Friday, March 25, 2011

Kurangi Risiko Investasi

Semua instrumen investasi pasti memiliki risiko. Kemungkinan merugi tidak akan bisa dihindari, tetapi bisa diminimalkan dengan cara membagi risiko.



Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B Yanuar menjelaskan, meminimalkan risiko bisa dilakukan dengan cara membagi investasi sesuai dengan kapan dana itu akan dibutuhkan. Contohnya, dana yang akan dipakai dalam jangka waktu satu tahun ke depan sebaiknya diletakkan dalam instrumen yang konservatif seperti obligasi.



Adapun dana yang akan dipakai dalam tiga bulan ke depan harus disimpan dalam instrumen setara kas yang mudah dicairkan seperti deposito jangka pendek dan tabungan.

Uang yang akan digunakan dalam dua tahun ke depan bisa ditanamkan dalam reksadana (mempercayakan uang anda untuk dikelola secara kolektif oleh manajer investasi). Tapi, pilihlah reksadana jenis campuran — yang menggabungkan antara investasi saham dan obligasi. 

Apabila dana Anda baru akan digunakan pada waktu tiga tahun ke atas, pilihlah saham atau reksadana saham. Demikian juga halnya jika Anda menyimpan dana yang baru akan digunakan lebih dari sepuluh tahun ke depan, misalnya dana pensiun.

Reksadana saham mengalokasikan sebagian besar dana untuk berinvestasi pada saham. Hal ini dilakukan karena investasi saham berisiko tinggi jika dilakukan dalam jangka pendek.

Menurut penelitian, investasi saham di Indonesia membutuhkan waktu minimal tiga tahun untuk membuahkan hasil. Dia mencontohkan, pada saat krisis 2008 yang menurunkan indeks saham, orang yang berinvestasi sejak 2005 tetap meraup untung hingga 20 persen.

Pilihlah saham perusahaan yang punya fundamen bagus dan prospek cerah. Saham semacam itu biasanya dimiliki oleh perusahaan produsen barang konsumsi. Cermati kondisi perusahaan, keragaman produk dan sektor yang ditempati.

Tak mengerti soal saham? Ada pilihan reksadana saham dengan nilai mulai Rp 250 ribu. Membeli reksadana artinya menitipkan dana untuk dikelola sebuah lembaga yang telah diberi izin oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Terakhir, pilihlah manajer investasi yang dapat dipercaya dan punya rekam jejak yang baik.

No comments: