Wednesday, May 11, 2011

Kaya itu dosa?


Beberapa waktu yang lalu gue melihat mahasiswa ITB menggelar aksi di depan kampus. Iyaa itu loh ITB yang terkenal di bandung itu. Siapa sih yang ga tau ITB? Anda ga tau? Itu loh yang kampusnya sebelahan sama UAB-Universitas Alam Bonbin.. =)
Salah satu spanduknya bertuliskan :
Selamat datang putra putri Indonesia terbaik terkaya.
Gue mencoba memahami bahwa mereka ingin membuat sebuah sindiran akan mahalnya uang masuk IMTelkom ITB. Terlepas dari itu, gue merasa bahwa ada semacam pandangan bahwa kaya itu "memalukan", "dosa", dan sejenisnya. Akibatnya orang malu dan yang kaya kemudian "dihukum" (penalized) karena kekayaanya.

Sebagai contoh, perguruan tinggi menerapkan diskriminasi terhadap mahasiswa yang orang tuanya kaya mampus (sangking kayanya dah) dengan meminta bayaran yang lebih mahal. Bagi gue ini agak aneh. Aneh banget malah. Semestinya tidak ada beda diantara si kaya dan si miskin dalam pendidikan bukan? Kenapa kog malah jadi ruwet begini? *rambut gue kalah ruwet*

Contoh lain. Ada undang-undang yang mengharuskan perguruan tinggi menerima 20% mahasiswa berasal dari yang kurang mampu. Wooooott! Ini begimane mengujinya? Apa nanti ada perlombaan miskin-miskinan? Kemudian akan muncul jual-beli surat miskin. Justru orang yang memang tidak mampu beneran, biasanya memiliki harga diri untuk mengaku-ngaku miskin. Mengapa ini dibebankan kepada perguruan tinggi? Bukankah ini seharusnya merupakan tanggung jawab pemerintah? Seharusnya yang ada adalah hal sebaliknya, yaitu pemerintah memberikan beasiswa/subsidi kepada orang yang tidak mampu. Bukannya lepas tangan dan kemudian mengharuskan pihak laen yang menyelesaikan masalah ini.

Kembali ke topik, apakah kaya itu dosa?

No comments: