Saturday, June 25, 2011

ANF - Layanan Masyarakat

Tak usah bercakap-cakap panjang lagi lah.. Ini adalah salah satu project dari jagoan-jagoan di kota Balikpapan, kota kaya nan indah yang mempunyai salah satu BUMN yang menjadi tumpuan hidup orang banyak. Iyaa PLN. Tapi di kota Balikpapan PLN bukanlah Perusahaan Listrik Negara, melainkan Perusahaan Lilin Negara! :nohope:

Dan klip dibawah ini bakal mewakili sebahagian perasaan masyarakat kota Balikpapan. Perasaan bidol -bikin dongkol- karena layanan masyarakat yang agak-agak kurang pembaca. Padahal kota yang kaya! :bata

Bagi yang ingin nyanyi bareng, lirik terlampir dibawah. Check it out, Astrid and friends.

ANF - Layanan Masyarakat from pinamoosh on Vimeo.



lelah memikirkan kata
kata yang indah
tuk malam cerah

terlintas
di angan manusia
jua tak bisa
mengungkapkannya

langit berbinar nan megah
dengan rasinya
dan critanya

menjadi
entertainer setia
saat cahaya
kota tak kunjung adaa ..

layanan masyarakat
semakin payah

kau rakyat janganlah murka

langit yang membentang
berjuta bintang
sirnalah semua derita

sirnalah semua derita


*outro

listrik mati tak mengapa
slama masih ada bintang disana

jauhkan resah
hilangkan gundah

slama masih ada
bintang di atas sana


jagonya :

kamera: sumasiapa | artwork: irenariyadi
direktor: darkula



Tuesday, June 21, 2011

Joyeux Anniversaire, ma Soeur est Belle

Jujur yaa, akika ga bisa bahasa perancis kog. Dan judul yang diatas itu sumfaa pake google translate yang artinya, "Selamat Ulang Tahun Kakakku yang Cantik". Dan mungkin kalo diartiin balik mungkin artinya bakal beda, mungkin artinya jadi "Silahkan Salto Belakang Mbak" atau bisa juga "Selamat Hari Burung" atau mungkin yang lain. :ngakaks
ucapan ultah buat si doi
dikira temen akika, kakak akika si Rebecca Black :gila:
Yaa, hari ini 21 Juni 2011 mba akika Rina Yuniati ulang tahun, ahh agak aneh kalo ulang tahun, kita ganti birthday aja kali yak! Lebih keren dan tidak ada pengulangan. Birthday yang ke berapa mba?
27..? 26..? 25..? 24..? 23..? kapan nikah..? *ups lupakan* akika menyentuh bagian paling sensitif dari wanita, angka dan perjalan hidup.. :Peace:

Eniweeii tudewaaii baassweeii mba Rina ini bukan mba akika yang sebenarnya, tapi bukan berarti beliau ini Rina KW 1, KW zuperb atau KW special. Haha.. Kalo bahasa gaulnya sekarang sii bisa dibilang "kakak ketemu gede". Bukan-bukan, kami tidak ada hubungan gelap chatting di kamar matiin lampu, atau hubungan berondong-to-the-jagung or combro-to-the-jomblo, hell yes sama sekalee bukan pembaca yang budiman (baca : manusia berbudi). She dated with my brotha for years by years and I didn't know exactly how much years they had spent togethaarr. But on my first sight nih yee, cukup lama sii sehingga sekiranya pembaca melihat mereka, adalah terbangun kemistri kalau bahasa gaul to the max-nya sekarang.

Tapi since they've been broken it doesn't mean kita berputus-putusan hubungan, ooo tentu tidaa sama sekalee. Dia tetap kakak wanita akika. Dan selain dia pernah dekat sama kakak akika ada satu moment yang membuat akika menobatkan -awards- beliau menjadi salah satu orang berharga dalam hidup akika, moment saat akika birthday. Bertahun-tahun akika birthday acara rutinnya adalah syukuran dengan makan bareng bersama keluarga akika yang mini nan unyu. Jangankan bachelor party dengan wanita seksi, pesta kembang api pun tidaa ada pembaca, atau balon-balon yang menari-nari yang akan menjadi achievement tertinggi bagi anak kecil dan kawula muda pada umumnya. Kue tart? itu adalah pertanyaan bodoh of the year. Yaa paling dapat kado dari beberapa orang yang pernah datang dan pernah dekat. Dan mereka pergi lagi mengubur akika sendiri disini. -plis bukan saatnya curcol-

Tapi tahun lalu dia memberikan kejutan buat akika, kejutan yang tidaa akan akika lupakan sepanjang masa sepanjang kasih ibu kepada akika.
Halah.. -capek sumfaa pake akika, ganti dehh-
20 tahun hidup tanpa kejutan di hari birthday (masih inget kan gue ganti ultah dengan birthday) membuat gue buta dan ga kenal sama yang namanya birthday surprise. Yaa tapi emank hanya sedikit orang sahaja sii yang tau tanggal lahir gue, yang inget dan yang spesial-spesial sahaja. Sehingga jikalau ada teman dan atau sahabat yang lagi dapet birthday surprise gue cuma gini nih,


               "Ohh, si doi ultah?"
               "Pada ngasih kado apa?"
               "Dikerjain abis-abisan ga si doi?"

Tapi hari itu berubah, hari dimana gue merubah pandangan gue yang flat akan birthday suprise menjadi pandangan yang zauh lebih baik dan zauh berbeza. Hari dimana gue terbangun di pagi hari  dengan sebuah birthday surprise menanti. -sayang banget ga ada dokumentasinya dan tartnya udah ludes dalam kedipan mata-

               Sebongkah tart di pagi hari
               Yang memaksa jiwa ini terperanjat
               Membebaskan kekosongan hati
               Memberikan pandangan baru di kemudian hari
               Ohh andai saja hari berbalas hari
               Izinkan hati membalas budi
               Memberi tart di pagi hari
               Agar menjadi semangat di kemudian hari
               Untuk kakak tercinta Rina Yuniati.

Semoga hari berbalas hari ya mba dan gayung bersambut tangan. *loh?
Semoga di hari yang lain bisa ngasih tart ke mba dan kalo emank gayung bersambut tangan lagi alias jodoh, semoga mba beneran jadi sister in crime akika. Ga ding sister in law:malus

Met milad mba Rina Yuniati, hope Allah will always guide you in you every single step and make the rest of your life better than before.

Dan itung jari aja, kakak gue juga bakal ultah.. Penasaran? Ini mereka..


Cantiks dan Cakeps bukan? :wowcantik hehe.. Siapa dulu? Gueee.... *loh?

nb: maaf jikalau foto yang ditampilkan 
      membangkitkan kenangan 
      masing-masing
      pribadi.

Sunday, June 19, 2011

Ibu Siami, dan Kejujuran Yang Terusir Itu


Shock membaca, dan menonton, berita tentang Ibu Siami. Seorang ibu yang berani menentang dan mengungkapkan ketika sekolah putranya malah menganjurkan melakukan “nyontek massal”. Alih-alih dibela, justru Ibu Siami dicerca oleh warga sekitar, dan bahkan sampai DIUSIR dari tempat mereka tinggal. Gw juga dalam masa pendidikan ini ga bersih-bersih amat sii. Jelas saat SD gw ga nyotek karena notabenenya masih anak baik. Masa-masa SMP dan SMA masa gw menikmati ilmu contek-menyontek, dan memang disitulah nikmatnya masa SMP dan SMA. Tahu bahwa menyontek tidak menjamin masa depan gw, akhirnya gw putuskan kuliah dengan hasil yang bersih (disamping tidak bisa nyontek lantaran satu ruang ujian isinya jarang dan pengawasnya mata dewa). Tapi seenggaknya gw ga nyontek massal dan terstruktur dari sekolahan. Nyontek ya nyontek aja, insting untuk bertahan hidup *bukan begitu teman-teman?*. Dalam wawancara dengan MetroTV, Ibu Siami berkata bahwa ia terpaksa mencari kontrak atau kosan karena tidak berani kembali ke rumahnya.
(Buat yang belum tahu: klik di sini: Nasib Ibu Siami)
Bagi gw, pejabat, aparat, atau wakil rakyat korupsi, mencuri, bertindak tidak etis – itu sudah hal biasa. Juga sudah biasa kalau mereka berusaha membungkam pihak-pihak yang mau membongkar kebusukan itu. Namanya juga penjahat, ya wajar tidak mau ketahuan.
Tetapi yang membuat gw shock adalah, bahwa WARGA SETEMPAT justru mendukung tindakan mencontek massal tersebut, dan bahkan menganiaya pihak yang mau menyuarakan dan memperjuangkan hal yang benar. Ini baru luar biasa.
Selama ini kita terbiasa dengan dikotomi Kebaikan vs. Kejahatan, dengan meletakkan masyarakat sebagai “Kebaikan”, dan para koruptor, wakil rakyat penjahat, teroris, pengusaha hitam, dan pemerintah zalim sebagai “Kejahatan”. Masyarakat adalah korban, kaum teraniaya, melawan sekelompok setan  jahat.
Maka gw pun shock berat kali ini, ketika justru “masyarakat” terang-terangan berusaha menindas suara jujur, suara yang melawan praktik yang salah.
Ada apa dengan “masyarakat”?


Monday, June 13, 2011

Kaltim, Gerbang Banua Etam



Berbicara tentang Indonesia, pada idealnya berbicara tentang puluhan ribu pulau yang terbentang didalamnya. Namun bagaimanapun juga, seringkali topik keindonesiaan menjadi lebih terspesialisasi kebeberapa titik tempat. Tentang ekonomi misalnya, pembicaraan Indonesia seolah-olah menciut menjadi perbincangan Pulau Jawa saja. Lain lagi tentang wisata. Dalam topik itu, Indonesia seolah identik menjadi pulau Bali semata.

credits to Suryananda Mahtakusuma 
Negeri yang besar wilayahnya puluhan kali ukuran negara Jerman ini masih terkungkung pada permasalahan ketidakmerataan pembangunan. Proses penguatan infrastruktur hanya terjadi pada sekitar Pulau Jawa saja, atau yang lebih sering dikenal dengan Jawasentris.


Akibatnya, banyak pulau-pulau selain Jawa tertinggal banyak langkah dalam marathon pembangunan negeri maritim ini. Termasuk di antaranya Pulau besar seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, dan Papua, yang notabene menyimpan ‘harta karun’ negara yang masih belum banyak terjamah. Dan tulisan saya kali ini akan lebih berfokus pada pembahasan Kalimantan Timur (Kaltim) saja, yang merupakan bagian dari Pulau Kalimantan (Borneo).

Seperti yang dikatakan dalam buku dr. Sofyan Hasdam yang berjudul Visi Kalimantan Timur 2025, dikatakan bahwa propinsi Kaltim menempati posisi yang unik dalam perekonomian Indonesia. Pada satu sisi, sama seperti NAD, Propinsi Riau, dan Propinsi Papua, Propinsi Kaltim dikenal sebagai propinsi yang ‘kaya’. Disatu sisi, kaya disini bisa dimaksudkan dalam Produk Domestik Bruto (PDRB) yang tergolong tinggi (lihat gambar).

Thursday, June 9, 2011

Perekonomian Balikpapan Utara Kian Maju

Banyak Ruko Berdiri, Bakal Menjadi Kawasan Perkotaan


BALIKPAPAN-Perkembangan perekonomian di sepanjang jalan Soekarno Hatta Balikpapan Utara, berkembang cukup pesat. Berdiri banyak rumah toko (ruko), warung-warung makan maupun tempat-tempat usaha lainnya.

Kendati berskala kecil, namun hal itu sangat mendorong majunya perekonomian khususnya di Balikpapan Utara. Seperti ruko-ruko di Km 3,5 tak jauh dari Gedung Biru Kaltim Post Group (KPG), cukup marak dengan para pengunjung. Sederetan ruko yang ada, menjajakan berbagai hal, mulai dari makanan, kelontongan hingga pulsa.

“Kawasan pun menjadi lebih ramai dan maju lagi. Pelan tapi pasti, kami yakini Balikpapan Utara menjadi kawasan perkotaan,” ujar Kahar, salah satu pemilik ruko di kawasan tersebut.

Di tempat usaha Kahar yang merupakan warung makan, juga menjadi tempat tongkrongan. Tak jarang para pengunjung pun bermain catur di tempat itu, karena nyaman untuk nongkrong. “Di sini juga ada bacaan koran harian Balikpapan Pos, karena kami langganan. Dan sering dibaca pula oleh pengunjung. Ya, jadinya tempat tongkrongan yang mengasyikkan,” tegas Kahar.(wid)

link to this post: http://bit.ly/ks2F0K 
nb: Permohonan maaf kepada pembaca karena kurangnya dokumentasi foto karena saya sendiri sedang di Bandung. Wawancara pun dilakukan oleh teman saya. 

Saldo Minimal Bank Mandiri yang Seenaknya Sendiri

Sebagai bank pelat merah, Bank Mandiri seharusnya memberikan pelayanan maksimal kepada setiap nasabahnya. Namun sayang, nasabah Bank Mandiri justru merasakan sebaliknya. Kejadian ini menimpa seorang nasabah yang mengeluhkan rendahnya pelayanan Bank Mandiri, lewat supucuk surat kepada Monitor Indonesia, Rabu (18/5/2011).


DALAM surat itu, nasabah yang mengaku bernama Oci mengungkapkan Bank Mandiri menetapkan batas minimal saldo dari Rp50.000 menjadi Rp100.000 tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu. Akibatnya, ketika ia akan menarik uang tunai, tercekal oleh mesin ATM.


Ini Dia Surat Lengkapnya:

Saya nasabah Bank Mandiri yang aktif sejak 2009. Alangkah terkejutnya saya ketika mau menarik uang tunai dari ATM di kawasan Tebet, Senin (9/5/2011) sore. Rencananya, saya ingin menarik uang sebesar Rp 1 juta, karena berpikir saldo saya masih mencukupi. Apa boleh buat, kalimat ‘saldo Anda tidak mencukupi’ muncul di layar ATM itu. Padahal, saldo saya saat itu masih di atas Rp 1.066.000


Saya lantas bingung, sebab sebelumnya saldo minimal di Bank Mandiri adalah Rp 50.000. Itu artinya, jika saya menarik uang Rp 1 juta, maka sisa saldo saya adalah Rp 66.000. Anehnya, niat itu ternyata tidak lagi bisa dipenuhi, karena sisa saldo minimal ternyata sudah berubah menjadi Rp 100.000. Mau tidak mau, saya menyerah dan pasrah menarik uang sebesar Rp 950.000. Maka saldo yang tersisa adalah Rp 116.000.


Kebetulan, seusai menarik uang itu, tiga orang petugas ATM yang mungkin ingin menambahkan pasokan uang ke dalam ATM itu, berpapasan dengan saya. Saya lantas bertanya kenapa saya tidak bisa mengambil uang sebesar Rp 1 juta. Petugas itu menjawab bahwa saldo minimal yang berlaku saat ini adalah Rp 100.000.

Kalau sudah begini, Bank Mandiri telah melakukan pembohongan sekaligus penipuan terhadap nasabahnya sendiri. Sebab setahu saya, tidak pernah ada pengumuman perubahan saldo minimal, baik lewat SMS, surat, atau iklan di media massa. Dengan demikian, masih layakkah Bank Mandiri dipercaya?

Apalagi, dengan naiknya jumlah saldo minimal, itu berarti Bank Mandiri dengan seenaknya bisa memanfaatkan uang tersebut untuk keperluannya sendiri. Selama saya tidak mampu menambah jumlah saldo minimal itu, maka selama itu pulalah Bank Mandiri bisa memanfaatkan dana itu. Jika nasabah seperti saya misalnya berjumlah satu juta orang, maka berapa banyak dana yang parkir di Bank Mandiri? Ke mana saja uang itu digunakan?

Semoga lewat surat ini, pihak Bank Mandiri bersedia memberikan penjelasan yang detail tentang masalah di atas.

Sunday, June 5, 2011

#BALADA Tingkat Akhir #Part2.

Tanggal satu bulan ini adalah kuliah terakhir di semester enam, dan tanggal tiga kemaren adalah deadline terakhir ngumpulin tugas terakhir di semester enam.. 

Saturday, June 4, 2011

Sop Buntut Bunga Lawang

Senin, 30 May 2011.. Akhirnya bisa juga mendaratkan pantat bokong di tempat yang sudah lama diwacanakan.. Merindukan kibasan Oxtail di dalam mulut.. Nyee....
Ini dia Warung Buntut Bunga Lawang,
                 40173
Jam Buka:   Senin : 11.30 - 23.00
                 Rabu - Minggu : 11.30 - 23.00
Jargon:       JAGONYA SPP BUNTUT!!
Payment:    Cash Only
Services:     Walk-ins welcome
                 Good for group or parties
                 Take away
                 Table service
Segment:    Lunch, Dinner, Coffee, Drinks


suasana saat makan oxtail bareng kedua temen yang agak kurang kelakuannya
Lokasinya sii agak sulit diliat dengan keset kasatmata, karena kedainya emank ga terlalu besar. Tapi dijamin kozi lah, eh kozui, ga ding cozy. Harganya sih kalu gue bilang standar lah, ga mahal-mahal banget. Tapi kan setiap orang beda-beda sii mendiskripsikan mahal kann yaa. Kalo mau murah mah yaa tetep lah ke warteg deui warteg deui. Hehehe..

Di warung buntut bunga lawang ini bukan hanya sop buntut yang disajikan, ada specialities steak, dan ada specialities fried rice yang unik-unik. Harganya juga lumayan kog buat makanan yang lainnya. Kemaren gue sama dua temen gue Irfan dan Dipta emank pengen makan oxtail dan hanya ada empat pilihan untuk sajian oxtail, which is:
- Sop buntut Original, harga : reguler 29000, ring 33000
- Sop buntut Oriental, harga : reguler 29000, ring 33000
- Sop buntut Balado, harga : reguler 29000, ring 33000
- Sop buntut Godog, harga : reguler 29000, ring 33000

Kemaren gue mesen sop buntut oriental, Irfan mesen sop buntut balado, dan dipta mesen sop buntut godog. Yang bikin beda dari sop buntut disini selain ada rasa baru yang unik, dan kuah sop buntut di kedai ini menggunakan rempah bunga lawang untuk kuah sopnya, rasanya jadi unik, anget-anget kaya jahe gitu tapi sedikit berbeda dan aromanya pun merangsang otak untuk melahap sedikit demi sedikit walaupun gue waktu itu lagi kumat maagnya.Tapi untuk minuman di warung ini bisa terbilang simple, ga ada minuman yang aneh-aneh seingat gue waktu itu. Kami cuma mesen teh manis anget, bajigur, dan lemon tea anget.


Penampakan:

Friday, June 3, 2011

Doa memasuki bulan Rajab dan Sya'ban

Tidaa terasa sekarang sudah memasuki tanggal 3 Juni 2011 yang bertepatan dengan tanggal 1 Rajab 1432H. Terhitung dari sekarang, tinggal dua bulan lagi kita akan bertemu dengan bulan yang suci dan penuh keberkahan yaitu bulan Ramadhan.

Ada dua bulan sebelum bulan Ramadhan yang jugaa diberkahi oleh Allah Swt dan di dua bulan ini Rasul selalu memaksimalkan ibadahnya walaupun kita tahu di bulan-bulan yang lain pun Rasul mah ibadahnya pasti to the max. Bila memasuki bulan Rajab, Rasul kita Muhammad SAW memanjatkan doa,