Friday, April 22, 2011

Peran dan Panggung Sandiwara

Kalian tau kan kalau hidup ini hanya Panggung Sandiwara, Permainan, dan Senda Gurau belaka. Sotoy lu wid! (ish kann.. beneran tau! ada juga kog di kitab-kitab suci).

Yaa emank hidup itu hanya panggung sandiwara karena setelah kita senang-senang dalam mobil goyang atau jumpalitan semalaman ga pulang-pulang, gue elu ambu abah (kog berasa keluarga cemara) bakal bersedih-sedih kemudian di akhirat. Ya kalo banyak dosa si'. Yang hebat kalo elu bisa bersenang-senang di dunia dan bersorak sorai gembira di akhirat.

Tapi jangan juga kita artikan kata Panggung Sandiwara tadi mentah-mentah terus ditelan dan dimuntahkan lagi. Kita kudu menerjemahkannya secara comprehensive. Yaa dalam hidup ini gue, elu, uda', aa', abang, kakak, daeng, bli, mas, dsbg-nya harus ngerti bener arti dari panggung sandiwara ini dan perannya.

Sebenernya sii ini kembali kepada kegelisahan gue sendiri yang belakangan dipertemukan dengan berbagai macam jenis manusia yang capable dan competence di bidangnya. Dengan maksud yang baik pastilah Tuhan ingin gue sadar bahwa,
        "peran yang baik dan sesuai bidangnya akan menjadi contoh yang baik pula".

Terlalu banyak orang yang dapat menjadi contoh dengan perannya yang maksimal, tapi spesial untuk postingan kali ini gue akan memilih kakak gue sendiri sebagai sampling perannya.

Fajar Ichwan Noor namanya. Sedikit bocoran yeiy ceu tentang dia, dia sekarang bekerja sebagai dokter. Ups, tunggu.. sepertinya lebih cocok ber-profesi. Dengan otaknya yang encer dia mampu menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan benar!

yep, dia yang disebelah kanan
Ibaratnya komik Naruto, kakak gue ini layaknya seperti 'Uciha Itachi' yang berbakat, handal, nan-rupawan. *terus lu mau bilang gue mirip sasuke gitu?* ga lahh yaw!
Jujur emank dari SD gue selalu menjadikan dia patokan hidup gue. Dia punya peran yang besar dalam kehidupan gue. Ortu juga sering bilang,
  "ini, contohlah kakakmu ini yang baik-baik."




Selalu saja gue sangat kesal dengan kepintarannya (pengen pintar juga), selalu terbesit untuk mengambil jalan pintas untuk pintar layaknya Uchiha Sasuke yang memilih jalan pintas untuk mendapatkan kekuatan. Masalahnya, haree genee mana ada dukun Orochimaru yang bisa ngasih jalan pintas buat pinter ter ter ter!
Udah aja gue lebih memilih untuk menjadi Uzumaki Naruto dengan terus berusaha walaupun ga pinter-pinter juga. *iyee gue bebal, puas?*

Sampai pada akhirnya gue sadar kita emank terpaut jauh dalam hal intelligence. Bagai langit tingkat 7 dengan bumi, atau dengan bumi dengan laut yang abyss. "Which means I'm not a bird that can fly, who could achieve him. Nor a fish, that can swim, who could dive to him." (puas banget deh yaa tau gue ga bisa berenang).
Gue akhirnya sadar dengan men-diversifikasi-kan arti kepintaran itu sendiri, karena kepintaran itu banyak, ada kepintaran dalam bidang linguistik, matematis/logis, visual/spasial, musikal, inter-personal, intra-personal, fisik, dan naturalis. (karena permintaan pembaca, kita akan membahas berbagai macam kepintaran/kecerdasaan ini di postingan selanjutnya).

Berbagai macam hal sudah gue coba dari salto belakang sampai worship sambil kayang. Ya ga lah, tentunya mencari dimana sebenernya letak kepinteran gue. Setelah semua hal gue coba gue sadar gue ga pernah bisa mencapai level 'mahir' dalam segala hal, gue tekankan sekali lagi, SEGALA HAL!

19 April kemarin daftar penerima beasiswa untuk pelajar Balikpapan akhirnya keluar. Benar saja beasiswa ini cukup krusial manfaatnya buat mahasiswa perantuan seperti gue. Usut punya usut akhirnya gue buka tuh situsnya dan baru aja buka udah kaget karena melihat lagi-lagi ada nama kakak gue nongol di pejwan daftar beasiswa itu dengan nominal beasiswa yang ga maen-maen nominalnya. Bisa di lihat sendiri.


Ohiya, buat sohib gue Kintan. Nama lu juga mejeng tuh di pejwan! Selamat yeiy ceu.. hehe..


Sudah lulus pun bea tetap ngalir. Begitulah, peran baik memberikan contoh baik pada panggung yang baik. Tidak mempunyai maksud menunggangi sesuatu di atas sesuatu. Tapi dengan cara inilah mungkin bisa menjadi pengingat buat gue atau mungkin buat kalian semua untuk terus mencari dan menjalani peran yang terbaik. Untuk menjadi pribadi yang baik dan memberikan yang terbaik pada panggung yang terbaik.
"Best of the best of the best of the best!"


"Terus nasib lu gimana wid?"
"Nasib gue? beneran mau tau?"


Yaa sampai sekarang gue masih mencari peran yang baik untuk dijalani. Agak kuatir sih dengan pribadi yang kurang capable.. Tapi da santai aja, hidup mah yang penting sotoy aje yes!

Gue sadar, Tuhan ga sekedar pengen ngasih tau bahwa "peran yang baik dan sesuai bidangnya akan menjadi contoh yang baik pula", tapi Tuhan juga pengen ngasitau bahwa kita juga bisa hidup untuk "menjadi contoh buruk dengan peran yang buruk". Dan sampailah gue pada kesimfulan dan merangkainya kedalam sebuah kalimat yang manis dan rupawan bunyinya. Kira-kira seperti ini bunyinya,


"Always remember, no matter how bad you are, you are not totally useless. YOU CAN ALWAYS BE USED AS A BAD EXAMPLE!!"




nb: didedikasikan untuk kakak gue (sori ya mas sedikit promosi hoho)
dan untuk sahabat gue Elita Handayani yang dengan tulusnya
kemaren malam nyemangatin gue lewat mention twitter

5 comments:

wisnuhariyadi said...

ternyata jalan pikiranmu nggak se-santai tampilan luarmu ya wid, hahaha..dipake santai aja kali dan pake "konsep salmon", sans but sure

viniwidivici said...

that's the way I am nu.. yaa sekale2 agak mikir ga ape juga kan yes! terima kasih telah menyimak.. =)

fajar said...

incroyable fou, toi, frère. ;p

alih2 mau bersihin identitas dari dunia maya, ee data ane malah nongol di sini...

buat yang baca --> ga semua yang ditulis itu benar...
hahaha ;)

viniwidivici said...

hihi.... :p
2011 inih.. ga nampang di internet berarti belum pernah hidup.. :D

fajar said...

itu yang ada di atas namaku itu sekarang jadi istriku. hahaha :p
yang paling bawah itu rekan kerja di tempat yang sama.