa smooth banget karena jeroannya. Prosesornya aja 1.2 Ghz!! (salah satu yang tercepat di smartphone saat ini kayaknya, tapi tolong jangan disamain sama samsung Galaxy S2). Resolusi grafik katanya 24-bit (gw gak ngerti juga). Yang pasti gerakan menu terasa smooth dan fluid. Dan gambar cukup tajam (walaupun gw gak tau dibandingkan dengan AMOLED Samsung gimana. Konon AMOLED itu bagus banget ya?:bingungs)

Multi-touch Screen
Nah, Dakota juga sudah bisa multi-touch screen (membesarkan gambar dengan dua jari, dll). Kan Torch sudah ada? Betul, tapi seperti OS-nya, gerakan gambarnya sekarang sudah smooth banget. Baik pada saat melihat foto atau web, dengan dua jari kita bisa zoom gambar dengan smooth. Selain itu, multi touch screen ini banyak mempermudah fungsi2 lain. Gw bisa mendelete foto beberapa sekaligus, dengan menggunakan dua jari (seperti fungsi ‘select’ pakai mouse di PC). Sempet liat di video demo di PS bahwa kita bisa copy paste teks dengan sangat mudah.

Web
Niat hati sih mau banyak membahas soal web experience, karena konon browser di OS 7 ini 405 (gw ga tau 405 ini apa sebenernya) lebih cepat dari OS 6, bahkan 100% lebih cepat dari OS 5. Masalahnya ya cyin, namanya operator kita tau sendiri kan?? Jadi gw sih ngerasa biasa aja speed page uploadnya, yang kemungkinan disebabkan operator yang lemot juga. Tetapi lagi2, touch screen membuat browsing lebih enak (jika anda bukan pengguna Torch atau touchscreen phone lainnya).

Oh iya, sekarang udah bisa buka beberapa browser window sekaligus, dan pergantian antar browser window juga gampang. Tinggal sentuh icon dan milih browser yg mana. Sekilas agak mirip iPad caranya.

Kamera
Oke, buat para banci foto. Gw termasuk orang yang perhatian pada kamera ponsel, karena  fotografi itu memorable banget broh. Kamera Dakota sudah 5 MP, yang harusnya lumayan lah kalo hanya buat foto2 unyu gak penting, atau foto liburan/ketemu seleb. Ada lampu flash LED standar. Terus punya fasilitas ‘face detection’ segala lho, plus ‘scene options’, udah kayak kamera pocket canggih. So far kedengerannya canggih kan?

TETAAAPIIIIII…….

Sampailah kita di fakta yang aneh bin ajaib. Kameranya TIDAK ADA AUTO FOCUS! Bahkan Onyx punya Auto-focus. Gw nyadarnya waktu nyari option ‘close-up’ sudah nggak ada. Nah, untuk mayoritas pengguna biasa, mungkin ini tidak terlalu efek, karena foto2 jarah jauh dan sedang tidak akan terpengaruh. Tetapi akibatnya, kita udah nggak bisa foto jarak dekat lagi (misalnya: foto artikel/gambar di koran/majalah dari dekat). Dan ini sangat disayangkan. Berikut contoh2 foto dari Dakota: jarak jauh, jarak sedang, dan jarak dekat. Foto langsung dikirim temen ke email gw, tidak dimanipulasi digital dulu.
jarak jauh

jarak sedang
  
jarak dekat banget

Perhatikan foto terakhir kabur, karena tidak ada auto focus.
Seperti gw bilang, buat mayoritas orang kamera Dakota kayaknya sudah memadai banget. Tapi buat gw yang kadang2 suka foto obyek dekat (biasanya ada artikel/tulisan atau benda lucu yang mau gw upload di Twitter), faktor ini agak mengganggu.
Tetapi kekecewaan gw akan fitur autofocus yang hilang ini terkompensasi oleh hal lain (gw ngomong seakan2 gw udah punya nih hape). VIDEONYA JUARA. Videonya bahkan sudah bisa resolusi HD (High Definition) 1280 x 720. Dan hebatnya lagi: dalam rekaman dengan resolusi maksimal, saat kamera di “panning” (digeser ke samping kiri atau kanan), gambar tidak pecah atau “tertinggal”. Jujur gw salut dengan kameranya. Untuk sekedar home video (merekam kucing kecebur di empang, teman2 ngupil, asal jangan merekam hubungan intim!:genit:) kamera Dakota sangat memuaskan. Ini juga kayaknya berhubungan dengan prosesor dan graphics hardware yang udah oke.
Jadi masalah kamera ini memang agak mixed-feeling buat gw. Lemah soal autofocus, tapi lumayan dengan videonya.
Memory
Dakota sudah dilengkapi memory internal 8GB (itu gede jek buat ukuran hape tapi jangan disamain sama samsung galaxy atau produk apple yaa), dan tentunya masih bisa ditambah MicroSD lagi.
Hal2 kecil lain:
Apa lagi ya? Batere jujur gw belum tahu. Tapi chargernya menyenangkan. Pertama, kabelnya merangkap kabel USB data, jadi udh gak ribet dengan kebanyakan kabel. Kedua, ukuran kepala charger kecil banget (asli, bisa2 dikira adapter colokan!) Jadi buat para pendekar mobile yang kemana2 harus bawa charger dan kabel data, hal ini lumayan lah.


(chargernya kecil banget ya)
Apa lagi ya? Video playback formatnya udah komplit kayaknya: wmv, avi, mp4, m4a, m4v, 3gp. Foto juga bisa buka tif! Bukan Tif Sembiring tentunya!
Soal aplikasi2 untuk OS7 ini, jujur gw gak tahu juga alnya emank gw ga pake bb sii. Jadi we will see deh kalo udah keluar ya. Yang pasti udah ada Documents To Go, jadi mau cek2 Powerpoint udah langsung bisa. Terus ada aplikasi Kompas jg (Kompas penunjuk arah mata angin nyet, bukan koran!), lumayan buat nyari arah kiblat buat yang mau solat aja sih pastinya.

Kesimpulan (awam)
Jadi sebagai pengguna awam, ini kesimpulan gw: Dakota cocok banget buat hardcore BlackBerry fans, khususnya segmen yang butuh smartphone untuk support pekerjaan dengan fasilitas multimedia yang memadai (tapi nggak spekta). Kalo kalian rasanya mau mati tanpa BBM dan hobby BM ‘Test Contact, please ignore’, ya Dakota ini sangat layak buat upgrade BB yang sekarang. Prosesor kenceng, OS7 nya oke, memory besar. Tetapi untuk pecinta BB yang mementingkan desain, Dakota memang ‘tampangnya’ biasa aja. Makanya menurut gw ini cocok buat pengguna smartphone professional yang lebih mementingkan performa/jeroan. “Inner beauty” gitu deeh :D
Pencari layar lebar segede iPhone atau Galaxy II , atau yang maunya BlackBerry design cantik, kayaknya bukan targetnya Dakota ya. Begitu juga gamer atau yang suka foto-foto belaga profesional.
Yah gitu aja deh dulu yak, paling ga jadi beli juga gw. Ntar kalo beli smartphone gw ga bisa nabung buat beli susu anak. Kalo ada temuan2 baru gw twit aja deh :D Thanks for reading!


No comments: