Wednesday, April 27, 2011

Industri Pariwisata



Indonesia kita yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini merupakan untaian 17,508 pulau-pulau, baik besar maupun kecil dengan kebudayaannya yang beragam, saling menjalin satu dengan lainnya dibawah naungan Garuda Pancasila. Keindahan alam kita merupakan sebuah anugerah, tapi sayangnya anugerah yang dimiliki Indonesia ini kalau dianalogikan bak sebuah lilin yang belum dibakar sumbunya, alias belum bisa diambil benar manfaatnya.

Yang akan saya tuliskan merupakan industri bagian dari sektor ekonomi tersier alias sektor/industri jasa. Bagaimana kita seharusnya menyadari besarnya potensi industri pariwisata untuk pembangunan daerah dan juga nasional.

Industri pariwisata itu bersifat padat karya dan juga padat penghasilan, dimana peningkatan penjualan dari sektor ini tidak hanya menaikan penghasilan namun menciptakan lapangan kerja (yang terkait) lebih banyak.
Pada dasarnya dampak ekonomi dari industri pariwisata itu ada tiga,
  • Dampak langsung (direct effects)
  • Dampak tidak langsung (indirect effects)
  • Dampak induksi (induced effects)
Simplenya, Direct effects adalah dampak yang diakibatkan langsung dari pengeluaran wistawan/turis, contohnya keuntungan yang diperoleh oleh hotel-hotel tempat wisatawan tersebut menginap, keuntungan yang didapat dari warga lokal yang menjual jasa-jasa seperti penyewaan motor/mobil atau juga keuntungan yang diperoleh pemilik restaurant yang berlokasi di DTW (daerah tujuan wisata) tersebut.

Sedangkan Indirect effects dari industri pariwisata ini membawa dampak yang mencakup hampir semua sektor ekonomi, peningkatan jumlah wisatawan akan secara langsung meningkatkan penjualan industri perhotelan contohnya, peningkatan industri perhotelan akan meningkatkan perkembangan industri bantal, selimut, sprei, furniture, bahkan sampai industri air minum botol. Hal tersebut mutlak karena untuk menjalankan sebuah hotel, dibutuhkan furniture, linen hingga air putih botol yang sering kita jumpai ditiap kamar hotel.

Lebih luas lagi, meningkatnya industri perhotelan yang berdampak pada industri furniture, juga akan meningkatkan industri kayu sebagaimana itu merupakan bahan mentah furniture, manifestasi ini merupakan kelanjutan dari Indirect effects tersebut.

Bisa dilihat betapa luasnya dampak yang dibawa oleh industri pariwisata, contoh Indirect effect yang saya tuliskan diatas itu baru pengaruh dari perhotelan ke industri furniture saja, belum lagi industri makanan serta berbagai industri-industri lainnya yang men-support kegiatan ekonomi diatas.

Dampak yang ketiga, Induced effects alias dampak induksi juga sangat luas pengaruhnya, namun telah berada pada tingkat yang berbeda. Yang dimaksud dengan dampak induksi disini adalah dampak dari belanja rumah tangga mereka-meraka yang menerima keuntungan secara langsung maupun tidak dari pengeluaran wisatawan-wisatawan, simplenya uang gaji seorang pegawai hotel akan digunakan oleh dia untuk membeli makanan, membayar angkutan, membeli pulsa dll, hal tersebut sekali lagi akan merangsang peningkatan-peningkatan industri makanan, angkutan dan juga telekomunikasi.

Semoga kalian bisa lihat bahwa ternyata industri pariwisata mampu membawa dampak-dampak yang berpengaruh pada perkembangan juga peningkatan industri-industri lainnya.

Kapital yang dihasilkan oleh industri pariwisata sebagiannya akan diambil oleh pemerintah dalam bentuk pajak dan dari situlah bisa kita harapkan perkembangan yang lebih baik bagi daerah tersebut khususnya dan bagi negara ini pada umumnya. Saya tahu beberapa orang akan menanggapi, “yah lagi-lagi pajak, larinya juga kesitu-situ aja”. Tolong jangan pesimis dong, kita memang bukan siapa-siapa tapi dengan sikap pesimis alias yang banyak orang bilang “realistis”, adanya cuma makin merendahkan kita. Dalam konteks memandang pemerintahan kita saat ini, satu “realist” adalah musuh masa depan negara. Maaf kalau saya sedikit frontal. Dan ini semua harus dimulai dari kita sendiri. Bagi saya, bagi anda, bagi kita semua, terlebih bagi yang akan dan berkeinginan masuk ke instansi-instansi pemerintahan. Kalian harus dapat memperbaiki sistem negara ini as well as perbaiki SDM-nya dari hal yang sangat-sangat fundamental.

Kita bisa manfaatkan lembar mata uang kita untuk menggalakan industri pariwisata loh, cek disini ya "43 Kali Luas Indonesia"

No comments: