Saturday, August 6, 2011

Karimun Jawa - The Mess Has Just Began


June 25th-26th, 2011

Semester enam pun telah usai. Adalah salah bagi seorang mahasiswa bila tidak menyusun itinerary liburan. Libur semester gue kali ini udah ter-schedule untuk magang/PKL/KP di sebuah lembaga pemerintahan atau sebut saja Direktorat Jenderal Keuangan Negara, oke skip.
Sebelum magang gue dimulai masih ada sekitar sepuluh hari untuk rehat sejenak dan itu rencananya bakal dipakai untuk liburan.

Pilihan untuk marcopolo kali ini jatuh ke Karimun Jawa, sebuah pulau di utara Jepara yang sangat exotic nan unyu. Sebenernya ini adalah wacana lama gue dengan Gladys yang hampir karatan dimakan zaman pemirsa. Tapi atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan atas hidayahnya lah akhirnya wacana ini terwuzud zua adanya.

Karimun Jawa Overview.
Nama Karimun berasal dari "kremun-kremun" atau yang artinya "samar-samar", singkatnya dulu Sunan Muria mengirim anaknya Amir Hasan a.k.a Sunan Nyamplungan ke pulau tersebut karena kenakalannya dan dia diperintahkan menyebarkan agama islam sampai berhasil, jika tidaa, tidaa ada kata pulang anak muda. Hahaha.

Karimun Jawa adalah sebuah pulau yang didampingi oleh gugusan kepulauan di sekitarnya. Ada banyak pulau di sebelah barat dan timur pulau Karimun Jawa. Antara lain ada pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Besar, Cemara Kecil, Gliyangan, Burung, Gosong, dan masih banyak pulau lainnya. Untuk menempuh pulau ini bisa dilalui dengan berbagai cara dan yang pasti harus melewati Semarang atau Jepara lalu menyebrangi lautan dengan kapal ferry "Muria" *cerita murianya ntar aja ya pemirsa* atau dengan kapal cepat "Kartini" untuk tiba di pulau Karimun Jawa.

Udah basa-basinya kelamaan. 

Itinerary and Travel.
cover boy wannabe :cool:
Hampir berabad-abad mencari tour and travel yang capable and competence serta dengan harga yang bersaing, akhirnya kami (gue, Utha, Henggar, Fanisa, Gladys) memutuskan memilih Karjaw Vacation. Karjaw Vacation bukanlah sebuah travel melainkan Tour Guiding yang digawangi oleh dua orang yang notabenenya empunya Bandung. 

the real backpacker :rolleyes:
Antara lain ada kang Anugerah Fitrah a.k.a Apit sama kang Yudi Supriyatna a.k.a IduyTour Guiding ini buat gue terbilang memberikan service yang mumpuni dilihat dari itinerary yang mereka siapkan, kalian bisa lihat sendiri itinerary yang disiapkan Karjaw Vacation di blog mereka. Hah? Ga tau itinerary? Itu lohh jadwal perjalanan. 

Sepokat dengan harga dan itinerary yang telah disiapkan, akhirnya kami harus rela melepaskan duit sejumlaa makan 3/5 bulan kepada pihak tour guide. Tak lama berselang hari, gue dapet sms dari Utha yang memberitahukan bahwa ada 20 orang yang berangkat dari Bandung dan ada 25 orang yang berangkat dari Jepara. Damn! 45 orang? Padet beudd!

Gue sempet berfikir kalo orangnya sebanyak itu takutnya ntar kalau lagi snorkeling pada estafeet gitu make peralatan snorkelingnya, atau satu pelampung buat 3 orang, atau bisa jadi pas lagi menuju ke salah satu pulau kapalnya bakal salto belakang dan jungkir balik. Ahh tapi demi menjaga kestabilan perasaan gue dan teman-teman, gue melupakan masalah quantity ini untuk sementara. Singkat cerita sampailah kepada sore dimana kami para rombongan bertemu.
Sore itu menjadi awal cerita yang tidaaa akan terlupakan.
Keberangkatan.
Sore di hari sabtu tanggal 25 Juni adalah jadwal keberangkatan rombongan trip Karimun Jawa. Pergilah gue ke kosan temen-temen yang ga begitu jauh dari posisi gue. Berjalan kaki dengan membawa carrier itu keren pemirsa! Hampir setengah jam nungguin taxi yang tak kunjung datang akhirnya kami memutuskan untuk berjalan ke depan dan akhirnya naik angkot yang whoahhhh super duper sesak bin semfit.

Sampailah di PO. Keramat Jati gue langsung heboh dan rasa-rasanya ingin salto belakang karena melihat ramainya calon penumpang yang udah mirip seperti antrian sembako. Si Utha dengan sigap langsung menghubungi tour guide a.k.a Iduy. Tak dinyana dia sedang berdiri menggunakan jaket andalannya yang berwarna abu-abu dan sedang dikelilingi berbagai jenis manusia yang nantinya bakal jadi temen seperjalanan kami. Ada yang cakep, ada yang cantik, ada yang wajahnya korupsi umur, ada yang seperti preman, ada yang bermata sipit Chinese, macem-macem dahh.

Perjalanan di mulai tepat pada pukul 18.10 WIB, dan bus mesti harus mesti menuju ke Dago dulu untuk menjemput keluarga bermata sipit Chinese yang ternyata adalah satu bus dengan kami. Masuknya mereka kedalam bus seperti invasi besar-besaran bangsa cina yang kita tahu bahwa "In the beginning, God made the Earth and the solar system. The rest is made in China". Gue yang saat itu duduk sendirian pun karena temen-temen gue duduk berpasang-pasangan -damn- terpaksa merelakan kursi di sebelah gue buat salah satu anggota keluarga ituh. Gue udah *fingercrossed* aja semoga bakal cantik nih sebelah gue, eh ternyata indescribable banget dah. Belum cukup sampai disitu, si doi ini nih pas diperjalanan tidurnya mendengkur lumayan merdu dan kepalanya selalu jatuh ke pundak gue. Padahal saat kepalanya jatuh di pundak, gue udah goyang-goyang samba dengan maksud #kode buat si doi supaya bangun. Tapi dia tetep keukeuh tidur lelap dan nikmat dengan mulut menganga lebar dan dengkuran merdu yang aduhai melambai.:( -perlu digaris bawahi dia ini adalah wanita pemirsa-

Clock ticking and we finally arrived at pelabuhan Kartini Jepara. I thought this pain finally over. Tapi ternyata sampai di pelabuhan adalah penderitaan sesungguhnya. Karena satu rombongan yang terdiri dari 45 penumpang, pihak ticketing enggan memberikan sejumlah tiket yang Iduy minta. Akhirnya Iduy hanya minta 30 tiket dan akhirnya mendapatkan sejumlah tiket tersebut, ujug-ujug rombongan yang dari Jogja yang akan bergabung dengan kita kebetulan datang dan Iduy meminta salah satu dari mereka untuk membeli karena Iduy sudah tidak mungkin melakukan pembelian karena pihak ticketing sudah mengenalinya.

Setelah tiket dibagikan ke rombongan kami langsung disuruh bergegas masuk kedalam kapal karena takut tidak mendapatkan tempat.
Kapal itu sungguuh panass as hot as hell. Berhampar manusia dimana-mana ga karuan, ada yang ga tau dah duduk atau bertapa, ada yang mungkin tidur atau baca mantra, ada yang mungkin berdoa sambil kayang, sumpah bener-bener awkward moment bangeud lah. Gue bareng temen-temen dan rombongan akhirnya memutuskan untuk hinggap di loteng sahaja menimbang di dalam ruangan terlalu panas dan pengap dan bisa jadi lo bakal mati karena ayan kalo diam berlama di dalam ruangan kapal. :berbusas
kapal ferry Muria
me and the gangs




Dan ternyata hinggap di loteng tidak seindah yang kami bayangkan. Enam jam terasa neraka karena si Matahari dengan ikhlas dan tiada henti-hentinya memancarkan sinarnya :sun:Untungnya pihak ABK berinisiatif mendirikan tenda di atas kapal tersebut sehingga kurang lebihnya mengurangi raungan sang matahari. Rombongan pun nampak terpisah-pisah di atas loteng kapal tersebut. Ada yang dapat tempat teduh, ada yang bertengger di pembatas kapal, ada yang sun bathing dekat dengan knalpot kapal, tidaa tergambarkan dengan kata-kata, lihat sahaja sendiri.

-foto-
hello, my name is Okke. phone numb.? ask me directly! panas nih!:metal:

Rd: gimana pops-nya? gigit ga rasa karinya? | Rz: ga diragukan lagi, pop up ur life!


terserah.. kali ini.. sungguh aku takkan peduli.. #MarcelWannabe

Rp: yah hidup sudah susah, senyumlah yg mampu meringankannya | Hs: yaa kaleee



Tuhan bersama mereka yang sabar 


Kedatangan.
Enam jam sudah dan tibalah di pelabuhan Karimun Jawa. Perasaan yang gundah gulana terombang-ambing in the middle of nowhere akhirnya hilang juga kareng sudah bertemu dengan daratan. Ekspresi para rombongan.

-foto-



Ab: finally, land after offshore
Gue dan rombongan diantar ke home stay tempat kami tinggal beberapa hari kedepan. Agak aneh memang tinggal bersama orang-orang yang belum kamu kenal sebelumnya, tapi itulah nikmatnya ngebolang, kalian bakal dapat temen baru. Istirahat sebentar dan berkenalan dengan rombongan yang lain lalu kami langsung berjalan-jalan ke alun-alun yang letaknya tidak begitu jauh dari home stay untuk menunggu kepulangan sang matahari keharibaan. Sunset jelas merupakan salah satu pesona lautan dan siapa yang mau ketinggalan moment sunset di pulau  seindah Karimun Jawa. Menikmati sunset dari dernaga kecil.











Malam pertama dihabiskan rombongan di alun-alun Karimun Jawa, bercanda tawa sambil mencoba kuliner khas Karimun Jawa. Voila..
bisa pake kartu ga mas?

Pindang Serani - kudapan khas Karimun Jawa

 

Gue yang dengan biadabnya menyantap pindang serani. Tapi sebelah gue jelas lebih biadab, mau minta punya orang lagi. Masih kurang Sein?

papa Saud dan mama Eva, yang paling kuat makan selain Husein
suasana saat makan bareng di alun-alun Karimun Jawa

Malam pertama biasa aja tapi gue yakin ada malam yang spesial di Karimun Jawa, namun ada beberapa hal yang pada saat itu terngiang-ngiang hingga beberapa hari kedepannya. Salah satunya gue excited aja berada ditengah-tengah orang-orang baru dengan latar belakang yang berbeda namun dengan tujuan yang sama. Salah duanya saat seseorang ngomong gini ke gue,
      "Olive itu ada kelas gua, ga nyangka satu rombongan.. Temennya itu dari dulu gua incer tapi sayang ga dapat2..", sapa yaa ini? :malus




Travelling -
it makes you lonely, then gives you a friend
                                   - Ibn Batuta




No comments: