Thursday, June 15, 2017

Ifhtar di Bulan Ramadhan

Ga terasa ternyata sudah dua tahun berjalan setelah post terkahir saya di blog ini dan bertepatan di bulan Ramadhan. Ga tau kerasukan malaikat apa, sore ini tiba2 keinginan menulis muncul kembali. Dan kali ini ingin membahas tentang ifthar atau berbuka puasa.

Some said,  
"Wid, kamu sombong banget sih ga ikutan buka bareng."
 Or,
"Ga usah sok sibuk, kamu loh jomblo, kaya ada aja yang nemenin buka."
Etc.

Berbuka puasa memang menjadi ajang silaturahim. Bagi yang buka bareng dibiayai perusahaan atau instansi tempat berkerja, bukber/ bubar bisa jadi kendaraan untuk mencoba restoran oke, yang ibaratnya sehari2nya kita kepikiran aja engga pernah untuk makan disana, well, because of the damage cost. Ha-ha-ha.

Back in 2010, where it all begins. Saya berada ditengah perjalanan untuk kembali ke Bandung dari Subang. Waktu berbuka sudah dekat, belum ada masjid terlihat, dan ban motor bocor. Dahaga dengan bahagia menggelayut di kerongkongan. Pelik, saya pikir saya akan mati.

Sampai akhirnya ketemu warung kecil ditengah perjalanan, alhamdulillah, hamparan kebun teh pun sudah ga terlihat hijaunya karena memang sudah senja.

Friday, July 3, 2015

Diferensial dan Integral Dari Bulan Ramadhan

Tidak terasa udah menjalani setangah dari bulan Ramadhan 1436.

Topik kali ini menarik banget. Diferensial (turunan) dan Integral (naikkan) dari sebuah sistem yang dinamai bulan Ramadhan. Hahaha, abaikan lah, sesungguhnya penulis juga tidak tau apa itu definisi dua kata itu, biar dibilang saintis aja.

Sebenernya pengen bahas tentang intisari dari Ramadhan itu sendiri, tapi sudah banyak kalau kita cari di google atau mesin pencari lainnya, bahkan lengkap dengan kutipan ayar Quran dan tafsirnya dilengkapi dengan hadist qudsi (perkataan Allah yang diriwayatkan rasul) dan juga hadist dari Rasulullah SAW.

Tapi tetap penulis akan berbagi pikiran tentang turunan dan naikkan dari bulan Ramadhan itu sendiri baik dari kacamata penulis maupun dari ilmu sang mentor, kita mulai dari kacamata penulis.

Kacamata Penulis:
Menurut penulis fungsi turunan dan naikkan daripada Ramadhan sendiri adalah SOLUSI. Apa saja?

1. Resepsi Pernikahan
Jadi pada hari minggu lalu, saya bersama teman2 ada sesi poto bareng di Balikpapan Dome Convention Center. Sesampainya disana banyak banget truk dan mobil muat yang siap mengangkut properti dari sebuah acara pada umumnya, kursi, tulang2 panggung, dekorasi, dll. Dan sampailah kepada pemikiran,
  
  "Kenapa ga ngadain resepsi saat bulan Ramadhan aja? Bisa hemat pengeluaran sampai dengan kurang lebih 50%".

Lalu temen jawab,
  "Kan kasian yang puasa Wid ga bisa makan, pasti kalo pun ada resepsi pasti malam, dan kalo malam ga jadi menghemat."

  "Loh inilah kenapa Ramadhan menjadi solusi, kalo emang resepsinya malam, akad dan resepsi bisa sekalian diadakan di masjid, dapet takjil dan makan gratisan kan dari masjid. Wkwkwk. Oke, taruhlah kita seorang yang malu gratisan, gapapa kita ga jadi menghemat 50%, kita sediakan takjil dan makanan buat ifhtar (berbuka) dan makan bagi tamu yang datang."

Rugi? Sungguh tidak, karena Rasul bersabda,
"barang siapa yang menyediakan buka dan makan bagi saudara muslimnya yang berpuasa, maka atas mereka pahala daripada yang berpuasa".

Bayangkan, niatnya gratisan, berujung malu sebagai seorang insan yang ga gratisan, berakhir pahala kumulatif daripada tamu2 undangan yang berpuasa. Masyaallah kan yaa..

2. Perekonomian Mandiri
Dengan kebijakan pemerintahan yang sekarang yang sungguh sangat tidak pro rakyat, bulan Ramadhan bener2 menjadi solusi perekonomian kecil, mikro, dan menengah. Bagaimana engga, di bulan ini semua orang berlomba2 berjualan dari kuliner ke pakaian lalu kerajinan tangan dan ajaibnya entah darimana mereka mendapatkan modalnya, modal yang kalau di bulan2 biasa pasti jadi kendala susahnya untuk menjalankan usaha. Saya akui itu. Disini lah letak rahmat dan keajaiban Ramadhan.

Padahal kalau mau ditilik lebih dalam, harga bahan pokok pun meningkat pesat di bulan ini. Dan usaha tetep lancar jaya. Kebayang kan kalau pemerintah mengadakan sayembara atau bahasa kerennya semacam entrepreneurship challange  gitu dengan menunjuk salah satu bank syariah, ga usah lah repot2 bikin proposal bisnis, cukup mencari usaha dengan produk terbaik dan terniat, masing2 satu dari berbagai kategori seperti kuliner, fashion, dan crafting atau kerajinan tangan yang dijuri oleh praktisi bisnis dibidang tersebut masing2. Lalu dibina dan diadakan setiap tahun, mungkin ditahun2 kedepan kategori usahanya bisa berbeda guna menjaga persaingan tetap sempurna. Mungkin kategori usaha kreatif bisa jadi salah satu tema sayembara. 

Berapa banyak rakyat kecil yang kita kuatkan perekonomiannya? 

Sedihnya malah pemerintah malah mendatangkan pekerja dari cina untuk bekerja di Banten dan Papua. Bukannya memakai tenaga lokal. Belum lagi BUMN yang dilepas di lantai bursa. Bukannya memperbanyak BUMN.

Lalu badan amil zakat. Di zaman khalifah Abu Bakar RA, orang2 sampai bingung mau memberi sedekah dan zakat ke siapa karena rakyatnya makmur sejahtera karena sedekah dan zakat yang dikelola dengan sungguh sangat baik. *mohon koreksi jika saya salah berkaitan masa kekhalifahan siapa yg makmur dan sejahtera*

Kemarin sahabat saya berbagi ebook tentang zakat, tapi karena malas belum aja saya baca. Penulis yang malas membaca, jangan dicontoh yaa adik2. Hahaha. Nah, karena belum membaca itu penulis kurang mengetahui tentang bagaimana pengelolaan zakat. Penulis berjanji mempelajarinya. Aamiin~
Berkaitan dengan pengelolaan, penulis kurang mengetahui, apakah dana zakat dapat dikelola menjadi usaha yang nantinya dikembalikan ke rakyat. Tapi setahu penulis dana zakat boleh dikembangkan untuk usaha umat.

Bayangkanlah temen2, potensi zakat di negara Indonesia tercinta ini sebesar 217 triliun/ tahun. Bahkan dengan dana sebesar itu kita bisa buyback BUMN yang sempat dijual pemerintah, bisa menasionalkan perusahaan swasta yang mempekerjakan penduduk lokal, atau bahkan bisa membangun BUMN lagi. Tapi sayangnya kalo membangun BUMN ada kemungkinan dikorupsi pejabat negara lagi. Lebih baik tetap pada ide usaha mikro, kecil, dan menengah.

Bukan kah ini solusi? Ramadhan sebagai, ohh bukan.. ISLAM sebagai SOLUSI.

Turunan dan naikkan dari bulan Ramadhan melalui kacamata sang mentor akan diposting di blog selanjutnya yaa. Bookmarks yaa brownis. Kaya masih ada aja yang baca ini blog. Tapi gapapa tetep positif. Hahaha..



Monday, February 2, 2015

Penyakit Perut Akut - Medication Tips

Hallo masnya dan mbaknya sekalian. Ketemu lagi bersama saya Leonidas. It's pretty fun lately to be nick-named as Leonidas since this is SPARTAAAA...!! Nyehehe.

Kebetulan (since there's no accidentally in life) saya punya penyakit karena kebiasaan yang buruk sewaktu SMP. Dikarenakan waktu SMP saya bantet banget jadi males makan, hahaha. Awalnya cuman berawal dari maag, paling parah infeksi lambung plus gerd saat kuliah tingkat kedua. Dikarenakan hari itu saya sedang puasa sunnah, tapi karena ada rapat organisasi sampai jam 10an saya jadi lupa makan sampai ada seorang teman yang ngajak makan. 
   "Ahh kelar juga, makan dimana kita jang?"
Jedaaaaaarrr!!! Barulah ingat kalo buka puasa pun belum. Dari pas sadar itu barulah badan rasa ga enak, makan pun ga ada rasa nya. Jadi intinya kalo kalian lupa sama sesuatu hal yang krusial udah lupain aja. Hahaha, sesat.. Maksudnya jangan sampe satu hal bener2 occupied big space in mind gitu. Jangan sampe mikirin sesuatu yang ga baik berlebihan, overthink.

Nah kali ini saya mau berbagi info bagi brownies yang punya penyakit yang sama dengan saya. Untuk pengidap penyakit maag mungkin tidak susah mencari obat maag karena walaupun tidak banyak, ada beberapa brand obat maag yang sering nampang di TV, seperti Promaag dan Sanmaag. Tapi kedua obat ini adalah obat komersil bukan generik, jadi harganya relatif mahal apalagi bagi penderita maag yang berkebutuhan khusus. Perlu diketahui bahwa obat generik juga mempunyai khasiat yang bagus, kenapa murah, karena obat ini mendapatkan subsidi pemerintah.

Perhatian:
  • Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis, karena saya bukan dokter. Jika Anda perlu bantuan, treatment, pengobatan, dan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
  • Untuk komposisi obat, farmakologi, indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, peringatan dan perhatian, serta interaksi obat, dapat merujuk kepada situs farmasi online yang lebih kompeten.
  • Saya hanya akan memberi masukan sejauh kecocokan, manfaat, dan nilai opportunity dari obat2 tsb. Artikel ini semata2 hanya saya gunakan untuk berbagi informasi.

Nah, ini obat maag alternatif yang saya gunakan dan saya rekomendasikan. Bisa saya rekomendasikan karena mendapat saran pengobatan dari kakak saya yang juga seorang dokter. 

Dexanta - for Gastric Acid.
Untuk obat maag saya biasa menggunakan Dexanta. Dexanta ini merupakan obat generik, sangat bagus selain murah juga botolnya plastik, jadi sangatlah portable. Bisa dibawa kemana2 dan ga takut pecah. Kebetulan saya selalu sedia obat ini di tas jaga2 kalau sewaktu2 kumat.

Berguna untuk mengurangi gejala2 yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung. Gejala2 lain seperti gastritis, tukak lambung, tukak usus dua belas jari dengan gejala2 seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung.

Rasanya cukup enak, tapi siapa yang ingin sakit. Hehehe.
Obat alternatif bagi promaag dan sanmaag yang cukup mahal. Dan untuk meredakan asam lambung, lebih baik menggunakan yang syrup ketimbang yang tablet.


Omeprazole and Ranitidin - for GERD Treatment and Medications

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gejala kronis kerusakan mukosa yang disebabkan oleh asam lambung yang datang dari perut ke kerongkongan. Simple nya ada katup pemisah antara lambung dan kerongkongan dan yang melindungi kerongkongan dari meluapnya asam lambung. Kealfaan fungsi katup ini menyebabkan asam lambung dapat dengan mudah meluap ke kerongkongan, menyebabkan keadaan mual yang sangat dahsyat.
 
Obat utama yang digunakan untuk GERD adalah proton-pump inhibitors, H2 receptor blockers dan antasida (seperti dexanta dan sanmaag) dengan atau tanpa asam alginat. Untuk pengidap GERD, obat ini biasa digunakan untuk perawatan medis dengan penggunaan selama 30-40 hari non-stop. Bisa sekali atau dua kali pemakaian dalam sehari berdasar anjuran tenaga medis. Diminum malam sebelum tidur dan atau pagi hari satu jam sebelum mulai untuk memakan sesuatu.

Sedangkan untuk penanganan asam lambung yang berlebihan sehingga membuat mual, bisa menggunakan Ranitidin satu jam sebelum makan. Ada alternatif yang lebih baik untuk penyembuhan GERD, antara lain dengan obat Pansoprazole (injeksi) dan Sucralfat (minum), namun penggunaan obat ini harus dengan pengawasan tenaga medis. Dan obat injeksi tentunya tidak murah tapi efek sudah pasti lebih dahsyat.

Cotrimoxazole - for Gastric Bacterial Infection
Nah ini bagian terparah dari penyakit perut akut ini, infeksi lambung. Setelah lambung dihajar oleh asam lambung yang membludak, dinding lambung, tukak lambung, dan pangkal usus mungkin iritasi karena tergerus panasnya asam lambung. Iritasi ini bisa meradang parah bila ada bakteri yang menginfeksi. Dalam keadaan seperti ini biasanya obat injeksi lebih diutamakan karena efeknya yang langsung mengalir lewat darah. Biasanya asam lambung diredakan dengan pansoprazole (injeksi) dan lalu diberikan cotrimoxazole sebagai antibiotik dari bakteri tersebut.

Ada dua dosis untuk antibiotik ini, 480mg (generik) dan 960mg. Untuk aturan minum, hanya 2x1 untuk dosis yang 960mg. Nah gawatnya untuk yang dosis 480mg harus menelan dobel untuk takaran dosis yang sama, jadi sehari minum 4 tablet. Dan tabletnya seriusan besar, lietrally BESAR. Setiap minum tablet yang kedua selalu nyangkut di leher, karena kelenturan tenggorokan sudah berkurang mungkin.

Untuk sekarang mungkin tiga obat dewa ini yang bisa saya share ke brownies yaa. Oia, biasanya untuk beberapa penderita maag diikuti pula dengan diarrhea, bisa mengkonsumsi obat Loperamide dengan dosis dua tablet untuk diare pertama, bila masih berlanjut, konsumsi satu tablet setiap satu jam setelahnya jika diperlukan. Langsung mampet. Hehehe..

Update akan tetap berlanjut. Semoga berguna yaa..



Tuesday, January 27, 2015

Citizen Vs Netizen

Definisi Citizen:
(noun)
a legally recognized subject or national of a state or commonwealth, either native or naturalized. "a Polish citizen"
synonyms: national, subject, passport holder, native
Atau dalam bahasa simple nya adalah warga negara, warga kota, penduduk kota, atau penghuni kota.

Definisi Netizen:
Definitions of netizen
(noun)
a user of the Internet, especially a habitual or avid one.
"Because server logs at destination sites show only the IP address of the proxy server, and not the end user, some hackers and privacy-conscious netizens catalog open proxies and use them to anonymize their surfing."
Atau dalam bahasa simple nya adalah pengguna internet. Atau bahasa dramanya adalah warga internet atau penduduk internet.
Dalam aplikasi di kehidupan, sebagai citizen kita adalah penduduk dunia nyata yang dipertemukan dalam keluarga, lingkaran pertemanan, rekan kerja, kolega bisnis, komunitas, dan lain-lain.
Sedangkan sebagai netizen, kita adalah penduduk dunia maya yang dipertemukan di dalam berbagai domain name, database, dan server. Penduduk dunia maya bertemu dalam sebuah platform yang dalam dunia IT disebut Social Networking Sites atau Social Networking System (SNS).

Banyak keuntungan yang didapat oleh citizen dan netizen dari SNS ini. SNS menjadi perpanjangan dari citizen di dunia maya. Bagi para pekerja bisa menjadi wadah untuk diskusi, wadah untuk ngobrol bersama sahabat, atau temu kangen bersama keluarga. Dan yang lain yang tentunya bermanfaat untuk mempermudah kehidupan.

Tapi fokus saya adalah pada kekurangan dari berkembangnya SNS ini, atau apa bisa saya bilang bukan SNS yang mempunyai kekurangan, tapi pengguna yang kurang mampu memposisikan diri sebagai netizen. Adapun kekurangannya saya kutip dari Thought Catalog karena dirasa dapat merangkum semuanya:

Stop obsessing over social media.

The likes. The filters. The quotes that may or may not have been posted about you. We’re all guilty of it. We look for acceptance through likes and posts. What we wind up doing is obsessing over other people and the lives that they’re living or the lives that we think they’re living. We compare ourselves to what and how we see others doing. By playing in this constant social competition we lose our freedom in doing things for ourselves and instead we wind up doing things so that others can see us. We stop living in the moment and start letting pictures depict who we are. Social media is so ingrained in our culture that it becomes almost impossible to take a much-needed break from it. We have this constant fear that we’ll miss out on what’s going on online when we really should fear missing out on what’s going on offline and in the real world.
Beberapa hari yang lalu saya melerai anak SD yang berkelahi,
  "Kalian kenapa ribut?" saya bertanya kepada mereka
  "Aku kalah main CoC (Clash of Clans) terus dia ngolok mulu"
  "Zaman abang dulu kalo berantem yaa berantem, main yaa main, kalo ga suka sekalian aja main bola gebok (bola lempar)"


Bagaimana sosmed merusak citizen.

Pada dasarnya sifat manusia memang ingin dilihat, diakui, ditanya, dijadikan idola, etcetera. Namun kehidupan pasti mempunyai dua sisi, beruntung bila seseorang mampu melihat keduanya, disayangkan bila tidak. Yang ada apapun yang dilakukan baik atau buruk pasti ada pros and cons. Tapi menjadi netizen sejatinya dan semestinya kita menyatakan diri kita sebagai citizen yang baik. Karena bagi penjahat, dunia maya adalah dead-end, dilihat dan terhubung dengan dunia. Semakin banyak akun kita di dunia maya, semakin pula lah harus bijak dalam menggunakannya, dan diatur pula dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Sosmed buat saya sendiri adalah media untuk update informasi dan hiburan. Tapi entah kenapa saya merasa posting kali ini begitu serius. Ahh sudahlah~

Bonus pict:






Thursday, January 8, 2015

Surat Terbuka Dari Backpacker Untuk Menteri Perhubungan Ignasius Jonan

Ada tulisan renyah dr Darwis Tere Liye

*Bagaimana tiket 0 rupiah bisa ada?

Bagaimana sih, kok bisa-bisanya, ada maskapai yang menjual tiket 0 rupiah? Tidak masuk akal dong? Jawabannya: masuk akal. Kalau situ tidak bisa memahaminya, bukan berarti sesuatu itu tidak masuk akal. Akan saya jelaskan dengan cara awam urusan ini.

Apa sih itu yang disebut Low Cost Airlines (LCC)? Itu artinya, maskapai yang mengoperasikan penerbangannya dengan biaya rendah. LCC itu maksudnya efisien. Bukan murahan. Air Asia misalnya, bagaimana mereka disebut LCC?

Kita bahas dengan contoh paling simpel. Pramugari dan pramugara. Kalau kalian naik Garuda, flight terakhir ke Bandung-Surabaya misalnya, maka itu pramugari dan pramugaranya akan menginap di hotel (rata2 bintang 4). Itu tentu saja butuh biaya semua, biaya hotel, jemputan, makan, uang saku, dsbgnya. Air Asia tidak, mereka membuat skedul penerbangan sedemikian rupa sehingga pramugari yang bertugas di pesawat, pada flight terakhir kembali ke kota asal mereka. Pramugari ini bisa kembali ke rumah masing2, dan tidak perlu biaya hotel, untuk bertugas kemudian. Atau dalam strategi lain, mereka menyediakan mess yang sama baiknya sebagai pengganti hotel. LCC mengatur hal seperti ini dengan baik, rapi, hingga mereka bisa memangkas banyak biaya operasional. Mereka mengatur efisiensi boarding, efisiensi staf operasional, cara memesan tiket, dsbgnya. TAPI mereka tidak memangkas biaya SAFETY. Keliru sekali kalau ada yang mikir, LCC itu menyepelekan keselamatan. Tidak ada yang bisa dipangkas dari safety.

LCC juga menjual tiket dengan pendekatan "apa yang situ butuhkan"? Situ hanya bawa bagasi tas ransel, maka tidak perlu membeli bagasi 20kg, apalagi 40kg. Buat apa? Apakah situ butuh duduk di kursi paling nyaman? Jika iya, maka monggo nambah bayarnya. Mau masuk pesawat paling dulu? Silakan, nambah lagi bayarnya. Mau makan? Juga nambah lagi bayarnya. Silahkan saja total-totalkan semuanya, jatuhnya tidak akan beda dengan maskapai lain. Tapi dengan adanya pilihan seperti ini, penumpang bisa terbang lebih efisien. Bukan kayak ngirim paket lewat kurir, mau suratnya hanya 10gram, mau 990gram, sama2 dihitung 1 kg oleh kurir.

Nah, LCC juga khas dengan promo harga. Apa itu? Begini, dek. Misalkan pesawat itu ada 100 kursi. Maka, mau isi pesawat itu 20 orang, mau 100 orang pol, tetap saja sama biayanya bagi maskapai. Jadi, mereka peduli dengan tingkat okupansi alias keterisian sebuah pesawat. Mereka riset, dan tahu, oh, okupansi kita ini rata2 di 90% saja. Ada sisa 10% yang selalu kosong. Maka, digelarlah promo harga. Jauh-jauh hari, jika Anda beli tiket untuk tahun depan, kami kasih 0 rupiah. Tapi itu hanya untuk 1-2 kursi saja. Karena toh, mau ada promo atau tidak rata-rata memang 90% terisi, mending promo, sekaligus bikin happy calon penumpang. Bagi maskapai itu adalah trik sederhana sekali. Tidak merugikan mereka. Toh 10 kursi itu secara rata2 memang akan tersedia alias kosong. Kecuali di masa2 sibuk (peak season), tidak akan ada itu promo, bahkan harga tiketnya bisa lebih mahal dibanding Garuda.

Tiket promo ini sangat penting bagi jutaan backpacker di seluruh dunia. Bukan hanya kalian Pak Pejabat saja yang mau naik pesawat.

Jadi, harga tiket murah itu bukan dosa! Bukan maksiat. Tidak berarti murahan safetynya. Catat baik2, Air Asia itu dapat penghargaan: The World's Best Airlines untuk kategori Low Cost Airlines. Mereka 5 tahun berturut2 memenangkan penghargaan bergengsi itu, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014. Itu adalah penghargaan paling top. Garuda saja yang baru dapat tahun2 terakhir dalam kategori berbeda, bangganya minta ampun. Masa' maskapai yang sudah dapat berkali2, dianggap hina dina, tidak ada hargaya sama sekali. Seolah sistem, prosedur maskapai Air Asia itu jelek semua. Air Asia itu juga korban, mana ada maskapai yang mau pesawatnya jatuh.

Saya kecewa sekali dengan kebijakan pemerintah soal jatuhnya pesawat Air Asia ini. Bukannya mereka bergegas membuka habis2an apa yang sebenarnya terjadi di kementerian perhubungan. Kenapa ada izin hantu. Kenapa-kenapa, semua dibongkar habis2an regulasi, peraturan, dsbgnya. Eh malah bergegas sebaliknya. Hellowww... kotak hitam belum ditemukan, KNKT masih jauh dari memberi kesimpulan, Anda sudah membuat keputusan: tidak ada lagi tiket murah penerbangan.

Aduh, dek, penerbangan murah tidak identik dengan safety murahan. Harga promo tidak identik dengan promo keselamatan. Kalau begini caranya, ada teman yg bergurau bilang, kasus ini sama persis kayak orang ngeluh pusing migren, malah dikasih obat cacing. Sakitnya apa, obatnya apa. Tapi perumpamaan kawan saya ini sih belum nendang, menurut saya, kasus ini ibarat: ada orang ngeluh pusing migren, belum selesai didiagnosis, kita sudah langsung teriak (dengan gaya marah-marah sambil diliput wartawan):

"Kasih Mastin. Pasti good!"

Jaka sembung naik ojek, nggak nyambung, jek! Batalkan rencana kebijakan kalian mengatur tarif bawah penerbangan.

Wednesday, January 7, 2015

Relatif.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Relatif adalah:

re·la·tif /rélatif/ a tidak mutlak; nisbi: produksi dl negeri dijual dng harga -- murah

Sedangkan menurut Wikipedia, Relatif adalah:

Relatif atau nisbi berasal dari kata berbahasa Latin yaitu relativus yang artinya berhubungan dengan dan dalam bahasa Inggris sering disebut relative.[1] Sesuatu disebut relatif, sejauh ia dihubungkan dengan sesuatu yang lainnya atau sepanjang ia menjadi pembawa relasi atau hubungan. Jika dilihat secara konseptual, relatif merupakan apa yang tidak dapat didefinisikan tanpa acuan pada sesuatu hal lainnya. Jika dipahamai dari sudut eksistensi, relatif adalah 1)apa yang memiliki eksistensi hanya dengan acuan pada sesuatu lainnya semisal aksiden dan 2)sesuatu yang ada, yang eksistensialnya merupakan basis atau dasar relasi nyata dengan yang lain atau segala eksitensi yang terbatas. Jika dilihat dari kesahihannya, relatif adalah apa yang berguna secara bersyarat. Namun seringkali relatif mempunyai arti yang sama dengan subyektif dan berkaitan dengan sebuah subyek. Dalam pandangan ini, syarat diabaikan dan yang korelatif ialah apa yang berada dalam suatu hubungan timbal balik dengan sesuatu lainnya

Singkat cerita, sesuatu dikatakan relatif jika terdapat eksistensi atau subyektifitas antara dua atau lebih subjek dan atau objek dengan nilai yang terukur dan mengakibatkan hubungan timbal balik.

Relatif akan menjadi jawaban saya mulai dari tahun 2015 ini hingga tahun-tahun kedepan jika dihadapkan dengan pertanyaan yang membutuhkan penilaian atas suatu objek dan atau subjek bila dan hanya jika disertakan data dan atau informasi yang cukup untuk membuat suatu penilaian atas objek dan atau subjek tersebut.

Susah ternyata berbicara dengan tata bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Hehehe.

Akan menggunakan jawaban relatif karena sebenarnya saya lelah jika ada yang bertanya tentang nilai atas sesuatu dan tak sesuai ekspektasinya, dan juga lelah bila harus berhadapan dengan perbedaan nilai jika harus dikemukakan secara umum.

Tidak apalah, nilai di dunia memang relatif. Nilai akhirat yang baku.

"Gimana wid menurutmu tentang 'x'?"

"Well.. Itu relatif yaa.. Hehehe"


Tuesday, December 16, 2014

Destination Marked!

http://www.hipwee.com/travel/10-destinasi-traveling-yang-wajib-kamu-kunjungi-bersama-pasangan-halalmu-nanti/

Sunday, September 7, 2014

Pengakuan Salah Satu Peracik Susu Formula

https://nakimsanwirja.wordpress.com/2013/12/24/heboh-pengakuan-salah-satu-produsen-susu-formula/