Wednesday, August 31, 2011

Kapan Kawin / Nikah? – Sebuah Tinjauan Filosofis, Psikologis, dan Bisnis


Jadi beberapa hari ini di suasana lebaran, Twitter sempet rame dengan becandaan “Kapan kawin?”. Dan juga kemarin saat bertandang kerumah saudara untuk silaturahim, hampir 75% topik yang dibahas merupakan masalah pernikahan, perpacaran, perjombloan, dan per per lainnya yang masih berkerabat dekat dengan perkawinan. Ahh, skip!

Fenomena pertanyaan ‘Kapan kawin / nikah?’ adalah fenomena umum saat pertemuan-pertemuan keluarga ataupun reuni dengan teman. Dan menjelang Lebaran yang penuh dengan silaturahim, pertanyaan menyebalkan ini biasanya muncul. Which is cukup ironis kalo urutan ngomongnya “Minal Aidin Wal Faidzin ya jeeeung” *cipika cipiki* “Kapan kawin??” (BARU MINTA MAAF UDAH LANGSUNG BIKIN DOSA!! TAMPAR AJA! TAMPAR!)
Pertanyaan ini begitu jamaknya dan sungguh sporadis sampai kita mungkin sudah take it for granted, biasanya sih orang-orang bakal ngebecandain dan menyiapkan balasan yang lucu-lucu, contoh yang paling sesuatu banget adalah:
     "kapan nikah?"
     "May! Maybe yes, maybe no!"
Alhamdulillah gw ga pernah di tanyain gituh, in case gw masih muda gituh :p.
Eh, ga juga sii. Gw juga ujung-ujungnya ditanya deh tapi berkedok sesuatu diatas sesuatu, contoh:
     "Widi gimana ini kuliahnya? Udah semester berapa?"
     "Wah Alhamdulillah kuliahnya sesuatu banget nih. Sekarang udah semester 7."
     "Wah entar lagi kelar yaa. Alhamdulillah. Udah kepikiran mau kerja dimana nanti?"
     "Wahh, kebayang sii ada tapi biar waktu yang menjawab."
     "Semoga barokah yaa kerjanya nanti, udah kerja tinggal nikah. Udah ada calon belum?"
     "Semua wanita adalah calon. Hehe.."
Tapi gw pengen sok menganalisa fenomena ini lebih dalam, dari berbagai aspek.

Tuesday, August 30, 2011

Semacam Balada Di Penghujung Ramadhan, Udah Syawal Belon?

"Udah lebaran belon sii?"
"Besok masih puasa ga?"

Yaah kurang lebih pertanyaan-pertanyaan ini yang sedang berkembang di dunia maya dan di dunia nyata till this very moment. Atau ada juga yang ga sibuk bertanya melainkan memberi pandangan secara bijak.

"Yaa, kapan pun lebarannya hargailah perbedaan.."
"Bila kita yakin dengan apa yang kita yakini insyaallah tetap bernilai di mataNya, Tuhan maha mengerti.."

Yaa kurang lebih lagi seperti itu, kalian bisa kembangkan sendiri yaa model-model pandangan bijak yang lain. Atau ada juga pandangan yang diplomatis.

"Bagi yang lebaran hari ini semoga kembali ke fitri, bagi yang masih berpuasa kuatkanlah keyakinan kalian hingga akhir berbuka.."
"Rumah sebelah udah wangi aroma makanan, lepas hidung dulu ahh lempar ke sebelah. Selamat Hari Raya yaa, semoga saya kuat menunaikan ibadah puasa.."

Yaa, sekali lagi temen-temen bisa kembangkan sendiri pola pandang yang sedang beredar di bumi Indonesia dewasa ini. Atau ada juga yang didesak dengan rentetan pertanyaan dan akhirnya angkat suara.

"Banyak yang protes ke saya. Mereka mengatakan lebaran hari inilah yang benar. Ya udh silahkan anda bilang gitu, saya sih ga berani ngomong gitu. Allah Maha Tau."

Oke, gw sendiri termasuk yang berlebaran di hari selasa ini bukan rabu besok. Ada beberapa alasan sih tapi jelas keluarga gw dari jaman engkongnya engkong masih hidup emank lebih ikut ke Muhammadiyah.
Keputusan esok sebagai hari raya Idul Fitri bagi warga Muhammadiyah didasarkan pada, bahwa Ijtimak menjelang Syawal 1432 H terjadi pada hari Senin 29 Agustus 2011 M pukul 10:05:16 WIB. Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f= -07°48¢dan l= 110°21¢BT) adalah ­+01°49¢57² (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam hilal sudah berada di atas ufuk.
Diatas adalah hasil hisab yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dimana menetapkan tanggal 1 Syawwal 1432 H jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011 MMaklumat Muhammadiyah tentang penetapan awal ramadhan itu ditandatangani oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Agung Danarto.

Monday, August 22, 2011

LDR Itu Semacam Hubungan Jarak Jauh..


Okay, ini 2011 dan kayanya belum asik kalo belum ngebahas topik LDR (Long Distance Relationship)…
Gw pengen share tapi berhubung 140 karakter tidak cukup untuk menjelaskan posisi gw, gw tulis di blog aja deh :Peace:
Posisi gw jelas: gak setuju sama LDR. Kekecualian untuk yang sudah menikah, itupun menurut gw gak boleh terlalu lama. Dan mungkin sekarang gw sekali lagi harus mengesampingkan pendapat dan teori gw tentang LDR ini karena kehadiran seseorang. Apakah dia bener-bener bisa meruntuhkan semua teori gw atau ga, we'll see. Sejauh ini all izz well lahh yaa.. skip!

Banyak orang bilang jaman sekarang LDR udah gak masalah, karena teknologi. Ada broadband internet, ada Skype, Twitter, dll, dll.
Tapi menurut gw, teknologi internet kayak apapun, tidak bisa menggantikan “kehadiran fisik”. Dan pendapat gw ini tidak hanya didasarkan pengalaman pribadi (pernah gagal LDR), tapi juga berdasarkan begitu banyak artikel biologi yang pernah gua baca.

Cinta Harus Mati


Yup, cinta harus mati. Itu adalah sebuah keniscayaan.
Kalau cinta adalah rasa menggebu-gebu, keringat dingin, deg-degan, susah tidur, tai kucing rasa coklat, romantic dinner dengan lilin, berpandang2an semalaman sampai jereng, dan buket bunga mawar, maka cinta harus mati. Dan akan mati.
Tahap “infatuation”, “passionate love”, saat-saat awal manusia jatuh cinta dan tergila-gila, secara neuroscience tidak ada bedanya dengan kondisi “high on drugs”. Otak kita dibanjiri hormon-hormon yang memberi rasa senang melayang, tidak ada bedanya mungkin dengan efek narkoba. Masalahnya di artikel yang pernah gw baca, yang namanya “high” itu tidak bisa dipertahankan terus2an secara perspektif medis. Otak harus kembali ke equilibriumnya. Di buku “Happiness Hypothesis” oleh Jonathan Haidt disebutkan, saat passionate love padam, di sinilah tragedi cinta sering terjadi.
Karena kita kemudian mengira “high” itulah keadaan cinta sejati. Dan hilangnya “high” itu membuat kita mengira cinta sudah mati. Untuk selamanya. Dan kemudian kita mencari cinta baru yang bisa memberikan “high” itu.
Cinta memang harus mati. Karena dia harus memberi tempat untuk lahirnya sang pengganti, yaitu cinta lain yang tidak memabukkan, tetapi memberi rasa tentram, aman, dan “companionship” (gak ada kata yang tepat untuk menterjemahkan “companionship”, karena ‘pertemanan’ dan ‘persahabatan’ juga kurang pas. Kalo gw boleh bikin kata sendiri, yang pas itu ‘perpendampingan’, dari kata ‘pendamping’)
Dan dalam cinta fase kedua inilah, menurut Jonathan Haidt, sebuah hubungan menjadi lebih tahan lama, dan membahagiakan. Dalam perpendampingan sudah tidak ada mabuk atau “high” yang ‘seru’ seperti di film-film romantis, dan ia menjadi ekuilibrium itu sendiri.
‘Cinta’ memang harus mati. Masalahnya, apakah kita sabar menantikan reinkarnasinya.
(Gw sendiri bukan ahlinya cinta, hanya share apa yang pernah gw baca :D)

Saturday, August 20, 2011

angkat bang

angkat bang by viniwidivici's snapshOt!

angkat bang, a photo by viniwidivici's snapshOt! on Flickr.
Andai saja pemerintah merasakan betapa licinnya lendir yang pekat nan hitam inih.. Andai saja..

Wednesday, August 17, 2011

Manfaat dan Keutamaan Shalat Tarawih

Ramadhan adalah bulan yang penuh barokah maghfiroh, bulan yang penuh ganjaran di mana setiap amal ibadah manusia akan di lipat gandakan, apalagi di malam-malamnya.
Dalam Riwayat Al-Muslim :
“Semua amal anak Adam dilipat gandakan pahalanya, setiap kebaikan 10 kali lipat, hingga 700 kali, kecuali puasa Akulah (ALLAH) yang membalasnya, sebab ia meninggalkan syahwat dan makan minumnya hanya karena Aku, dan baginya ada dua kegembiraan pertama ketika berbuka dan kedua ketika berjumpa Tuhannya. Sungguh bau mulutnya, bagi Allah melebihi harumnya kasturi”
Marilah kita semua meningkatkan ibadah di bulan puasa ini dengan banyak beramal dan beribadah dengan ikhlas dan saling memaafkan.
Salah satu ibadah yang bisa ditingkatkan di bulan ramadhan ini adalah shalat tarawih yang biasa dilaksanaan setelah shalat isya yang juga ternyata mengandung banyak manfaat-manfaat dan juga keutamaan jika dijalankan.
Berikut ini Manfaat dan Keutamaan dalam Shalat Tarawih yang disabdakan Rosulullah SAW. Diriwayatkan oleh Saidina Ali Bin Abi Tholib R.A Dan dikutip dari Kitab : Durrotun Nashihin Hal : 18 – 19, w-magz.co.cc

Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

Alhamdulillah beberapa hari di bulan ramadhan telah kita lewati, bukan beberapa bulan lagi, melainkan telah separuh lebih dari bulan ramadhan telah kita lewati. Fasting is too fast, isn't it?
Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Di bulan ini semua orang berlomba – lomba mendapatkan pahala dari berbagai ibadah dan perbuatan baik, terutama puasa. Seperti yang saya katakan sebelumnya, sudah separuh bulan lebih kita menjalani ibadah puasa. Tetapi ironis nya, masih ada banyak orang yang berpuasa tapi meninggalkan shalat (semoga kita tidak termasuk ya :D).
Shalat merupakan kewajiban mutlak bagi umat islam. Saat bulan ramadhan ataupun bulan lainnya, shalat memang sudah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Mari kita lihat Rukun Islam :

Wednesday, August 10, 2011

Ketulusan vs. Hasil Akhir, Penting Mana?


Ebuset, produktif amat nih gw, sehari ngepost 2 biji!
Tapi emang kebetulan lagi ada topiknya siiih. Plus lagi sendirian aja. Ya why not.
Jadi beberapa hari yang lalu terjadi fenomena menarik di dunia Twitter. Di awali dengan kemunculan akun @gerychocolatos (tau kan, snack coklat dengan Nikita Willy sebagai bintang iklannya. Nggak senyebelin Sozis sih iklan2nya…) Merek produk punya akun Twitter sih sudah biasa, tetapi bedanya yang ini lahir dengan iming-iming “Kalau follow akun ini, Gery Chocolatos akan menyumbang Rp 100 per follower untuk baju lebaran anak jalanan.” Bahkan belakangan tawaran dinaikkan menjadi Rp 500 per follower!
Dan di dunia Twitter terbentuk dua kubu.

Everybody is a dancer. With uncertainties!


Where would you be 10 years from now?
Yeah, I briefly mentioned about this question in my twitter's last post. But I think I want to write some more about its significance.
Of course, I was half-joking about the stupidity of the question. The question can be stupid or HALF-stupid depending on the intent. If the intent is to predict where I will be in 10 year time, that would classify as a “full stupid” question. Because anyone’s prediction is as good as a monkey’s, which I will come back to this later. But if the question is about my ambition, then the question is “half stupid”. A plan consists of a big part our plan plus our effort. BUT the other bigger part is external forces beyond our control. That’s why people say “Insya Allah”, “God Willing”, or “If circumstances allow…” (whatever your belief is:D), to acknowledge the uncertainty elements that can ruin, or catapult us to great success, overnight.
But let’s get back to prediction.
One of the most important, life-changing personal enlightenments of mine is the notion of “prediction.” I used to believe in experts, analysts, futurolog, their analytical skill and their ability to forecast, predict the future, based on their knowledge. Surely they are different from fortune-tellers, tarot card readers, and astrology because they are “scientific”?
But then I stumbled across two great books about uncertainty, “Fooled by Randomness” and “The Black Swan”, both by Nicolas Nassim Taleb. The Black Swan has received glittering reviews all over, and even considered to be an instant “classic”. Taleb’s sarcastic, no holds barred style also make the books good reading.
I don’t remember ALL the key concepts from the books, but two key ideas stick to my mind:

Sunday, August 7, 2011

Garuda Di Dadaku, Bendera Malaysia Di Tanah Airku


Kemarin ada berita agak mengejutkan di TV. Seorang kepala desa (Desa Mungguk Gelombang) di Kalimantan Barat yang tinggal di perbatasan mengancam akan mengibarkan bendera Malaysia. Alasannya: pemerintah pusat tidak memperhatikan nasib mereka. Jalan darat penghubung ke kota yang penting untuk penghidupan mereka sudah lama rusak berat. Selain itu, pemerintah Malaysia sering memberikan bantuan dan rayuan manis manja (halah…), sampai membangun sarana air bersih bagi mereka.
Mungkin dulu saat lebih muda (uhuk), gw akan cepat marah terhadap ancaman kepala desa itu. “APA? PENGKHIANAT! KIRIMKAN PESAWAT TEMPUR, TANK, & IVAN GUNAWAN UNTUK MENUMPAS MAKAR!!” Tetapi sekarang, gw mencoba melihat masalah ini tidak secara hitam-putih lagi.
Jangan salah, gw tetap fanatik NKRI walaupun gw udah apatis banget sama pemerintahnya:capedes. Menurut gw Indonesia ini negara besar dan kaya, yang kalau bersatu dan dijalankan oleh pemerintah yang ‘bener’ bisa menjadi kekuatan ekonomi besar di regional Asia Tenggara. Dan gw mencintai negeri tempat gw dilahirkan ini. :iloveindonesias
Hanya saja dalam kasus Kepala Desa Mungguk Gelombang di atas, gw mencoba empati dengan situasi yang dihadapi. Kalau gw di posisi mereka, di mana gw jarang (atau bahkan tidak pernah) merasakan perhatian atau pembangunan dari pemerintah, maka wajar gw bertanya, “Buat apa pemerintah?” Apalagi ada pemerintah “lain” yang memberikan bujuk rayu manis, semanis Upin & Ipin (dengan asumsi Upin & Ipin bisa dibilang manis. Gw bilang sih kayak oversized Tuyul. Dan kenapa juga pembahasan jadi melenceng ke sini….)


Dan gw jadi memikirkan ulang konsep “Nasionalisme”. Nasionalisme, dalam perspektif sempit, seringkali diartikan sebagai “cinta satu arah seorang warga negara kepada negerinya”. Menjadi nasionalis artinya cinta negeri habis-habisan, Garuda di dadaku, harga mati! Dan pengertian sempit ini, walaupun tidak salah sepenuhnya, tetapi memberikan gambaran yang satu dimensi, tentang realita yang multi-dimensi dan kompleks.

Tiga Fase Utama Romansa


Karena sekarang gue mau berbagi salah satu pengetahuan terpenting dalam percintaan.
Ini FAKTA yang gue dan beberapa teman gue analisa dari total ratusan kasus pribadi.

Yaitu bahwa setiap kasus percintaan atau romansa itu terdiri dari TIGA BUAH FASE utama.
Pengetahuan ini krusial banget, karena bisa mengubah Pola Pikir dan Pola Aksi kalian secara total!

Orang selalu berfikir kalau mau punya hubungan cinta, ya harus bersikap manis dan romantis dari awal.
Ada juga yang menunjukkan gaya mapan dan gentleman supaya gebetannya jadi kepincut.
Ada yang coba bersikap sok idaman, kalem, penyayang dan serba perhatian.
Kalian pasti sering melakukan hal-hal begitu 'kan...

Nah apa yang terjadi kemudian?

mau nembak cewe baca ini dulu... :)


Cowok adalah sosok mahluk yang diciptakan untuk selalu optimis. Termasuk masalah jodoh dalam rangka ngedapetin pasangan hidup. Jadi kalo elu ga optimis, wahh patut dipertanyakan tuh ke-cowoan lo. Dibawah ini hasil Logika Matematika gue guys *padahal mata kuliah yang berbau kalkulus, matematika ekon, ekon manajerial, statistik, dan bla bla bla maksimal cuma C+. Jadi kesimfulannya gue bo'ong* haha. Semoga manfaat buat cowok-cowok yang mo ngomong sama si cewek yang udah lama diincer. Yang penting... Inget aja kalo cowok harus selalu optimis.
OK bring it on....

Saturday, August 6, 2011

Karimun Jawa - The Mess Has Just Began


June 25th-26th, 2011

Semester enam pun telah usai. Adalah salah bagi seorang mahasiswa bila tidak menyusun itinerary liburan. Libur semester gue kali ini udah ter-schedule untuk magang/PKL/KP di sebuah lembaga pemerintahan atau sebut saja Direktorat Jenderal Keuangan Negara, oke skip.
Sebelum magang gue dimulai masih ada sekitar sepuluh hari untuk rehat sejenak dan itu rencananya bakal dipakai untuk liburan.

Pilihan untuk marcopolo kali ini jatuh ke Karimun Jawa, sebuah pulau di utara Jepara yang sangat exotic nan unyu. Sebenernya ini adalah wacana lama gue dengan Gladys yang hampir karatan dimakan zaman pemirsa. Tapi atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan atas hidayahnya lah akhirnya wacana ini terwuzud zua adanya.

Karimun Jawa Overview.
Nama Karimun berasal dari "kremun-kremun" atau yang artinya "samar-samar", singkatnya dulu Sunan Muria mengirim anaknya Amir Hasan a.k.a Sunan Nyamplungan ke pulau tersebut karena kenakalannya dan dia diperintahkan menyebarkan agama islam sampai berhasil, jika tidaa, tidaa ada kata pulang anak muda. Hahaha.

Karimun Jawa adalah sebuah pulau yang didampingi oleh gugusan kepulauan di sekitarnya. Ada banyak pulau di sebelah barat dan timur pulau Karimun Jawa. Antara lain ada pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Besar, Cemara Kecil, Gliyangan, Burung, Gosong, dan masih banyak pulau lainnya. Untuk menempuh pulau ini bisa dilalui dengan berbagai cara dan yang pasti harus melewati Semarang atau Jepara lalu menyebrangi lautan dengan kapal ferry "Muria" *cerita murianya ntar aja ya pemirsa* atau dengan kapal cepat "Kartini" untuk tiba di pulau Karimun Jawa.

Udah basa-basinya kelamaan. 

Itinerary and Travel.
cover boy wannabe :cool:
Hampir berabad-abad mencari tour and travel yang capable and competence serta dengan harga yang bersaing, akhirnya kami (gue, Utha, Henggar, Fanisa, Gladys) memutuskan memilih Karjaw Vacation. Karjaw Vacation bukanlah sebuah travel melainkan Tour Guiding yang digawangi oleh dua orang yang notabenenya empunya Bandung. 

the real backpacker :rolleyes:
Antara lain ada kang Anugerah Fitrah a.k.a Apit sama kang Yudi Supriyatna a.k.a IduyTour Guiding ini buat gue terbilang memberikan service yang mumpuni dilihat dari itinerary yang mereka siapkan, kalian bisa lihat sendiri itinerary yang disiapkan Karjaw Vacation di blog mereka. Hah? Ga tau itinerary? Itu lohh jadwal perjalanan. 

Sepokat dengan harga dan itinerary yang telah disiapkan, akhirnya kami harus rela melepaskan duit sejumlaa makan 3/5 bulan kepada pihak tour guide. Tak lama berselang hari, gue dapet sms dari Utha yang memberitahukan bahwa ada 20 orang yang berangkat dari Bandung dan ada 25 orang yang berangkat dari Jepara. Damn! 45 orang? Padet beudd!

Gue sempet berfikir kalo orangnya sebanyak itu takutnya ntar kalau lagi snorkeling pada estafeet gitu make peralatan snorkelingnya, atau satu pelampung buat 3 orang, atau bisa jadi pas lagi menuju ke salah satu pulau kapalnya bakal salto belakang dan jungkir balik. Ahh tapi demi menjaga kestabilan perasaan gue dan teman-teman, gue melupakan masalah quantity ini untuk sementara. Singkat cerita sampailah kepada sore dimana kami para rombongan bertemu.
Sore itu menjadi awal cerita yang tidaaa akan terlupakan.

Wednesday, August 3, 2011

Karimun Jawa - We Called It Paradise

June 27th-28th, 2011


Soundtrack Dora The Explorer was just a song in my head, stuck and reply, like --> *mau kemana kita mau kemana kita*. Setelah beristirahat pulas karena perjalanan darat dan laut yang cukup membuat galau, di hari kedua ini sesuai dengan rencana gue dan rombongan akan memulai trip di kepulauan sekitar pulau Karimun Jawa. Rombongan udah kudu siap jam 8 pagi demi efisiensi dan efektivitas perjalanan. Naahh.. karena mesti siap jam 8 pagi, rombongan yang nota-bene-nya lelah sangat setelah perjalanan, pada bangun telat. Dan nampaknya pemirsa bisa nebak hal manusiawi apa yang terjadi di pagi hari kepada anak Adam dan Hawa. Panggilan alam pemirsa atau bisa dibilang sakit perut. Toilet jadi tempat favorit di pagi hari, untungnya gue udah bangun pagi-pagi sekali.
Buat gue : "Pup mempunyai tingkat urgensi lebih tinggi sedikit ketimbang tidur."

Buat masalah panggilan alam ini emank semua orang bakal strive for the best. Ada papa Saud yang sampe numpang toilet rumah pemilik homestay, ada yang numpang di masjid, ada yang mungkin nunggu toilet homestay sambil genggam batu sekuat tenaga! :kagets:


1st day trip in KarJaw.
Ngaret dikit dan akhirnya rombongan sampai dermaga jam 08.15. Di Karimun Jawa ini keselamatan adalah hal yang utama sekali sehingga para rombongan yang akan melakukan tour diberi pelampung dan selama perjalanan disarankan untuk mengenakan pelampung.





Pertama-tama rombongan dibawa ke pulau Menjangan Besar untuk bersapa salam dan temu kangen dengan temen-temen. Temen-temen? Iyaa temen-temen yang dimaksud adalah ikan hiu yang berada di penangkaran hiu di pulau tersebut. Kecil-kecil sih ikan hiunya, yang paling besar hanya seukuran kaki manusia kog. Jangan "keep bleeding" yaa kalo masuk kolam penangkaran hiunya. Kali aja ntar dicokot, mana kita tahu kan pemirsa. :takuts

Karimun Jawa - #SAKAU (Sakit Karena Engkau)

June 29th-July 1st, 2011

Shocking Moment!
Masih pada inget kan sebelumnya isu yang berkaitan dengan kuantitas angkutan kapal ferry Muria yang dibatasi hanya 250 kursi? Itu bukanlah isu. Semalam Iduy sempat stress karena sibuk mengurus tiket pulang rombongan. Dengan bantuan mas tuan Takur yang sudah sejak jam 11 malam hingga subuh jam 4 pagi mengantri tiket, Iduy bisa sedikit istirahat di-mana-gue-ga-tau. Gue yang sebelum subuh menyapa udah heran dengan movement tante yang bangunin anak-anak, sempat ngobrol dengan mas Takur.
      "Aku udah dari semalam mas nungguin di dermaga, ini sekarang bingung si Iduy ga ada. Dia cuman ngandelin aku ee mas, ini sekarang lagi di gantiin temen ngantri di dermaga..", suara mas Takur terdengar sedikit emosional.:mads
      "Lah de, mas Iduy ga tidur disini?", tanya pak Afif ke gue dan kebetulan beliau ketua RT.
      "Ga ada pak di dalam, biasanya sih dia tidur di sofa, tapi dari semalam pergi ga tau 
kemana, mungkin di mas Jambrong.." 
      "Ada nomor hapenya mas Iduy ga?", mas Takur nanya
Kebetulan gue ada dan langsung kasih nomor ke mas Takur, ga lama setelah dihubungi Iduy pun datang naik motor mio. Tante dan Dewi yang pagi itu sudah siap stildull langsung nge-tag motor mio yang dikendarai salah satu mba-mba pengurus homestay. Mereka langsung straight forward ke dermaga sambil membawa makanan bakal rombongan nanti.

Gue dan temen-temen yang udah siap langsung nyusul ke TKP. Disana udah ada Abenk yang tadi pergi bareng Iduy dan sedang gantiin Iduy buat antri tiket. Tante dan Dewi sudah masuk kedalam kapal ferry karena mereka datang sebelum ada penjaga, saat kami datang sudah ada penjaga. Didalam suatu cerita pemirsa, ditengah-tengah kepanikan, pasti ada saja karakter yang sedemikian rupa sehingga membuat salah satu atau semua rombongan  kuatir. Saat itu gue mikirin Husein yang bermasalah dengan perutnya. Ohh God..:capedes Orang ini.. Gue nobatin dia sebagai penjahat of the year setelah saat daytrip dia berhasil nangkap ikan didalam kresek. Dan pagi itu dia bermasalah dengan perut karena pola makannya yang ga manusiawi.

Tempat antrian sempat dipindah-pindah oleh pihak kapal. Sudah seperti tahanan saja para pengantri berjalan karena saling memegang pundak agar tidak kecolongan antrian. Dan setelah hampir empat jam mengantri, rombongan kami tidak mendapatkan tiket. Dengar-dengar hanya tiga orang antrian terdepan saja yang kebagian tiket. Sisanya? Gigit jari! :(

Karimun Jawa - We Beat It Together #gengMuria

July 1st-2nd, 2011

A Way Back to Semarang from Jepara.
Jepara pagi itu lumayan dingin. Dingin karena angin laut yang masih kencang dan menusuk tulang, dan sepertinya Jepara baru saja diguyur hujan. Kami sungguh bersyukur karena setelah enam jam di lautan akhirnya kami bisa menginjkan kaki di daratan. Saat itu juga, rombongan langusung terbagi dua. Ada yang harus balik ke Jogja dan ada yang harus balik ke Bandung. Mereka yang harus pulang ke Jogja tak lain dan tak bukan ada si Reza dan Tiara, Ridho dan Mia, Ripo dan si Hussein penjahat of the year. Travel  yang mereka pesan sudah datang dan mereka langsung cabut ke Jogja. Kami pun setelah beres-beres langsung berangkat menuju terminal bus di Jepara dengan menaiki becak untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung sesuai rencana.



setir yang hampir di tengah
Tak perlu berlama-lama di terminal. Sudah minum teh manis yang hangat, sudah sarapan. Kami langsung cabut ke Jepara. Kesan pertama naik ELF (bus mini) yang disupir langsung oleh empunya adalah "wow! Gue masih single!":(. Gila yang nyupir. Sedikit info, supirnya gila-gilaan nyupirnya. Hantam kiri, banting setir ke kanan. Terlebih hal yang paling gokil adalah kemudi atau setir mobilnya tidak berada tepat di depan supirnya atau di sisi kanan mobil. Melainkan di tengah, di sisi tengah mobil. Ga di tengah banget sih, tapi hampir simetris. Supirnya pun memiringkan badannya saat menyetir. Siap-siap aja kebanting ke kanan dan ke kiri apalagi kalo ga dapet tempat duduk. Waktu itu yang ga dapet tempat duduk si Iduy. Tangannya sih berpegegangan ke pegangan tangan yang berada di atas bis itu. Tapi badannya kemana-mana pemirsa. Menahan kantuk nampaknya. Matanya? Merah banget seperti itu tuh, hantu yang ada di film horor Insidious yang muka, badan, dan matanya semuanya merah. Di depan gue masih jelas terlihat Okke dan Oliv yang duduk berdua dan dengan mesranya Okke mendekap dan memegang tangan Oliv. Ahh cukup.. Bikin iri.. :nohope:



Sekitar jam sembilan lewat sedikit kami sudah tiba di stasiun tawang. Wahh ga kebayang tuh wajahnya temen-temen yang sumringah karena mau beli tiket kereta balik ke Bandung dan bakal jalan-jalan dulu di seantero Semarang. Semarang yang notabene-nya salah satu kota dengan bangunan-bangunan tua terbesar di Indonesia. Sejauh mata memandang hanya bangunan ber-arsitektur Belanda yang benar-benar merupakan pemandangan langka. Jauh berbeda dengan Bandung yang hanya sebagian kecil dari kotanya saja yang merupakan peninggalan Belanda.


Oke balik ke stasiun Tawang..

Karimun Jawa - Photo Gallery


rokok andalan Jepara dan Karimun Jawa:iloveindonesias
sate cumi, nyam!

suasana solat berjamaah di satu-satunya masjid yang nyala 24 jam

ini es krim khas karjaw, ada aroma pandan gitu dehh wangii semriwiiing..