Wednesday, March 30, 2011

Hormat Bendera=Musyrik?


Kita semua menaruh hormat pada orang tua kita, tapi tentu dalam bentuk yang berbeda dengan gerakan hormat bendera, bisa disangka gila kalau Saya melakukan gerakan itu saat tiap kali bertemu bapak/ibu Saya.

Esensi dari sebuah penghormatan fisik terhadap bendera negara itu kan perasaan hormat yang ada di dalam hati, sama saja dengan berbagai bentuk penghormatan-penghormatan lainnya, entah apa itu hormat dalam tradisi militer kepada orang yang berpangkat lebih tinggi atau hormat kepada guru serta orang tua, hanya saja gerakan yang kita tunjukan itu berbeda, tapi esensinya sama. Menurut Saya, membalas senyum orang lain juga adalah suatu bentuk penghormatan, entah mau dibalas dengan senyum genit atau apalah, pada intinya kita wajib menghormati orang yang telah berbuat baik pada kita. Menghargai apa yang memberikan kita sebuah manfaat.


Menurut MUI penghormatan kepada bendera Indonesia adalah suatu bentuk kemusyrikan, mengagung-agungkan benda mati, tapi sadar tidak kalau sebenarnya semua benda mati itu memiliki potensi untuk menjadi objek yang diagungkan oleh manusia? Lihat ada berapa banyak orang yang memuja uang? Kenapa tidak sekalian melarang orang untuk mencari uang? Bukannya itu juga dapat menjadi godaan manusia untuk mejauh dari Tuhan? Sebaliknya justru kita dianjurkan untuk mencari nafkah bukan? Karena semua-semua ini sebenarnya memiliki manfaatnya masing-masing. 
Lagi pula kalau mau dibanding-bandingkan, rasanya orang lebih mudah untuk mengagungkan sesosok pemuka agama daripada mengagungkan negara ini, ya mudahnya lihat saja bagaimana MUI mengharamkan penghormatan bendera, tapi lain halnya kalau ada Ustad yang lewat, orang bisa bersungut-sungut didepannya, padahal dua-duanya sama saja bukan Tuhan, mengangungkan manusia itu lebih berbahaya loh, karena manusia cenderung untuk berubah dan dapat dipengaruhi oleh banyak hal termasuk nafsu pribadinya.
Kita hormat bendera kok disangka mengagung-agungkan benda mati? Namanya saja sudah beda, hormat bendera bukan agungkan bendera. Silahkan haramkan penghormatan bendera kalau saat menghormati bendera kita juga harus saling cipok kanan-kiri (biar makin mesra dan solider).

Lalu dimana salahnya melakukan penghormatan fisik kepada bendera Indonesia, apa itu suatu bentuk pengagungan? Mungkin dulu, tapi apa sekarang masih ada orang-orang yang mengagungkan negara ini? Salahnya dimana kalau hanya satu menit saja kita mengangkat tangan, toh setelah satu menit itu kita punya satu hari penuh untuk acuh tak perduli dengan negara ini.

No comments: