Saturday, April 2, 2011

Saudi dengan Fatwa-Fatwanya…



Memanasnya situasi di Timur-Tengah ditanggapi Arab Saudi dengan mengeluarkan Fatwa Ulama yang mengharamkan aksi demonstrasi, sekali lagi karena hal itu dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Saya mau tahu bagaimana tanggapan MUI soal fatwa ini, nyatanya MUI nunut-nunut saja dengan Syaikh Ibnu Jibrin (seorang ulama besar dari Saudi) dalam perihal mengharamkan penghormataan kepada bendera negara. Lah sekarang larangan untuk berdemonstrasi ini dikeluarkan oleh Ketua Majelis Fatwa, sebuah lembaga paling tinggi dalam urusan Islam di Arab Saudi, lalu apa MUI akannunut-nunut saja sebagaimana sebelumnya?


Dalam hal ini, mungkin sudah waktunya MUI men-desakralisasi beberapa hal seperti arti sebuah “fatwa”, jangan hanya menuruti segala apa kata Saudi, sekarang sudah terlalu banyak kepentingan pribadi yang berdiri dibalik jubah agama. Buat apa kita dengan butanya tunduk dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Arab Saudi, apa mereka sudah paling terdepan dalam urusan moral? Tanyakan saja langsung ke TKI kita yang ada disana. Apa semua fatwa-fatwa mereka pantas untuk diaplikasikan disini? Beda negara beda situasi.

Mungkin MUI akan sedikit bingung, karena toh saudara kandungnya (FPI) doyan memprotes pemerintah melalui tindakan demonstrasi, bahkan mereka sempat berencana untuk menggulingkan pemerintahan, intinya mereka (MUI&FPI) memiliki begitu banyak hal yang mereka rasa perlu untuk didemonstrasi, namun lalu mereka harus tunduk dengan fatwa dari Saudi, padahal Saudi mengeluarkan fatwa tersebut karena penguasa disana ketar-ketir dengan pergerakan rakyatnya sendiri, itulah guna dari fatwa yang mengharamkan demonstrasi… untuk membungkam pergerakan rakyat dan tetap mengkokohkan penguasa. Sudah jelas beda bagaimana keadaan pemerintahan disatu negara dengan negara lainnya, seperti yang pernah saya bilang sebelumnya, tindakan subversif itu belum tentu negatif.

4 comments:

medkom2008 said...

apa fatwa2 yang "mengharamkan" sesuatu itu baru adanya? apa sudah lama tertulis di Al-Qur'an? kenapa orang2 mengharamkan yang tak tertulis di Al-Qur'an .. ?
*masih dangkal ilmu soal Al-Qur'an*

viniwidivici said...

yaap! fatwa tersebut jelas baru adanya.. mereka mengharamkannya tidak semata2 mengharamkan gitu aja, tapi melalui dasar pemikiran atau ijtihad dari para ulama.. whether the fatwa is in line with the current state? and also consider the harm (mudharat) and serious benefits (maslahat) in terms of objects that will be given a decision.. tapi masalahnya lembaga agama yang mengeluarkan fakta tersebut ditunggangi para 'penguasa'..

Dipta Yudhistira said...

subhanallah, berat ya artikelnya
tulisan memang mengeluarkan kekuatan tersembunyi dari penulisnya

viniwidivici said...

kan saya banyak belajar dari mas dipta.. :)