Friday, July 3, 2015

Diferensial dan Integral Dari Bulan Ramadhan

Tidak terasa udah menjalani setangah dari bulan Ramadhan 1436.

Topik kali ini menarik banget. Diferensial (turunan) dan Integral (naikkan) dari sebuah sistem yang dinamai bulan Ramadhan. Hahaha, abaikan lah, sesungguhnya penulis juga tidak tau apa itu definisi dua kata itu, biar dibilang saintis aja.

Sebenernya pengen bahas tentang intisari dari Ramadhan itu sendiri, tapi sudah banyak kalau kita cari di google atau mesin pencari lainnya, bahkan lengkap dengan kutipan ayar Quran dan tafsirnya dilengkapi dengan hadist qudsi (perkataan Allah yang diriwayatkan rasul) dan juga hadist dari Rasulullah SAW.

Tapi tetap penulis akan berbagi pikiran tentang turunan dan naikkan dari bulan Ramadhan itu sendiri baik dari kacamata penulis maupun dari ilmu sang mentor, kita mulai dari kacamata penulis.

Kacamata Penulis:
Menurut penulis fungsi turunan dan naikkan daripada Ramadhan sendiri adalah SOLUSI. Apa saja?

1. Resepsi Pernikahan
Jadi pada hari minggu lalu, saya bersama teman2 ada sesi poto bareng di Balikpapan Dome Convention Center. Sesampainya disana banyak banget truk dan mobil muat yang siap mengangkut properti dari sebuah acara pada umumnya, kursi, tulang2 panggung, dekorasi, dll. Dan sampailah kepada pemikiran,
  
  "Kenapa ga ngadain resepsi saat bulan Ramadhan aja? Bisa hemat pengeluaran sampai dengan kurang lebih 50%".

Lalu temen jawab,
  "Kan kasian yang puasa Wid ga bisa makan, pasti kalo pun ada resepsi pasti malam, dan kalo malam ga jadi menghemat."

  "Loh inilah kenapa Ramadhan menjadi solusi, kalo emang resepsinya malam, akad dan resepsi bisa sekalian diadakan di masjid, dapet takjil dan makan gratisan kan dari masjid. Wkwkwk. Oke, taruhlah kita seorang yang malu gratisan, gapapa kita ga jadi menghemat 50%, kita sediakan takjil dan makanan buat ifhtar (berbuka) dan makan bagi tamu yang datang."

Rugi? Sungguh tidak, karena Rasul bersabda,
"barang siapa yang menyediakan buka dan makan bagi saudara muslimnya yang berpuasa, maka atas mereka pahala daripada yang berpuasa".

Bayangkan, niatnya gratisan, berujung malu sebagai seorang insan yang ga gratisan, berakhir pahala kumulatif daripada tamu2 undangan yang berpuasa. Masyaallah kan yaa..

2. Perekonomian Mandiri
Dengan kebijakan pemerintahan yang sekarang yang sungguh sangat tidak pro rakyat, bulan Ramadhan bener2 menjadi solusi perekonomian kecil, mikro, dan menengah. Bagaimana engga, di bulan ini semua orang berlomba2 berjualan dari kuliner ke pakaian lalu kerajinan tangan dan ajaibnya entah darimana mereka mendapatkan modalnya, modal yang kalau di bulan2 biasa pasti jadi kendala susahnya untuk menjalankan usaha. Saya akui itu. Disini lah letak rahmat dan keajaiban Ramadhan.

Padahal kalau mau ditilik lebih dalam, harga bahan pokok pun meningkat pesat di bulan ini. Dan usaha tetep lancar jaya. Kebayang kan kalau pemerintah mengadakan sayembara atau bahasa kerennya semacam entrepreneurship challange  gitu dengan menunjuk salah satu bank syariah, ga usah lah repot2 bikin proposal bisnis, cukup mencari usaha dengan produk terbaik dan terniat, masing2 satu dari berbagai kategori seperti kuliner, fashion, dan crafting atau kerajinan tangan yang dijuri oleh praktisi bisnis dibidang tersebut masing2. Lalu dibina dan diadakan setiap tahun, mungkin ditahun2 kedepan kategori usahanya bisa berbeda guna menjaga persaingan tetap sempurna. Mungkin kategori usaha kreatif bisa jadi salah satu tema sayembara. 

Berapa banyak rakyat kecil yang kita kuatkan perekonomiannya? 

Sedihnya malah pemerintah malah mendatangkan pekerja dari cina untuk bekerja di Banten dan Papua. Bukannya memakai tenaga lokal. Belum lagi BUMN yang dilepas di lantai bursa. Bukannya memperbanyak BUMN.

Lalu badan amil zakat. Di zaman khalifah Abu Bakar RA, orang2 sampai bingung mau memberi sedekah dan zakat ke siapa karena rakyatnya makmur sejahtera karena sedekah dan zakat yang dikelola dengan sungguh sangat baik. *mohon koreksi jika saya salah berkaitan masa kekhalifahan siapa yg makmur dan sejahtera*

Kemarin sahabat saya berbagi ebook tentang zakat, tapi karena malas belum aja saya baca. Penulis yang malas membaca, jangan dicontoh yaa adik2. Hahaha. Nah, karena belum membaca itu penulis kurang mengetahui tentang bagaimana pengelolaan zakat. Penulis berjanji mempelajarinya. Aamiin~
Berkaitan dengan pengelolaan, penulis kurang mengetahui, apakah dana zakat dapat dikelola menjadi usaha yang nantinya dikembalikan ke rakyat. Tapi setahu penulis dana zakat boleh dikembangkan untuk usaha umat.

Bayangkanlah temen2, potensi zakat di negara Indonesia tercinta ini sebesar 217 triliun/ tahun. Bahkan dengan dana sebesar itu kita bisa buyback BUMN yang sempat dijual pemerintah, bisa menasionalkan perusahaan swasta yang mempekerjakan penduduk lokal, atau bahkan bisa membangun BUMN lagi. Tapi sayangnya kalo membangun BUMN ada kemungkinan dikorupsi pejabat negara lagi. Lebih baik tetap pada ide usaha mikro, kecil, dan menengah.

Bukan kah ini solusi? Ramadhan sebagai, ohh bukan.. ISLAM sebagai SOLUSI.

Turunan dan naikkan dari bulan Ramadhan melalui kacamata sang mentor akan diposting di blog selanjutnya yaa. Bookmarks yaa brownis. Kaya masih ada aja yang baca ini blog. Tapi gapapa tetep positif. Hahaha..



Monday, February 2, 2015

Penyakit Perut Akut - Medication Tips

Hallo masnya dan mbaknya sekalian. Ketemu lagi bersama saya Leonidas. It's pretty fun lately to be nick-named as Leonidas since this is SPARTAAAA...!! Nyehehe.

Kebetulan (since there's no accidentally in life) saya punya penyakit karena kebiasaan yang buruk sewaktu SMP. Dikarenakan waktu SMP saya bantet banget jadi males makan, hahaha. Awalnya cuman berawal dari maag, paling parah infeksi lambung plus gerd saat kuliah tingkat kedua. Dikarenakan hari itu saya sedang puasa sunnah, tapi karena ada rapat organisasi sampai jam 10an saya jadi lupa makan sampai ada seorang teman yang ngajak makan. 
   "Ahh kelar juga, makan dimana kita jang?"
Jedaaaaaarrr!!! Barulah ingat kalo buka puasa pun belum. Dari pas sadar itu barulah badan rasa ga enak, makan pun ga ada rasa nya. Jadi intinya kalo kalian lupa sama sesuatu hal yang krusial udah lupain aja. Hahaha, sesat.. Maksudnya jangan sampe satu hal bener2 occupied big space in mind gitu. Jangan sampe mikirin sesuatu yang ga baik berlebihan, overthink.

Nah kali ini saya mau berbagi info bagi brownies yang punya penyakit yang sama dengan saya. Untuk pengidap penyakit maag mungkin tidak susah mencari obat maag karena walaupun tidak banyak, ada beberapa brand obat maag yang sering nampang di TV, seperti Promaag dan Sanmaag. Tapi kedua obat ini adalah obat komersil bukan generik, jadi harganya relatif mahal apalagi bagi penderita maag yang berkebutuhan khusus. Perlu diketahui bahwa obat generik juga mempunyai khasiat yang bagus, kenapa murah, karena obat ini mendapatkan subsidi pemerintah.

Perhatian:
  • Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis, karena saya bukan dokter. Jika Anda perlu bantuan, treatment, pengobatan, dan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
  • Untuk komposisi obat, farmakologi, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, peringatan dan perhatian, serta interaksi obat, dapat merujuk kepada situs farmasi online yang lebih kompeten.
  • Saya hanya akan memberi masukan sejauh kecocokan, manfaat, dan nilai opportunity dari obat2 tsb. Artikel ini semata2 hanya saya gunakan untuk berbagi informasi.

Nah, ini obat maag alternatif yang saya gunakan dan saya rekomendasikan. Bisa saya rekomendasikan karena mendapat saran pengobatan dari kakak saya yang juga seorang dokter. 

Dexanta - for Gastric Acid.
Untuk obat maag saya biasa menggunakan Dexanta. Dexanta ini merupakan obat generik, sangat bagus selain murah juga botolnya plastik, jadi sangatlah portable. Bisa dibawa kemana2 dan ga takut pecah. Kebetulan saya selalu sedia obat ini di tas jaga2 kalau sewaktu2 kumat.

Berguna untuk mengurangi gejala2 yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung. Gejala2 lain seperti gastritis, tukak lambung, tukak usus dua belas jari dengan gejala2 seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung.

Rasanya cukup enak, tapi siapa yang ingin sakit. Hehehe.
Obat alternatif bagi promaag dan sanmaag yang cukup mahal. Dan untuk meredakan asam lambung, lebih baik menggunakan yang syrup ketimbang yang tablet.


Omeprazole and Ranitidin - for GERD Treatment and Medications

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gejala kronis kerusakan mukosa yang disebabkan oleh asam lambung yang datang dari perut ke kerongkongan. Simple nya ada katup pemisah antara lambung dan kerongkongan dan yang melindungi kerongkongan dari meluapnya asam lambung. Kealfaan fungsi katup ini menyebabkan asam lambung dapat dengan mudah meluap ke kerongkongan, menyebabkan keadaan mual yang sangat dahsyat.
 
Obat utama yang digunakan untuk GERD adalah proton-pump inhibitors, H2 receptor blockers dan antasida (seperti dexanta dan sanmaag) dengan atau tanpa asam alginat. Untuk pengidap GERD, obat ini biasa digunakan untuk perawatan medis dengan penggunaan selama 30-40 hari non-stop. Bisa sekali atau dua kali pemakaian dalam sehari berdasar anjuran tenaga medis. Diminum malam sebelum tidur dan atau pagi hari satu jam sebelum mulai untuk memakan sesuatu.

Sedangkan untuk penanganan asam lambung yang berlebihan sehingga membuat mual, bisa menggunakan Ranitidin satu jam sebelum makan. Ada alternatif yang lebih baik untuk penyembuhan GERD, antara lain dengan obat Pansoprazole (injeksi) dan Sucralfat (minum), namun penggunaan obat ini harus dengan pengawasan tenaga medis. Dan obat injeksi tentunya tidak murah tapi efek sudah pasti lebih dahsyat.

Cotrimoxazole - for Gastric Bacterial Infection
Nah ini bagian terparah dari penyakit perut akut ini, infeksi lambung. Setelah lambung dihajar oleh asam lambung yang membludak, dinding lambung, tukak lambung, dan pangkal usus mungkin iritasi karena tergerus panasnya asam lambung. Iritasi ini bisa meradang parah bila ada bakteri yang menginfeksi. Dalam keadaan seperti ini biasanya obat injeksi lebih diutamakan karena efeknya yang langsung mengalir lewat darah. Biasanya asam lambung diredakan dengan pansoprazole (injeksi) dan lalu diberikan cotrimoxazole sebagai antibiotik dari bakteri tersebut.

Ada dua dosis untuk antibiotik ini, 480mg (generik) dan 960mg. Untuk aturan minum, hanya 2x1 untuk dosis yang 960mg. Nah gawatnya untuk yang dosis 480mg harus menelan dobel untuk takaran dosis yang sama, jadi sehari minum 4 tablet. Dan tabletnya seriusan besar, lietrally BESAR. Setiap minum tablet yang kedua selalu nyangkut di leher, karena kelenturan tenggorokan sudah berkurang mungkin.

Untuk sekarang mungkin tiga obat dewa ini yang bisa saya share ke brownies yaa. Oia, biasanya untuk beberapa penderita maag diikuti pula dengan diarrhea, bisa mengkonsumsi obat Loperamide dengan dosis dua tablet untuk diare pertama, bila masih berlanjut, konsumsi satu tablet setiap satu jam setelahnya jika diperlukan. Langsung mampet. Hehehe..

Update akan tetap berlanjut. Semoga berguna yaa..



Tuesday, January 27, 2015

Citizen Vs Netizen

Definisi Citizen:
(noun)
a legally recognized subject or national of a state or commonwealth, either native or naturalized. "a Polish citizen"
synonyms: national, subject, passport holder, native
Atau dalam bahasa simple nya adalah warga negara, warga kota, penduduk kota, atau penghuni kota.

Definisi Netizen:
Definitions of netizen
(noun)
a user of the Internet, especially a habitual or avid one.
"Because server logs at destination sites show only the IP address of the proxy server, and not the end user, some hackers and privacy-conscious netizens catalog open proxies and use them to anonymize their surfing."
Atau dalam bahasa simple nya adalah pengguna internet. Atau bahasa dramanya adalah warga internet atau penduduk internet.
Dalam aplikasi di kehidupan, sebagai citizen kita adalah penduduk dunia nyata yang dipertemukan dalam keluarga, lingkaran pertemanan, rekan kerja, kolega bisnis, komunitas, dan lain-lain.
Sedangkan sebagai netizen, kita adalah penduduk dunia maya yang dipertemukan di dalam berbagai domain name, database, dan server. Penduduk dunia maya bertemu dalam sebuah platform yang dalam dunia IT disebut Social Networking Sites atau Social Networking System (SNS).

Banyak keuntungan yang didapat oleh citizen dan netizen dari SNS ini. SNS menjadi perpanjangan dari citizen di dunia maya. Bagi para pekerja bisa menjadi wadah untuk diskusi, wadah untuk ngobrol bersama sahabat, atau temu kangen bersama keluarga. Dan yang lain yang tentunya bermanfaat untuk mempermudah kehidupan.

Tapi fokus saya adalah pada kekurangan dari berkembangnya SNS ini, atau apa bisa saya bilang bukan SNS yang mempunyai kekurangan, tapi pengguna yang kurang mampu memposisikan diri sebagai netizen. Adapun kekurangannya saya kutip dari Thought Catalog karena dirasa dapat merangkum semuanya:

Stop obsessing over social media.

The likes. The filters. The quotes that may or may not have been posted about you. We’re all guilty of it. We look for acceptance through likes and posts. What we wind up doing is obsessing over other people and the lives that they’re living or the lives that we think they’re living. We compare ourselves to what and how we see others doing. By playing in this constant social competition we lose our freedom in doing things for ourselves and instead we wind up doing things so that others can see us. We stop living in the moment and start letting pictures depict who we are. Social media is so ingrained in our culture that it becomes almost impossible to take a much-needed break from it. We have this constant fear that we’ll miss out on what’s going on online when we really should fear missing out on what’s going on offline and in the real world.
Beberapa hari yang lalu saya melerai anak SD yang berkelahi,
  "Kalian kenapa ribut?" saya bertanya kepada mereka
  "Aku kalah main CoC (Clash of Clans) terus dia ngolok mulu"
  "Zaman abang dulu kalo berantem yaa berantem, main yaa main, kalo ga suka sekalian aja main bola gebok (bola lempar)"


Bagaimana sosmed merusak citizen.

Pada dasarnya sifat manusia memang ingin dilihat, diakui, ditanya, dijadikan idola, etcetera. Namun kehidupan pasti mempunyai dua sisi, beruntung bila seseorang mampu melihat keduanya, disayangkan bila tidak. Yang ada apapun yang dilakukan baik atau buruk pasti ada pros and cons. Tapi menjadi netizen sejatinya dan semestinya kita menyatakan diri kita sebagai citizen yang baik. Karena bagi penjahat, dunia maya adalah dead-end, dilihat dan terhubung dengan dunia. Semakin banyak akun kita di dunia maya, semakin pula lah harus bijak dalam menggunakannya, dan diatur pula dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Sosmed buat saya sendiri adalah media untuk update informasi dan hiburan. Tapi entah kenapa saya merasa posting kali ini begitu serius. Ahh sudahlah~

Bonus pict:






Thursday, January 8, 2015

Surat Terbuka Dari Backpacker Untuk Menteri Perhubungan Ignasius Jonan

Ada tulisan renyah dr Darwis Tere Liye

*Bagaimana tiket 0 rupiah bisa ada?

Bagaimana sih, kok bisa-bisanya, ada maskapai yang menjual tiket 0 rupiah? Tidak masuk akal dong? Jawabannya: masuk akal. Kalau situ tidak bisa memahaminya, bukan berarti sesuatu itu tidak masuk akal. Akan saya jelaskan dengan cara awam urusan ini.

Apa sih itu yang disebut Low Cost Airlines (LCC)? Itu artinya, maskapai yang mengoperasikan penerbangannya dengan biaya rendah. LCC itu maksudnya efisien. Bukan murahan. Air Asia misalnya, bagaimana mereka disebut LCC?

Kita bahas dengan contoh paling simpel. Pramugari dan pramugara. Kalau kalian naik Garuda, flight terakhir ke Bandung-Surabaya misalnya, maka itu pramugari dan pramugaranya akan menginap di hotel (rata2 bintang 4). Itu tentu saja butuh biaya semua, biaya hotel, jemputan, makan, uang saku, dsbgnya. Air Asia tidak, mereka membuat skedul penerbangan sedemikian rupa sehingga pramugari yang bertugas di pesawat, pada flight terakhir kembali ke kota asal mereka. Pramugari ini bisa kembali ke rumah masing2, dan tidak perlu biaya hotel, untuk bertugas kemudian. Atau dalam strategi lain, mereka menyediakan mess yang sama baiknya sebagai pengganti hotel. LCC mengatur hal seperti ini dengan baik, rapi, hingga mereka bisa memangkas banyak biaya operasional. Mereka mengatur efisiensi boarding, efisiensi staf operasional, cara memesan tiket, dsbgnya. TAPI mereka tidak memangkas biaya SAFETY. Keliru sekali kalau ada yang mikir, LCC itu menyepelekan keselamatan. Tidak ada yang bisa dipangkas dari safety.

LCC juga menjual tiket dengan pendekatan "apa yang situ butuhkan"? Situ hanya bawa bagasi tas ransel, maka tidak perlu membeli bagasi 20kg, apalagi 40kg. Buat apa? Apakah situ butuh duduk di kursi paling nyaman? Jika iya, maka monggo nambah bayarnya. Mau masuk pesawat paling dulu? Silakan, nambah lagi bayarnya. Mau makan? Juga nambah lagi bayarnya. Silahkan saja total-totalkan semuanya, jatuhnya tidak akan beda dengan maskapai lain. Tapi dengan adanya pilihan seperti ini, penumpang bisa terbang lebih efisien. Bukan kayak ngirim paket lewat kurir, mau suratnya hanya 10gram, mau 990gram, sama2 dihitung 1 kg oleh kurir.

Nah, LCC juga khas dengan promo harga. Apa itu? Begini, dek. Misalkan pesawat itu ada 100 kursi. Maka, mau isi pesawat itu 20 orang, mau 100 orang pol, tetap saja sama biayanya bagi maskapai. Jadi, mereka peduli dengan tingkat okupansi alias keterisian sebuah pesawat. Mereka riset, dan tahu, oh, okupansi kita ini rata2 di 90% saja. Ada sisa 10% yang selalu kosong. Maka, digelarlah promo harga. Jauh-jauh hari, jika Anda beli tiket untuk tahun depan, kami kasih 0 rupiah. Tapi itu hanya untuk 1-2 kursi saja. Karena toh, mau ada promo atau tidak rata-rata memang 90% terisi, mending promo, sekaligus bikin happy calon penumpang. Bagi maskapai itu adalah trik sederhana sekali. Tidak merugikan mereka. Toh 10 kursi itu secara rata2 memang akan tersedia alias kosong. Kecuali di masa2 sibuk (peak season), tidak akan ada itu promo, bahkan harga tiketnya bisa lebih mahal dibanding Garuda.

Tiket promo ini sangat penting bagi jutaan backpacker di seluruh dunia. Bukan hanya kalian Pak Pejabat saja yang mau naik pesawat.

Jadi, harga tiket murah itu bukan dosa! Bukan maksiat. Tidak berarti murahan safetynya. Catat baik2, Air Asia itu dapat penghargaan: The World's Best Airlines untuk kategori Low Cost Airlines. Mereka 5 tahun berturut2 memenangkan penghargaan bergengsi itu, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014. Itu adalah penghargaan paling top. Garuda saja yang baru dapat tahun2 terakhir dalam kategori berbeda, bangganya minta ampun. Masa' maskapai yang sudah dapat berkali2, dianggap hina dina, tidak ada hargaya sama sekali. Seolah sistem, prosedur maskapai Air Asia itu jelek semua. Air Asia itu juga korban, mana ada maskapai yang mau pesawatnya jatuh.

Saya kecewa sekali dengan kebijakan pemerintah soal jatuhnya pesawat Air Asia ini. Bukannya mereka bergegas membuka habis2an apa yang sebenarnya terjadi di kementerian perhubungan. Kenapa ada izin hantu. Kenapa-kenapa, semua dibongkar habis2an regulasi, peraturan, dsbgnya. Eh malah bergegas sebaliknya. Hellowww... kotak hitam belum ditemukan, KNKT masih jauh dari memberi kesimpulan, Anda sudah membuat keputusan: tidak ada lagi tiket murah penerbangan.

Aduh, dek, penerbangan murah tidak identik dengan safety murahan. Harga promo tidak identik dengan promo keselamatan. Kalau begini caranya, ada teman yg bergurau bilang, kasus ini sama persis kayak orang ngeluh pusing migren, malah dikasih obat cacing. Sakitnya apa, obatnya apa. Tapi perumpamaan kawan saya ini sih belum nendang, menurut saya, kasus ini ibarat: ada orang ngeluh pusing migren, belum selesai didiagnosis, kita sudah langsung teriak (dengan gaya marah-marah sambil diliput wartawan):

"Kasih Mastin. Pasti good!"

Jaka sembung naik ojek, nggak nyambung, jek! Batalkan rencana kebijakan kalian mengatur tarif bawah penerbangan.

Wednesday, January 7, 2015

Relatif.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Relatif adalah:

re·la·tif /rélatif/ a tidak mutlak; nisbi: produksi dl negeri dijual dng harga -- murah

Sedangkan menurut Wikipedia, Relatif adalah:

Relatif atau nisbi berasal dari kata berbahasa Latin yaitu relativus yang artinya berhubungan dengan dan dalam bahasa Inggris sering disebut relative.[1] Sesuatu disebut relatif, sejauh ia dihubungkan dengan sesuatu yang lainnya atau sepanjang ia menjadi pembawa relasi atau hubungan. Jika dilihat secara konseptual, relatif merupakan apa yang tidak dapat didefinisikan tanpa acuan pada sesuatu hal lainnya. Jika dipahamai dari sudut eksistensi, relatif adalah 1)apa yang memiliki eksistensi hanya dengan acuan pada sesuatu lainnya semisal aksiden dan 2)sesuatu yang ada, yang eksistensialnya merupakan basis atau dasar relasi nyata dengan yang lain atau segala eksitensi yang terbatas. Jika dilihat dari kesahihannya, relatif adalah apa yang berguna secara bersyarat. Namun seringkali relatif mempunyai arti yang sama dengan subyektif dan berkaitan dengan sebuah subyek. Dalam pandangan ini, syarat diabaikan dan yang korelatif ialah apa yang berada dalam suatu hubungan timbal balik dengan sesuatu lainnya

Singkat cerita, sesuatu dikatakan relatif jika terdapat eksistensi atau subyektifitas antara dua atau lebih subjek dan atau objek dengan nilai yang terukur dan mengakibatkan hubungan timbal balik.

Relatif akan menjadi jawaban saya mulai dari tahun 2015 ini hingga tahun-tahun kedepan jika dihadapkan dengan pertanyaan yang membutuhkan penilaian atas suatu objek dan atau subjek bila dan hanya jika disertakan data dan atau informasi yang cukup untuk membuat suatu penilaian atas objek dan atau subjek tersebut.

Susah ternyata berbicara dengan tata bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Hehehe.

Akan menggunakan jawaban relatif karena sebenarnya saya lelah jika ada yang bertanya tentang nilai atas sesuatu dan tak sesuai ekspektasinya, dan juga lelah bila harus berhadapan dengan perbedaan nilai jika harus dikemukakan secara umum.

Tidak apalah, nilai di dunia memang relatif. Nilai akhirat yang baku.

"Gimana wid menurutmu tentang 'x'?"

"Well.. Itu relatif yaa.. Hehehe"


Tuesday, December 16, 2014

Destination Marked!

http://www.hipwee.com/travel/10-destinasi-traveling-yang-wajib-kamu-kunjungi-bersama-pasangan-halalmu-nanti/

Sunday, September 7, 2014

Pengakuan Salah Satu Peracik Susu Formula

https://nakimsanwirja.wordpress.com/2013/12/24/heboh-pengakuan-salah-satu-produsen-susu-formula/

Wednesday, August 27, 2014

Bekerja Sesuai Passion Belum Tentu Bikin Kamu Bahagia

http://www.hipwee.com/inspirasi/bekerja-sesuai-passion-belum-tentu-bikin-kamu-bahagia/

Tuesday, April 22, 2014

Periods of Distrust (Letter to God)

Living this life for 24 years. So much things to said yet for what it have to be said, since I am not the sun.

Since my very childhood I never live up to what I want. Dreams sit calmly in the heaven. 

Some people have money. Good for them. But some people don't.

Some people eat a good food. Good for them. But some people don't.

Some people had their path goes well with their parents backgrounds and support. Good for them. But some people don't.

The other one who had a brilliant IQ pursuing science to what is matter. Good for them. But some people don't.

The other constantly shining on the workplace. Good for them. But some people don't.

The other one keep calm and remain silent. Good for them. But some people don't.

Some of them had love and be loved. Some of them cannot take care of their love. Some of them lost their loved one. Some of them still playing single. Some of them miss how it feels to love and to be loved.

Yet, some people don't.

There are some who blaming their life too yet no action to turn the bow of the ship. Good for them (?) But some people don't.

Some people keep fighting yet they cannot reach their dream eventually. Good for them (?) But some people don't.

And the others like me, screwed in every single bend. Good for me (?) But some people don't.

Sering kali aku bertanya kepada Tuhan kenapa harus seperti ini, kenapa harus seperti itu. Bagaimana bisa seperti ini, bagaimana bisa seperti itu. Terkadang Tuhan menjawabnya dengan waktu. Tapi terkadang Tuhan tetap menyimpan jawabannya.

Melihat kehidupanku 24 tahun ke belakang, banyak sekali keinginan yang tidak tercapai dan beberapa tidak akan pernah terulang. Aku kehilangan banyak hal. Tapi toh Tuhan tetap memenuhi kebutuhanku. 

Tuhan, hanya engkau yang mengetahui apa-apa yang ada di dalam hati dan pikiranku. Tuhan, pernah beberapa kali hamba tidak mempercayai lagi mimpi hamba, padahal itu pula yang membuat manusia bernilai di mata-Mu. Tuhan, tapi hamba tidak pernah berputus harapan akan kasih sayang Mu. Walau pada akhirnya mungkin hamba tidak percaya pada mimpi hamba lagi, tapi izinkan hamba mempercayai kasihsayangMu bahwa Engkau akan selalu memberikan apa-apa yang terbaik dan apa-apa yang hamba butuhkan.

Tuhan, unlike others, I am leaking instead gaining. I lost so much things in this very age. But Your love makes me complete. Tuhan, gantilah setiap tangisan dengan kebahagiaan tak terduga. Tuhan, jawab setiap mimpi dengan keajaiban tak terkira.

Tuhan, lindungi orang-orang yang hamba sayangi dan kasihi. Cinta yang hamba lantunkan dalam doa tolong sampaikan ke mereka dengan cara Mu. Jagalah mereka dalam pelukan Mu.

Tuhan, dalam tangkisku ku merindu Mu.

Tuhan, apa Kau melihatku?



Di tengah kesunyian malam dan kesepian yang mendalam
Jakarta, 22 April 2014


Monday, April 7, 2014

3-Ta dan Cinta

Apa yang kamu cari?

Salah satu pertanyaan terbesar yg selalu gw rewind setiap kali melakukan apapun kapanpun dimanapun.

Tiga jawaban ter-simple di dunia dari pertanyaan di atas ga lain dan ga bukan hanya harta, tahta, wanita.

Sedikit intermezo, gw dibesarkan dari keluarga yang dulunya benar2 di bawah. Bapak dulunya kehidupannya lumayan oke, mungkin kalo bahasa kerennya sekarang manajer lah di perusahaannya. Tapi harus tinggal di lokasi berbulan2, kata Mama si kakak sampai manggil Bapak dengan panggilan Oom sangking ga pernah ketemu dan jadi ga kenal. In the end Bapak resign dari perusahaannya demi kebersamaannya bareng anaknya. Dari situ jua lah kehidupan keluarga dimulai dari nol. Dari makan nasi cuma pake garem sampai telor dadar satu dibagi empat semua udah dirasakan. 

Miskin, begitu bahasa Indonesia nya. Apapun Bapak lakukan, jadi tukang ojeg pun pernah. Susah, dari jaman baheula juga susah kalo mau cari kerja tapi ga punya link dan idealis. Sayangnya sifat itu juga yg turun ke gw.

Pendek cerita Bapak ngikutin jejak Mama untuk jadi Oemar Bakri, kalo bahasa majasnya Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Akhirnya Bapak memutuskan untuk menjadi guru, terlihat keputusan idealis nya itu membuat wajahnya awet muda walau sekarang terlihat kurusan.

Dengan background seperti itu ortu gw bener2 menanamkan dua hal, nilai dari buah pendidikan dan arti dari kata harta.

Waktu kecil selalu denger ortu berpesan, "harta bukan segalanya, cinta yang utama". Seiring bertambahnya usia kata2 itu berubah menjadi "makan tuh cinta!".

Terus, apa yg gw cari?

Harta?
Kebetulan aja kerjaan gw berhubungan dengan uang, tapi ga tau kalo emang udah tertulis di kitab Tuhan. Padahal dari dulu gw udah nolak kerja di bank eh sekarang malah terdampar di ranah yg paling gw hindari. Di posisi gw sekarang ini gw bener2 ngeliat uang dari berbagai sudut pandang. Di satu sisi uang begitu berharga bagi sebagian besar orang, di sisi lain betapa uang tidak ada harganya karena sambil lalu saja, cash flow yg super dahsyat, di sisi lainnya lagi betapa uang bisa buat orang buta mata, gila akut, dan penyakit duniawi lainnya. Gw rewind lagi pelajaran dari ortu gw dan ooh benar, harta itu perlu tapi bukan segalanya. Sebaik2nya harta adalah manifestasi dari kesyukuran.
Ada satu tagline dari guru gw dan selalu gw ingat, 
        "letakkan dunia di tanganmu, bukan di hatimu".

Tahta?
Agak males bahas ini karena sebenernya tahta butuh harta. Kalo punya tahta belum tentu punya harta, jadinya aja korupsi dan balik modal. Tapi kalo punya harta bisa bikin tahta kapan aja. Intinya tahta ini ga penting kalo ga ada harta.

Wanita?
Sebenernya agak panjang kalo mau bahas point yg ini. Tapi coba sedikit gw derivative kan. Hal yg membuat gila pria kebanyakan adalah wanita cantik. Sebaliknya hal yg membuat gila wanita kebanyakan adalah pria berharta. Kesimpulannya, pria harus berharta dan cakep sebagai bonusnya, dan wanita harus cantik dan berharta sebagai bonusnya. Skip.

Cinta?
Nah ini hal ter-dilematik banget, galau-able banget.
     "Emang lo mau ngasih makan binimu pake cinta? Makan tuh cinta!"
     "Hari gini yang penting tajir aja dulu, ntar kalo kaya, cewe tinggal tunjuk"
     "Gw udah cape ahh hidup miskin, mending cari laki kaya, masa sama lo tiap hari jajanannya gombal aja"

Yaa kurang lebih seperti itu lah bunyinya. Tapi serius deh, harta-tahta-wanita itu bener2 ga ada artinya kalo ga pake cinta. Gw dipromosiin buat jadi Project Finance Manager, tapi setelah gw liat kerjanya senior gw selama dia jadi PFM ini malah ga ada enak2nya, bersyukur itu jadi susah banget rasanya. Gaji emang besar, tapi apa itu yg dicari? Toh setelah dapet duit banyak ga punya waktu juga untuk menggunakannya, dan ujung2nya ngerasa kurang karena beban pekerjaan yg lebih berat.
"Kerjaanku berat banget kaya gini mestinya gajinya lebih gede lah", awalnya ada pikiran gitu, akhirnya yaa jadi korupsi.

Akhirnya gw mengerti kenapa orang bilang cari kerja itu kaya nyari jodoh, karna kalo ga ada cinta yg tumbuh dari kerjaan, pasti ada aja dan banyak aja hal negatif yg selalu membuat kita merasa kurang, parahnya kalo kita udah ga notice hal negatif tersebut dan menganggap perasaan kurang tadi cuma sebagai dinamika hati mencerna rasa.

Terlepas dari cinta, dua di antara tiga, jelas gw lebih membutuhkan harta dan wanita. Gw berfikir lagi.. Bukan, bukan ini yg gw cari, bukan uang sebagai harta yg gw cari, tapi uang sebagai alat investasi. Investasi yg cukup untuk diri sendiri dan lebih untuk berbagi. Bukan wanita yg mampu membuat hati berdebar2 di awal, tapi yg mampu setia ada dan menemani hingga akhir. Tahta? Lebih baik tetap Allah lah yang memilikinya.

Jadi, apa yang kamu cari?


Tuesday, October 22, 2013

Was iOS 7 created in Microsoft Word?





It seems like Apple didn't want to spend a lot of cost for its iOS7 user interface. That's why I still love iOS6 UI. Happy watching, and found yourself drown into an ihh-wow-moment XD


Saturday, October 5, 2013

Bontang Innova Comunity - BIC

Hello people..



Short case kemaren gw diberi kesempatan oleh Tuhan YME untuk menambah pengalaman dan menggali ilmu dari Universitas Alam Semesta dengan mengikuti rangkaian seleksi masuk salah satu BUMN oke di Indonesia, anak perusahaan dari PT. Pupuk Indonesia - Pupuk Kaltim Bontang. Tapi kali ga akan bahas masalah tesnya, melainkan bahas Bontang Inova Community - BIC. 

Apa itu BIC?

Back then, pengumuman lolos seleksi sebenernya tanggal 5 September dan tesnya masih hari senin 9 September. Tapi untuk perjalanan Balikpapan-Bontang ga bisa seperti membalik tangan dan mengedipkan mata. Paling cepat ditempuh 6 jam perjalanan darat dan 30 menit perjalanan udara. Yg jadi masalah, semua maskapapi ke Bontang dari Balikpapan adalah maskapai resmi perusahaan2 di Bontang seperti PT. Badak LNG, PT. Pupuk Kaltim, dan PT. Indomico. Bisa sih kita menggunakan maskapai tersebut, tapi berhubung pesawatnya hanya pesawat sejenis fokker dan propeller jadi hanya bisa memuat sedikit penumpang sekitar 6-20 orang -kalo ada yg ga tau, fokker itu pesawat yg pake baling2 di moncong atau di sayap pesawat-. Dan yg jadi masalahnya lagi, yg diutamakan adalah pegawai perusahaan2 tersebut serta direksinya. Jadi kalo misal kalian udah megang tiket pesawat ke bontang lalu ada direksi ingin menggunakan pesawat, maka selamat, anda bisa mencoba perjalanan darat minimal 6 jam. Hahaha..

Karena ketiadaan maskapai, otomatis gw waktu itu bersama seorang teman akhirnya nyari travel. Ada beberapa pilihan travel mini bus excecutive seperti Cipaganti , Kangaroo dan Star link. Awalnya tenang, tapi seketika hati mendung dan pikiran kalut karena semua tiket travel eksekutif tersebut sudah habis sampai hari minggu. Dikarenakan jadwal operasi Balikpapan-Bontang hanya 2x, sekali dari BPN sekali dari BTN.

Akhirnya ortu gw nawarin travel andalannya saat berpergian ke kota2 di kaltim.
     "Nama travelnya apa pak?"
     "Umm apa yaa? Ga ada eh le, yaa pokoknya travel gitu, mobilnya inova"
Okelah saat itu udah pasrah aja yg penting bisa sampai kesana. Karena tes senin, jadi minggu udah harus berangkat. Janjinya jam 10 pagi tapi molor jadi jam 12. Akhirnya tau penyebab molor ini dikarenakan travel tersebut harus cari penumpang dulu di bandara untuk menuhin kuota mobil.

Selama perjalanan ke Bontang, ga ada banyak kesan karena waktu itu dapet duduk di belakang. Minimal 6 jam perjalanan dan harus duduk di kursi paling belakang mobil kecil gitu tersiksa banget, kaki ga bisa lurus dan nerima paling banyak guncangan. Hiks..

Kesan pertama yaa si supir travel ini. Selama perjalanan doih telponan mulu, sepertinya sama pacarnya dan sepertinya pacarnya di Depok. Yg paling bikin ga bisa lupa ketawanya yg khas. Ketawanya itu gimana yaa? Ga bisa tertawa lepas, terus serak basah dan suara seperti mau habis + doih menikmatinya. Auk dah bayangin aja. Semacam Pak Raden tapi ga bold, lebih soft gitu.
Kedua, masih si supir dan keahlian doih nyalip2. Jadi kalo misalnya ada dari kalian yg nyetir mobil dari BPN ke SMD terus ada inova yg mau nyalip2, mungkin ini supir travel gw mas Onten namanya, atau supir BIC yg lain.

Kelar tes ada lagi masalah, yaaaaaa ituu.. Ga dapet lagi travel eksekutif. Akhirnya gw minta nomor telpon travel yg ga ada namanya ini -kalo si Baihaqi sih bilang travel gelap- ke ayah gw.

     "Hallo dengan mas adit?"
     "Iyaa hallo ini dengan siapa?"
     "Dengan Widi mas, mas saya mau pesen travel ke BPN dong mas"
     "Ohh bisa mas, tapi regulernya jam 11 malam eh mas", saat itu masih jam 3
    "Ohh gitu yaa mas? Kalo gitu saya carter travel aja bisa kan yaa mas? Di harga berapa mas?"
     "700rb mas, mau dijemput dimana mas?
     "Di Masjid Raya Baiturrahman mas jam 5 sore ya mas"
     "Ohh ini anaknya pak Ramelan yaa?"
     "Iyaa mas"
     "Mas kalo berangkatnya setelah isya aja gimana? Tapi sama saya, saya potong 100rb deh karena bapak langganan saya. Kalo mau yg jam 5 ini harganya sama tapi sama teman saya"
     "Umm....." *mikir*
     "Boleh deh mas" *mayan, rejeki anaknya pak Ramelan, mehehe..

Akhirnya jam 8 gw dan Rahman dijemput di masjid dan masih harus jemput Baihaqi di komplek PKT. Gw pikir perjalanan pulang ke BPN bakal jadi perjalanan yg bener2 melelahkan, ternyata engga karena si mas Adit ini orangnya talkative banget. Banyak banget cerita disepanjang perajalan, tapi yg bakal gw bahas yaa BIC ini tadi.



     "Mas, nyetir udah lama?"

     "Saya baru dari 2008 mas, sebelumnya saya kerja 3 tahun di Indomico"
Jadi mas Adit ini baru mulai nyetir travel ini 2008, 3 tahun sebelumnya doih kerja di tambang perusahaan Indomico. Tapi karena doih menikah dan bekerja di tambang ga memungkinkan banget untuk membagi waktu bersama keluarga, doih akhirnya resign dan mencoba merintis usaha travel ini dari bawah. Kasusnya sih sama kaya ortu gw, karena anak pertama ga kenal dan manggil Om bukannya ayah. Kekeke..

     "Ini sebenernya travel apa sih mas?"
     "Ooh ini travel pribadi saya mas"
Menganga gw awalnya karena travel dengan mobil inova ini bukan cuman dua mobil selama pulang pergi ini aja yg beroperasi. Jadi di tengah perjalanan ke Bontang tepatnya di Samarinda, kita istirahat di sebuah cafe gitu, cafe Nuansa namanya. Nah disana itu ternyata banyak banget mobil inova yg istirahat, waktu itu gw langsung nyimpulin kalo mereka ini sebenernya satu manajemen. Dan kalo si mas Adit ini yg punya semua mobil yg beroperasi berarti doih tajir banget. Tapi kenapa dia nyetir juga?


     "Loh berarti mobil2 travel inova yg stop di tempat peristirahatan itu punya mas juga?"
     "Ohh engga mas, itu punya temen2 saya emang"
     "Lah tadi bilangnya travelnya mas?"

*Akhirnya masuk ke intinya nih

     "Ohh engga mas, jadi ini emang travel saya tapi mobil2 inova yg lain itu mobil temen2 saya yg usaha travel ini juga. Jadi kami ini tergabung dalam sebuah komunitas gitu mas widi, namanya 'Bontang Inova Community'. Nah kami ini kerja barengan pake sistem sederhana aja mas, sistem tolong saudara namanya (berhubung 85% penduduk lokal Bontang adalah orang2 jawa)"


     "Nah itu gimana mas? Jadi ini sebenernya kalian semua ini satu bendera perusahaan mas? Apa BIC itu sendiri komunitas dari perusahaan travel ini?"

     "Engga mas, kami ga tergabung dalam badan usaha, kami punya usaha travel sendiri2 tapi bekerja bersama *kalo dalam ilmu bisnis ini disebut self-preneur / self-employee*, sistem kerjanya kami cari penumpang mas, nah bila ada temen yg kebagian banyak penumpang dan ga bisa handle semua maka harus menghubungi temen2 lain dalam naungan BIC yg beredar dekat dengan posisi si teman yg over passengers tadi."

     "Menghubungi disini lewat mana mas? Berhubung ini kan bukan satu badan usaha, berarti ga integrated system via online kan mas?"

     "Iyaa mas bener sekali, jadi kami membangun jaringan di travel ini cukup dengan modal telepon aja mas. Jadi kalo ada temen dapet pesenan tapi ga bisa ngangkut mereka langsung hubungin orang terdekat yg berada di kota itu."

     "BIC ini udah lama mas ada?"

    "Jadi sebenernya komunitas ini udah lama mas dari tahun 1990, tapi dulu masih pake kijang kapsul, setelah inova keluar di tahun 2005, komunitas sepakat pada akhirnya untuk menggunakan inova di tahun 2007-an."

     "Ini member dari BIC ini sendiri mayoritas orang jawa ya mas? Apa ada anggota BIC yg bukan suku jawa?"

     "Berhubung 85% orang di Bontang ini orang jawa mas, dan kami lebih percaya dengan suku sendiri yaa jadinya kebanyakan orang jawa dalam komunitas ini mas, tapi ada juga beberapa yg bukan orang jawa."

    "Ada berapa anggota mas dalam BIC ini? Karena ini komunitas, ada ga mas acara2 kopdar atau yg lain gitu? Atau cuma sebatas menaungi usaha travel pribadi mas?"

    "Kalo ga salah kurang lebih ada sekitar 250 member mas. Ada kopdar juga, sharing, dan yg paling penting ada arisan mobil mas. Jadi kami punya arisan mobil, tiap arisan maksimal 20 orang dan setiap orang nyetor 5juta, jadi terkumpul 100juta setiap arisan. Nah uangnya ini kita wajibkan untuk ambil kredit mobil, karena tidak semua member BIC ini pake mobilnya sendiri, masih banyak juga member yg nyewa mobil pegawai2 PKT yg udah pensiun dan tidak make mobil lagi, termasuk saya."

     "Terus mas, kenapa BIC ini ga jadi satu badan usaha resmi aja mas? Menilai jaringan usaha kekeluargaan yg udah sangat bagus dan terbuka. Karena menurut saya sayang mas kalo usaha ini ga dalam satu naungan badan usaha, melihat branding image menyumbang kontribusi besar dari segi promosi. Karena banyak orang yg ga tahu ini sebenernya travel apa mas. Dan juga kalo dijadikan badan usaha, travel ini bakal jadi leader di kaltim, juga bisa bersaing dengan bisnis travel yg udah ada seperti Kangoroo dan Starlink atau Cipaganti yg baru penetrasi ke kaltim mas."

     "Wahh kalo kita pake sistem mulut ke mulut aja mas. Selama ini berhasil masih berhasil dengan sistem itu."

Pertanyaan terakhir itu ga dijawab sama masnya lengkap padahal gw udah 3x bertanya. Tapi dari situ gw udah bisa simpulin sendiri. Kenapa ga jadi satu badan usaha karena menurut gw bakal susah kalo jadi satu badan usaha, dua alasan mayornya yaa karena setiap orang mau jadi pemimpin dan pajak usaha yg besar.

Dengan berdiri sendiri2 gini mereka tetep bisa setara sama rata, ga ada yg jadi pemimpin dan ga ada yg dipimpin, mereka melakukan kepemimpinan rakyat yg ga terpusat. Kalo ada yg jadi bos, otomatis ada yg jadi babu. Dan karena mereka pake azas kekeluargaan, ga ada yg namanya bos atau babu dalam keluarga. Maka ga akan ada juga iri dan dengki atas tirani kekuasaan bisnis tersebut. Mereka adalah bos bagi diri mereka sendiri. The real self-preneur.

Oke lah kalo ga mau jadi satu badan usaha, tapi mereka bisa menggunakan satu branding agar orang2 tahu dan ga takut naik travel yg suka disangka orang2 adalah travel gelap. Tapi kenapa mereka ga mau? Menurut gw alasannya cukup sederhana, yaa karena pajak badan usaha dan izin mendirikan usaha itu ga segampang dan semurah yg orang pikirkan. Dengan income yg lumayan gede gini mereka ga bakal lepas dari dirjen pajak, dan kalo mereka pake sistem kepemimpinan usaha terpusat bisa aja ada yg korupsi dan kabur, dan kalo kabur, usaha ditutup, kena denda, bisa hukuman penjara, dan yg paling parah adalah mereka ga akan pernah dapat menjalankan usaha ini lagi. 

Karena ketiadaan naungan satu badan usaha tadilah yg menyebabkan travel ini lebih murah dibanding travel berbadan usaha resmi seperti Cipaganti, Kangoroo, dan Starlink (masih banyak travel resmi lainnya). Harga travel Bpn-Btn pun hanya dibanderol 150rb/ kepala atau 700rb/ mobil bila ingin carter. Sedangkan travel berbadan usaha resmi paling murah di 210rb, lumayan saving kan?

Gw salut sama bisnis yg temen2 BIC ini bangun, lebih ke sistem usaha kekeluargaannya sih ketimbang dari bisnis jasa yg mereka berikan. Karena saat travel lain supirnya adalah pegawai yg bekerja, mereka adalah pengemudi yg profesional. Saat travel lain dipimpin oleh satu orang demi mensejahterakan karyawannya, mereka memimpin diri mereka sendiri dan mensejahterkan keluarganya. Disaat supir travel lain rata2 berpendidikan rendah, mereka tidak, mereka mayoritas adalah para resign-er dari perusahaan2 lokal ataupun global. Disaat supir lain hanya bisa mengantarkan, mereka bisa mencairkan suasana dengan segudang pengalaman dan ilmu hidup mereka. 23 tahun gw hidup baru sekali ini dapet supir yg pinter dan berwawasan serta sholeh seperti mas Adit. Ga sedikit doih masukin unsur dan campur tangan Tuhan dalam percakapan kita.

Gw harap bisnis mereka ini tetep sukses kedepannya, membawa berkah dan berkontribusi positif untuk membuka daerah2 di kaltim lainnya tentunya dengan badan usaha yg jelas, teteup. Hehehe..

Buat temen2 yg pengen ke Bontang atau ada keperluan ke Bontang, bisa hubungin mas Adit di nomor 0853 4887 0251.

Ada sedikit poto2 supaya jadi gambaran brownies sekalian, hehehe

Pas sampai bontang, nyempetin buat survey lokasi tes dan ketemu anak2 marching band pkt bontang. Terkenal banget sih ini MB nya di Indonesia katanya.

Ini di masjid Baiturrahman PKT Bontang, semacam Istiqamah nya Balikpapan. Gokilnya, kalo solat disini banyak burung2 gereja yg berterbangan di langit2 masjid karena masjidnya terbuka. Cobain solat dzuhur atau ashar disini deh, dijamin syahdu, semilir angin dan kicauan burung gereja. What could make it better!




Jalanan di sekitaran PKT nih, semacam komplek pertamina di Balikpapan tapi versi lebih sunyi. Bersih, no polusi sama sekali, dan orang Jakarta pasti senang disini karena ga macet sama sekali.





Waktu itu sebelum nunggu jemputan travel buat balik ke Balikpapan yg masih jam 8, akhirnya gw sama Rahman ngider2 komplek pkt dan mampir ke kantin dan koperasinya gitu buat makan dan leha-leha. Kantin dan koperasinya bersih deh, dan pas sampai disini akhirnya gw sama Rahman ga ngerasa kalo kami berada di bontang, malah kerasa lagi di kantinnya UGM. Hahaha..

Ada panggungnya juga, kata Errin salah satu temen kami yg anaknya pegawai PKT, kalo malam suka ada live music gitu, asik sepertinya.






Ada salon CITRA ada toko CITRA, ada apa ini kenapa semua CITRA? :p
Ada bakery dan pastry juga loh, Citra rasa apa yaa namanya? Lupa :p




Banyak banget kantinnya disini, segala makanan dari semua daerah ada. Tapi akhirnya gw sama Rahman makan pempek dan tongseng kambing. Berhubung ga nemu tongseng kambing di Balikpapan.

Jus buah naganya manis minimalis, seperti senyumanmu yg buat aku jatuh cinta itu. Hihik :p

Satu porsi tongseng kambingnya cuman 25ribu, murah sih untuk porsi sebanyak dan seenak ini, cabenya bro, sporadis ditabur di atas tongseng dan di kuahnya juga banyak ternyata. Ditemani seporsi nasi yg pas dan kerupuk udang. Lovely.


Last but not least,
Thanks mas Adit buat diskon dan sharingnya, thanks PKT Bontang untuk kesempatannya, thanks God for gave me such a breath through this experience.




Which one better for you, the goal or the process itself? :)