Wednesday, August 3, 2011

Karimun Jawa - We Called It Paradise

June 27th-28th, 2011


Soundtrack Dora The Explorer was just a song in my head, stuck and reply, like --> *mau kemana kita mau kemana kita*. Setelah beristirahat pulas karena perjalanan darat dan laut yang cukup membuat galau, di hari kedua ini sesuai dengan rencana gue dan rombongan akan memulai trip di kepulauan sekitar pulau Karimun Jawa. Rombongan udah kudu siap jam 8 pagi demi efisiensi dan efektivitas perjalanan. Naahh.. karena mesti siap jam 8 pagi, rombongan yang nota-bene-nya lelah sangat setelah perjalanan, pada bangun telat. Dan nampaknya pemirsa bisa nebak hal manusiawi apa yang terjadi di pagi hari kepada anak Adam dan Hawa. Panggilan alam pemirsa atau bisa dibilang sakit perut. Toilet jadi tempat favorit di pagi hari, untungnya gue udah bangun pagi-pagi sekali.
Buat gue : "Pup mempunyai tingkat urgensi lebih tinggi sedikit ketimbang tidur."

Buat masalah panggilan alam ini emank semua orang bakal strive for the best. Ada papa Saud yang sampe numpang toilet rumah pemilik homestay, ada yang numpang di masjid, ada yang mungkin nunggu toilet homestay sambil genggam batu sekuat tenaga! :kagets:


1st day trip in KarJaw.
Ngaret dikit dan akhirnya rombongan sampai dermaga jam 08.15. Di Karimun Jawa ini keselamatan adalah hal yang utama sekali sehingga para rombongan yang akan melakukan tour diberi pelampung dan selama perjalanan disarankan untuk mengenakan pelampung.





Pertama-tama rombongan dibawa ke pulau Menjangan Besar untuk bersapa salam dan temu kangen dengan temen-temen. Temen-temen? Iyaa temen-temen yang dimaksud adalah ikan hiu yang berada di penangkaran hiu di pulau tersebut. Kecil-kecil sih ikan hiunya, yang paling besar hanya seukuran kaki manusia kog. Jangan "keep bleeding" yaa kalo masuk kolam penangkaran hiunya. Kali aja ntar dicokot, mana kita tahu kan pemirsa. :takuts



nyampe di Menjangan Besar, mau berenang bareng hiu 


ahh itu wisma apung, penginapan di atas laut getoo
 

 


Karena airnya keruh, jadi hiu-nya kurang keliatan. Mungkin orang-orang yang pada berenang belum pada cuci baju kali. Itu di kanan gue, Abenk, dan Adit tuh sebenernya hiu. Imam dan Farhan malah dapat Patrick bintang laut.

Tak berlama-lama temu kangen dengan ikan hiu, kami langsung saja berangkat ke spot snorkeling pertama di spot pulau Cemara Besar. Di spot ini terumbu karang dibawah bagaikan lukisan pemirsa. Ada yang udah pernah liat lukisan dibawah air ga? Kalo belum pernah makanya ke Karjaw. Hahaha.. Tapi berhati-hatilah jika turun atau melompat dari kapal tanpa fin pemirsa, atau jadinya akan seperti ini::(

Menuju spot snorkeling pertama:



  

Udah puas balap renang sama ikan-ikan di spot Cemara Besar, kami langsung menuju ke pulau Cemara Besar untuk makan siang. Pulau ini super pemirsa! Pasir putihnya itu putih banget! Mungkin saingan aja putihnya sama kulitnya Olive. Di pulau ini adalah salah jika tidak berfoto-foto dengan landscape yang keren sampe ke tulang-tulang. Menjadi yang paling terakhir menuju pulau membuat gue dan Gladys puas berfoto tanpa latar belakang manusia:









kelakuan penyakit.. :capedes


Sudah lelah foto-foto di pasir putih? Lapfar? Ga mungkin berani lapfar menghantui, karena kami langsung  disuguhi dengan ikan-ikan ukuran super yang segar karena langsung di tembak dari laut oleh para nelayan. Padahal hanya dibakar dengan kecap manis yang telah dicampur minyak dan dimakan dengan nasi dan sambal. Tapi berhubung ini ikan laut, jadi dagingnya gurih dan ngelawan, juga nasinya tulen dan hangat serta sambal yang pedasnya cociks, melipir lahh jagoan-jagoannya di pinggir pantai. :ricebowl:







unyuu bangeeet..... :malus

di pulau itu mungkin cinta bertemu.. :malus



Setelah makan foto-foto rombongan dulu:



  


Sudah puas foto alias mati gaya, kami kembali menuju kapal untuk melanjutkan perjalanan ke spot snorkeling terakhir sebelum pulang ke homestay. Awak kapal yang beranggotakan mas Yitno, mas Yanto, dan mas Sholeh a.k.a Masberoh langsung straight forward ke spot Cemara Kecil. Di spot ini lukisan bawah airnya lebih indah pemirsa, ada terumbu karang berwarna biru yang menandakan ekosistem di perairan ini masih sangat terjaga. Masalah ikan mah ga usah ditanya, MeJiKuHiBiNiU disini ikan-ikannya.

Tapi kondisi rombongan saat ini sudah ga karuan, banyak yang mabok dan si mama Eva tersengat jellyfish donk. Tangannya seperti kena ratusan cambuk kecil dan terlihat kulitnya yang memerah.
"Tadi cuma kerasa kaya kesentuh rambut-rambut gitu, tapi langsung jadi gini wid :(." -ujar mama Eva.


Okke yang udah teler dan muntah-muntah




sayang lagi duduk masberoh-nya
Snorkeling hari itu menjadi penutup perjalanan kami. Ombak cukup keras menampar kapal namun gue heran kenapa si Masberoh bisa seimbang banget berdiri di depan kapal tanpa pegangan sama sekali. Berdiri merokok dan mungkin seraya berkata,
"Tuhan, laut ini sudah menjadi temanku.. Sekali lagi, bawa aku pulang.."




Sampai dermaga, jelaslah si Abenk yang menjadi kandidat pertama dari kubu pria untuk merebut kekosongan kamar mandi. Baru aja turun kapal, udah hilang dia. :eek:
Malam ini adalah malam ke2 kami berada di Karimun Jawa dan para rombongan sudah mulai hangat antara satu dan lainnya. Kog bisa jadi hangat? Yaa gara-gara main "polisi-polisian". Singkatnya ini adalah game yang membutuhkan kelihaian dalam mengedip-ngedipkan :mahos mata. Entah mau pura-pura sakit mata, sambil nunduk-nunduk liat hape, sentil-sentil kanan kiri juga boleh kog. Gue sama mama Eva saling menatap dan cuma bisa bilang, "sumpah ini game galau, galau..!"

Kelar main polisi-polisian rombongan kembali ke kamar kecuali ada beberapa yang masih main kartu diluar. Gue waktu itu satu kasur dengan Abenk dan papa Saud, namun si Abenk ini selain paling cepat dalam urusan antrian kamar mandi, dia juga paling cepat dalam hal tidur pemirsa. Sisalah papa Saud yang terjaga dan voila, siapa yang menduga kalau papa Saud akan memberikan kuliah umum tentang per-Batak-an especially masalah marga. Gue saat itu inget apa yang dia kasitau, namun berhubung gue Short Term Memory, udahh aja sekarang lupa. :p

Hal terbodoh adalah saat kami sudah tidur dan Adit datang ingin tidur bareng kami namun tidak bisa karena kami mendengkur bagaikan sebuah paduan suara. Dia bilang,
"ahh ga bisa tidur gue wid, ga elu ga abang ga Saud, semuanya ngorok!" LOL.

2nd day trip in KarJaw.
Berbeda dengan kemarin, hari ini semua rombongan sudah mulai berhidung berbadan belang. Ada yang belang sepaha, belang lehernya, belang tangannya, belang aja pokoknya. Tapi tetep urusan panggilan alam di pagi hari ga ada lawannya. Dan apa boleh buat, di pagi itu giliran gue, Okke, dan Adit yang mesti ngantri di toilet. Iyaa.. Toilet masjid.. :Peace:

inilah penampakan masjidnya, masjid ini satu-satunya masjid yang tidak mengalami listrik padam

Di hari kedua ini rombongan terlihat overzealous. Bukan, bukan jealousZealous adalah kata lain dari spirit atau semangat. Untung kan dapat vocab baru? Makanya rajin-rajin baca blog gue bukan promosi.

Pagi yang cerah tidak seperti di hari yang pertama. Ada cahaya sang surya, ada canda dan tawa, dan mulai ada cerita cinta. Rombongan pun langsung merangsek masuk ke dermaga kecil dan melakukan persiapan sementara awak kapal dan tour guide melakukan pengecekan kelengkapan peralatan snorkeling. Dengan anggota kapal yang sama dengan yang kemarin, perjalanan di mulai dan diawali dengan snorkeling  di spot Menjangan Kecil.
Saatnya feeding fish! Kalau biasanya liat ikan di aquarium takut di deketin manusia, disini lain cerita pemirsa. Ikan-ikannya sangat bersahabat. Dan mungkin batasan akan manusia dan ikan itu sudah pudar disini, dan mungkin ikan berkata "wahh, ada ikan spesies baru berwarna hitam berambut kribo!" oke itu gue --> :afro:















Lanjut makan siang, awak kapal langsung membawa kami ke pulau Gliyang yang pantainya juga tidak kalah putih dengan pulau Cemara Besar. Tapi menurut gue sih masih lebih bagus pantainya Cemara Besar, ga tau kenapa. Hati gue udah tertinggal aja di pulau itu. *bukan AADC*







Menu masih sama, ikan bakar dengan bumbu minyak dan kecap manis ditambah nasi putih yang pulen dan hangat tidaaa lupa semangka yang segar! Tapi banyak hiburan lah disini.. Yaa pengalaman pertama anak-anak makan bulu babi lah, terus ada bapak yang joget-disco-all-out banget lahh, gue sampe bingung itu bapak emank doyan atau karena hidup di pulau terpencil jadi terbakar gitu emosinya denger Keong Racun, perlu digaris bawahi, baru suaranya loh yaa belum vokalisnya langsung. Jangan dibayangin kalo ada vokalis Keong Racun-nya langsung ya pemirsa. Gue rasa tuh bapak udah mati-lemas-joget-ngesot di tanah.



 



full team!
Rhesa, Ian Kasela, Marcel #wannabe
Seusai foto-foto, rombongan langsung bergegas ke spot snorkeling terakhir yaitu spot Gosong. Dari pulau Gliyangan cukup jauh memutar untuk mencapai ke spot ini. Rombongan di kapal yang gue naiki pun udah pada terkulai lemas. Sampai di spot hampir bingung karena spot ini ga seperti biasanya yang ada di deket pulau, spot ini berada di tengah lautan. Sempat ada ubur-ubur namun sudah di handle masberoh.














Lelah snorkeling dan hampir keram gue mutusin untuk naik kapal dulu istirahat sambil motoin temen-temen yang ada di bawah. Eh, si Henggar yang naik lalu lepas pelampung dan fin langsung nyeletuk,
      "Aduhh.. Gagal gue.."
      "Gagal? Gagal kenapa gar?", gue tanggepin
      "Adaa wiid.. ga apa..:malu:", masih malu-malu
      "Apaasii Gar..?", gue sedikit maksa
      "Gagal pipis gue..", ngomong juga si doi akhirnya :ngakaks
Mas Yitno yang denger langsung sigap nanggepin,
      "Ohh.. Iyaa mba.. Kalo di laut emank susah mba kalo mau pipis, padahal udah kebelet tapi tetep aja mba susah.. Tapi kalo konsentrasi biasanya sih bisa mba, cuma lama.. Yang saya ga pernah itu buang air besar di laut..", haha si mas Yitno jujur banget orangnya. Sadar mas, bukan ikann yaa tolooong..
       "Gue belum nih Gar, masih kesisa dikit kayanya..", balik nyebur

Kapal kami pergi duluan karena emank rombongan sudah puas dan jujur gue ga tega ngeliat si Fanisa (baca: tante) udah muntah sampai satu kantung plastik penuh. Ohh my.. :berbusa:
Anyhoo kapal kami langsung menuju Tanjung Gelam, tempat persinggahan terakhir kami di Karimun Jawa. Tanjung Gelam berada di sebelah barat pulau utama Karimun Jawa, dari sudut pulau ini kalian bisa menikmati sunset sebagai eksotisme sebuah pantai.
Belum sampai daratan, si Okke yang duduk di dok depan kapal bareng gue langsung bilang, "Tropical Land"..
Gue bilang,"Lost Island".. Yaa kali Lost Island.. haha..
Di sudut kiri pantai ini terdapat hamparan batu yang sangat unik, tapi nampaknya hanya gue, Okke, Adit, Abenk, dan Masberoh aja yang foto-foto disini.







Minum kelapa muda, makan gorengan, main kayang-kayangan, manjat pu'un kelapa, liat paus terdampar mama Eva dan papa Saud memadu kasih dibawah kapal, ketawa-ketiwi, ahh indahnya. Kami ingin menikmati semuanya karena sore itu adalah sore "terakhir" kami berada di Karimun Jawa. Namun karena mendung ketua rombongan memutuskan untuk balik ke dermaga kecil karena takut kemalaman dan pasang laut.

Berberes jua akhirnya semua rombongan setelah mandi, karena besok pagi-pagi sekali kami harus mengejar kapal. Mengejar kapal? Yaa, karena 2 hari yang lalu ada rombongan yang ketinggalan kapal dan hebatnya ada isu bahwa kapal ferry Muria yang mengangkut penumpang dari Karimun Jawa hanya menyediakan kuota 250 kursi, sedangkan saat keberangkatan kami kesini saja hampir 600 penumpang. Tapi hanya Iduy yang nampak terlihat stress karena dia adalah tour guide kami disini. :nohope:

Beres mandi dan packing, rombongan bergegas ke pusat oleh-oleh. Barang-barang yang dijual sih kurang lebih aja. Ga terlalu khas. Baju barong, pernak-pernik dari kerang, makanan olahan, senjata daerah, yahh yang begituan lah. Kembali ke motif travelling itu sendiri, lo lebih seneng "Buying Things" atau "Buying Experience".

Dimalam terakhir inilah rombongan semakin hangat, terlebih ada yang cinlok atau kita sebut saja Junar kepada Olive. Jadi saat yang lain main polisi-polisian, si Junar ini sibuk gitu tanya-tanya no.hapenya Olive.
      "Umm, no hapemu berapa liv? #uhuk..", ini yang dinamakan bertanya versi batuk
      "Ehh.. Beneraan mauu tauu?", dengan gaya khas oliv lahh yaa, dah pada tau kann
      "#uhuk beneran..", batuk lagi
      "Sini donk kalau mau minta nomor..", anak-anak langsung heboh, "sana Jun kalo mau 
minta nomor.. masa di balik sofa..?", yang lain pada neriakin Junar
      "Dari sini aja yaa..", malu-malu kuciang
      "Yaudahh dehh.. 0856.. 2497.. triple 97.."
      "0856.. 2977..", Junar mengulang
      "Ehh salahh.. 2497..", Oliv membenarkan
      "Ohh okee.. Tes yaa"
Pada saat itu kami agak stunning juga waktu si Junar bilang "tes yaa", kirain mau ngapain, ahh elah sekalinya nelpon Oliv donk buat mastiin.:ngakaks
      "bip bip bip", Junar mencet tombol BBnya
      "Hallo.. Angkat donk..",
      "Iyaa hallo.. udah kann.."
Malam itu habis buat ngetawain mereka berdua sampai tiga orang warga datang karena terganggu oleh kegaduhan yang kami buat :batasMana teman-teman yang main kartu di teras depan heboh juga pulak. Ahh mantap lah kombinasi.
Sampe gue mau nyusul Abenk di pulau kapuk pun si Junar masih giat melancarkan sepik-sepiknya ke Oliv yang pada saat itu mereka duduk dekat kasur kami.
      "Liv, ke alun-alun yuk!"
      "Ahh udah malam, ga di bolehin sama tante (Ibunda dari Gladys dan Dewi)"
      "Ini malam terakhir kita loh liv di Karimun Jawa, kapan lagi?", eddaann  sepiknya.
Gue udah ga sanggup nahan ketawa, pasang headset dan tidur karena paginya akan bertarung di dermaga besar Karimun Jawa.

Buat gue malam itu titik sampai disitu, namun teman-teman pasti punya cerita yang lain yang tentunya gue ga tau. Benar-benar harus tidur walaupun susah karena liburan sebenernya baru akan dimulai.. eh? :confused:




Traveling -
it leaves you speechless, then turns you into storyteller
                                                - Ibn Batuta





No comments: